Pengukuran tegangan, Arus dan Hambatan

Pengukuran tegangan, Arus dan Hambatan

  • October 1, 2019

Pengukuran tegangan, Arus dan Hambatan

Pengukuran tegangan, Arus dan Hambatan

Multimeter

Tujuan :

1. Mahasiswa mapu melakukan pengukuran tegangan dan memahami karakteristik teganagn.

2. Mahasiswa mampu melakukan pemilihan selector pengukuran yang sesuai.

3. Mahasiswa mampu mengukur resistensi dan memahami karakteristik resistensi pada suatu bahan.

4. Mahasiswa mampu dan memahami cara memgukur arus listrik.

Dasar Teori :

Multimeter adalah sebuah alat elektronik yang mampu mengukur beberapa besaran listrik, seperti tegangan, arus listrik, dan resistensi. Multimeter Digital memiliki display numeric untuk menampilkan hasil pengukurannya. Sedangkan Multimeter Analog menampilkan hasil pengukuran dalam bentuk pergerakan jarum pada sekalanya.

Sebuah voltmeter selalu terhubung secara parallel terhadap komponen yang akan di ukur nilai tegangannya. Arus listrik yang mengalir pada volt meter akan ikut berpengaruh terhadapa keseluruhan arus dalam rangkaian, dan pada akhirnya ikut mempengaruhi nilai tegangan yang terukur. Sebuah voltmeter ideal (sempurna) memiliki nilai  resistensi yang sangat beasar (tak hingga), sehingga tidak ada arus listrik yang mengalir pada voltmeter dimana tidak mempengaruhi hasil pengukuran.

Arus listrik adalah ukuran besarnya aliran electron dalam suatu rangkaian. Arus listrik diukur dalam satuan Ampere (A). suatu cara yang untuk mengukur arus listrik adalah dengan memutuskan salah satu jalur dalam rangkaian lalu memyisipkan amperemeter secara seri dengan jalur yang di putus tadi, sehingga amperemeter menjadi salah satu bagian dalam rangkaian.

Seperti halnya sebuah voltmeter, amperemeter juga memiliki kecenderungan untukmempengeruhi besaran arus yang mengalir dalam rangkaian. Berbeda dengan sebuah voltmeter, amperemeter ideal memiliki nilai resistensi internel yang sangat kecil (mendekati 0), sehingga seolah-olah arus hanya berjalan pada seutas kabel penghubung. Bukan sebuah alat ukur.

Resitensi adalah ukuran nilai hambatan sebuah objek terhadap aliran electron. Semakin kecil nilai resistensi maka akan semakin besar electron yang dapat mengalir. Sebuah ohmmeter memiliki suplai tegangannya sendiri, sehingga sebuah rangkaian dalam kondisi menyala/terhubung ke sumber tegangan.

Prosedur :

A. Pengukuran tegangan

1. Atur posisi selector multimeter ke nilai DC-volt tertinggi yang ada pada multimeter

2. Hubungkan probe multimeter yang berwarna merah ke kutub positif baterai dan probe multimeter hitam ke kutub negative baterai.

3. Catatan nilai yang tertera pada layar multimeter beserta nilai DC-volt selector.

4. Lalu ubah posisi selector DC-volt ke nilai yang lebih rendah dan hubungan kembali ke baterai. Lalu catat nilai yang tertera pada multimeter.

5. Lakukan pengukuran nilai untuk semua posisi selector DC-volt.

1). Apa yang dapat anda analisa & simpulakn dari setiap perbedaan nilai pembacaan untuk setiap posisi selector DC-volt ?

2). Apa yang terjadi jika anda hanya menghubungkan multimeter ke satu kutub baretai saja ?

B. Pengukuran Resistensi

1. Atur posisi selector multimeter anda ke nilai resistensi yang paling besar.

2. Hubungkan multimeter probe kemasing-masing kaki resistor , lalu catat nilai resistensi yang tertera pada layar multimeter.

3. Ubah posisi kabel multimeter, lalu catat kembali nilai yang tertera pada alayar.

1).  Apa yang dapat anda analisa dan simpulkan dari proses pembalikan kabel tersebut ?

4. Buatlah gambar persegi panjang berwarna hitam dengan ukuran 2cm x 2cm pada selembar kertas.

5. Posisikan kabel multimeter kemasing-masing ujung persegi panjang yang anda buat.

6. Catat nilai resistensi yang tertera pada layar

7. Geser kedua kabel multimeter sehingga saling berdekatan pada jarak 1cm. lalu catat kembali nilai resistensi yang tertera. Geser kembali kabel multimeter sehingga berjarak  0.5 cm dan catat kembali nilai resistensinya.

1. Apa yang dapat anda anlisa dan simpulkan dari proses pengukuran tersebut ?

2. Untuk setiap jarak kabel, apakah nilai resistensinya semakin besar atau semakin kecil ?

8. Ulangi langkah nomor  5 – 7 untuk persegi panjang berukuran 2cm x 0.5cm. lalu bandingkan hasil pengukuran terhadap kedua persegi panjang tersebut.

1. Apa pengaruh luas permukaan objek terhadap nilai resistensinya?

C. Pengukuran Arus Listrik


1. Buat sebuah rangkaian lampu menggunakan kabel dan baterai. Pastikan lammpu dapat menyala sebelum memasang amperemeter.

2. Atur posisi selector multimeter ke DC-ampere.

3. Lalu putuskan jalur rangkaian tesebut pada posisi manapun  dan hubungkan kabel probe multimeter ke kedua titik yang putus tersebut.

4. Jika pembacaan ampere pada layar multimeter bernilai negative berarti arah arusnya terbalik.

5. Catat nilai arus yang terukur.

Baca Juga :