Ibrah Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin

Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Umayah

  • August 2, 2019

Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Umayah

Ibrah Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin

Dinasti Umayah

Masa pemerintahan Dinasti Umayah merupakan masa yang menentukan dalam perkembangan Islam . Pada masa itu ,Islam meliputi wilayah yang paling luas dalam sejarahnya . Sepertinya bangsa-bangsa yang lain , umat islam saat itu mengalami pasang surut.

Pada masa Kholifah

Pada masa Kholifah Ali bin Abi Thalib , umat islam terpecah menjadi beberapa golongan .Setiap golongan mempunyai tokoh yang mereka yakini paling berhak menduduki jabatan kholifah.
      Dalam perkembangan selanjutnya, Muawiyah bin Abu Sufyan berhasil menduduki jabatan Kholifah. pada waktu itu , umat Islam terpecah menjadi tiga golongan besar. Tiga golongan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Golongan pendukung Dinasti Umayah. Golongan ini terdiri dari penduduk Syam ( Suriah ) , Mesir, dan daerah-daerah sekitarnya. Mereka berpendapat bahwa Kholifah harus berasal dari orang quraisy dan keturunan Dinasti Umayah lebih berhak untuk itu.
  2. Golongan Pendukung Ali bin Abi Thalib. Golongan ini disebut juga golongan Syi’ah, terutama terdiri dari penduduk Irak serta jumlah kecil penduduk Mesir. Mereka berpendapat bahawa Khalifah harus berasal dari orang Quraisy dan Ali bin Abi Thalib serta anak turunnya yang berhak untuk itu.
  3. Golongan Khawarij. Golongan ini adalah golongan yang menentang Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan secara terang-terangan. Golongan ini berpendapat bahwa Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah bin Abi Sufyan telah keluar dari jalur Islam setelah peristiwa Tahkim. Golongan Khawarij berpendapat bahwa Khalifah adalah hak tiap-tiap orang-orang Islam asalkan memenuhi syarat kecakapan dan keagamaan.

Dalam menghadapi golongan yang menentangny

Dinasti Umayah menggunakan cara militer dan diplomasi. Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Azizs, diplomasi politik dijalankan dengan baik. Khalifah Umar bin Abdul Aziz berhasil menggandeng golongan Syi’ah dan Golongan Khawarij sehingga pada masa dinasti Umayah mencapai stabilitas yang tinggi. Hal ini terbukti dengan tidak ada gangguan keamanan yang berarti pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Pada masa Dinasti Umayah, dibentuk lima lembaga pemerintahan. Lembaga- lembaga tersebut adalah.
  1. Lembaga Politik ( an-Nizam as-Siyasi )
  2. Lembaga Keuangan ( an-Nizam al-Mali )
  3. Lembaga Tata Usaha Negara ( an-Nizam al – Idari )
  4. Lembaga Kehakiman ( an-Nizam al Qada’i )
  5. Lembaga Ketentaraan ( an-Nizam al Harb )
Selain lembaga tersebut. dibentuk pula Dewan Sekretaris Negara ( Diwanul Kitabah ). Dewan ni bertugas mengurusi berbagai macam urusan pemerintahan. Dewan ini terdiri dari lima orang sekretaris, yaitu
  1. Sekretaris Persuratan ( Katib ar-Rasa’il )
  2. Sekretaris Keuangan ( Katib al-Kharraj)
  3. Sekretaris Tentara ( Katib al -Jund)
  4. Sekretaris Kepolisian ( Katib asy-Syuriah )
  5. Sekretaris Kehakiman ( Katib al – Qadi)
Untuk mengurusi keselamatan Khalifah , dibentuklah al -Hijabah atau ajudan. Semua orang yang akan menghadap Khalifah harus meminta izin kepad al-Hijabah. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari pembunuhan terhadap khalifah yang sering terjadi sebelumnya. Dengan demikian , dapat diketahui bahwa sistim politik pada masa Dinasti Umayah sudah cukup maju.
Pada masa Dinasti Uamyah juga dibentuk lembaga ketentaraan. Dibentuknya lembaga Ketentaraan itu dimaksudkan oleh para Khalifah Dinasti Umayah untuk menambah kekuatan milter mereka . Selain itu , para Khalifah Dinasti Umayah menganut politik ekspansionis,yaitu kebijakan untuk memperluas wilayah kekuasaan. Kebijakan itu tentunya harus didukung oleh militer yang kuat.
Lembaga tersebut juga didukung oleh lembaga Keuangan. lembaga Keuangan ini mempunyai tugas mengatur keuangan negara dalam membentuk barisan tentara yang kuat. Di samping itu, dalam Dewan Sekretaris Negara juga terdapat sekretaris negara yang terkait erat dengan militer, yaitu Sekretaris Tentara dan Sekretaris Kepolisian.
Dengan konsolidasi yang cukup kuat tersebut, para khalifah Dinasti Umayah mampu mengatasi segala gangguan keamanan dari golongan yang menentangnya.
  1. Pembrontakan Husein bin Ali di Kufah terjadi pada tahun 680 M. Husein bin Ali terbunuh dalam sebuah pertempuran di Karbala. Tempat itu saat ini banyak didatangi oleh umat Islam dari Golongan Syi’ah yang ingin berziarah ke makam Husein bin Ali.
  2. Pembrontakan Muhtar di Kufah merupakan kelanjutan pembrontakan Husein bin Ali . Peristiwa ini terjadi pada tahun 685 M.
  3. Pembrontakan Abdullah bin Zubair terjadi di Mekkah pada tahun 692 M.

Sumber : https://ngelag.com/