Pengertian Use Case Diagram dan Deskripsinya

Pengertian Use Case Diagram dan Deskripsinya

  • September 30, 2019

Pengertian Use Case Diagram dan Deskripsinya

Pengertian Use Case Diagram dan Deskripsinya

USE CASE DIAGRAM

Use case diagram ialah model fungsional sebuah system yang menggunakan actor dan use case. Use case adalah layanan (services) atau fungsi-fungsi yang disediakan oleh system untuk penggunanya (Henderi et al, 2008). Use Case adalah suatu pola atau gambaran yang menunjukan prilaku atau kebiasaan system.

Use Case Diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah system. Yang tekankan adalah “apa” yang dubuat system, dan bukan “bagaimana” sebuah use case menerangkan sebuah interaksi antar actor dengan system. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misal :login ke system, meng-create sebuah daftar belanja, dsb. Seorang sebuah actor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan system untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Use Case Diagram dapat sangat membantu bila kita sedang menyusun requitment sebuah system, mengkomunikasikan rancangan dengan klien, dan merancang test case untuk semua feature yang ada pada system. Sebuah use case yang meng-include dieksekusi secara normal. Sebuah use case dapat di-include oleh lebih dari satu use case lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsional yang common.

Sebuah use case juga dapat meng-exted use case lain dengan behavior-nya sendiri. Sementara hubungan generalisasi antar use case mennjukkan bahwa use case yang satu merupakan spesialisasi dari yang lain.

DESKRIPSI USE CASE DIAGRAM

  1. Sebuah use case adalah dimana system digunakan untuk memenuhi satu atau lebih kebutuhan pemakai.
  2. Use case merupakana awal yang sangat baik untuk setiap fase pengembangan berbasis objek, design testing, dan dokumentasi.
  3. Use case menggambarkan kebutuhan system dari sudut pandang di luar system.
  4.  Use case menentukan nilai yang diberikan system kepada pemakainya.
  5. Use case hanya menetapkan apa yang seharusnya dikerjakan oleh system, yaitu kebutuhan fungsional system.
  6. Use case tidak untuk menentukan kebutuhan nonfungsional, misal : sasaran kerja, bahasa pemrograman, dsb.


Komponen-Komponen yang terlibat dalam Use Case Diagram :

Actor

Pada dasarnya actor bukanlah bagian dari diagram, namun untuk dapat terciptanya suatu use case diagram diberikan beberapa actor dimana actor tersebut menjelaskan seseorang atau sesuatu (sperti perangkat, system lain) yang berinteraksi dengan system. Sebuah actor  mungkin hanya memberikan informasi inputan pada system, hanya menerima informasi dari system atau keduanya menerima dan member informasi pada system, actor hanya berinteraksi dengan use case tetapi tidak memiliki control atas use case. Actor digambarkan secara umum atau spesifik, dimana untuk membedakannya anda dapat menggunakan relationship.

    Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan actor tersebut terkait dengan system antara lain :

  • Yang berkepentingan terhadap system dimana adanya arus informasi baik yang diterima maupun yang dia inputkan ke system.
  • Orang ataupun pihak yang akan mengelola system tersebut.
  • External resource yang digunaka oleh system
  • System  lain yang berinteraksi dengan system yang akan dibuat

Use Case

Merupakan gambaran fungsional dari suatu system, sehingga customer atau pengguna system paham dan mengerti mengenai kegunaan system yang akan dibangun.

Cara menentukan Use Case dalam suatu system :

•    Pola prilaku perangkat lunak aplikasi

•    Gambaran tugas dari sebuah actor.

•    System atau benda yang memberikan suatu nilai kepada actor.

•    Apa yang dikerjakan oleh suatu perangkat lunak (* bukan bagaimana mengerjakannya).

Relasi Dalam Use Case

Ada beberapa relasi yang terdapat pada use case diagram

  1. Assoclation , hubungan link antar element
  2. Generalization,  disebut juga inheritance (pewarisan), sebuah elemen yang merupakan spesialisasi dari elemen lainnya.
  3. Dependency, sebuah elemen tergantung dari beberapa cara kepada elemen lainnya.
  4. Aggregation,  bentuk asosiation  dimana sebuah elemen berisi elemen lainya.

Tipe relasi yang mungkin terjadi pada use case diagram :

  1. <<include>>, yaitu sifat yang harus terpenuhi agar sebuah event dapat terjadi, dimana pada kondisi ini sebuah use case adalah bagian dari use case lainya.
  2. <<extends>>, yaitu kelakuan yang hanya berjalan dibawah kondisi tertentu seperti menggerakan alarm.
  3. <<communicates>>, ditambahkan untuk asosiasi yang menujukan asosiasinya dalah communicates association. Ini merupakan pilihan asociasi hanya tipe relationship yang di bolehkan untuk actor dan use case.

Langkah- langkah Pembuatan Use Case Diagram

ACTOR

  1. Tempatkan actor utama dipojok kiri atas, karna sebagian besar rancangan system mengutamakan pelanggan, maka actor utama pelanggan adalah nasabah, klien, siswa/mahasiswa, dsb.
  2. Gambarkan actor utama dengan Use Case
  3. Berilah nama actor dengan kata benda tunggal
  4. Actor minimal harus terhubung dengan satu Use Case.
  5. Berilah nama actor sesuai dengan perannya terhadap model bukan jabatannya.
  6. Tambahkan <<system>> pada actor berjenis system
  7. Jangan menghubungkan langsung antar actor satu dengan yang lainya (kecuali generalisasi). Actor satu dengan dengan yang lain harus terhubung melalui use case
  8. Tambahkan actor “waktu (time)”untuk system yang terjadwal otomatis.

Use Case

  1. Buatlah nama use case sejelas mungkin dan orientasikan kepada stakeholder/klien bukan peancangan system.
  2. Susunlah use case berdasarkan urutan dari atas kebawah untuk mempermudah pembacaan.

Relasi

1.    Hindari penggunaan anak panah antar actor dan use case kecuali salah satunya bersifat pasif.

2.    Gunakan <<include>> jika kita yakin suatu use case harus melibatkan use case lain

3.    Gunakan <<extend>> jika use case memungkinkan melibatkan use case lain.

4.    Gunakan <<extend>> sperlunya jika kebanyakan <<extend>> membuat diagram sulit dibaca

5.    Gunakan kata “include” dan “extend” bukannya “includes dan “extends”.

6.    Tempatkan included use case disebelah kanan use case dasar,

7.    Tempatkan extend use case dibawah use case dasar.

8.    Tempatkan generalisasi use case dibawah actor induk

9.    Tempatkan generalisasi actor dibawah induk.

10.    Hindari pembuatan use case lebih dari dua tingkat.

 

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/