ANALISIS

  • September 21, 2019

ANALISIS

ANALISIS

Seperti yang dikemukakan oleh Wilhelm Dilthey mengenai teori hermeneutiknya dimana kehidupan itu adalah suatu mafhum (komprehensi) metafisika, kehidupan adalah suatu kekuatan yang menjelaskan keinginan-keinginan perasaan (emosi) dan ruh, dan ini dipahami dengan pengalaman. Kehidupan adalah suatu rentetan berkesinambungan dan yang lewat menyambungkan yang sekarang; dan horizon masa datang menggiring kita ke arahnya. Seperti dalam ceritera pewayangan yang selalu bercerita mengenai pesan – pesan moral. Namun, temuan penelitian ini menunjukkan adanya indikasi pergeseran yang disebabkan karena penyesuaian terhadap berbagai perubahan yang terjadi mulai dari cara pementasan wayang kulit dulu dengan sekarang. Serta yang meliputi pergeseran seperti peristiwa pertunjukan, waktu, penonton, konten, dan ruang, dimana perbedaan ini pada akhirnya mengakibatkan munculnya pergeseran makna ruang dalam suatu pementasan wayang kulit Jawa. Hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya pandangan orang terhadap sebuah pertunjukan kesenian tradisional yang menyangkut dalam konteks waktu pertunjukan wayang kulit dulu dan pertunjukan wayang kulit sekarang.
Agaknya kebudayaan Jawa yang syarat akan nilai-nilai etika, termasuk di dalamnya pakem – pakem pementasan wayang kulit Jawa, ternyata lebih dari sekedar sistem nilai yang pada akhirnya berpengaruh kepada seluruh bidang kehidupan. Sistem nilai tersebut ternyata juga dapat diwujudkan dalam bentuk fisik. Pergeseran makna ruang pertunjukan dari system nilai yang terjadi seiiring dengan perkembangan jaman tersebut juga berpengaruh terhadap perubahan dalam bentuk fisik, khususnya dalam penelitian ini melihat pergeseran makna ruang pertunjukan wayang kulit Jawa.
Namun pada zaman sekarang ini terjadi pola perubahan. Seni pertunjukan wayang yang awalnya masih mengutamakan nilai-nilai adiluhung, kini telah bergeser dan mengalami pendangkalan mutu. Pertunjukan wayang yang kini cenderung ‘melayani’ selera pasar sebagai sarana hiburan sehingga estetikanya terabaikan.
Di beberapa daerah bahkan sering terjadi kerusuhan di kalangan para penontonnya yang suka mabuk-mabukan. Tampilnya para penyanyi dangdut dan campursari yang biasanya masih muda dan cantik-cantik sering menjadi pemicu keonaran penonton preman yang hanya ingin berhura-hura. Mereka tidak segan-segan mengancam dalangnya untuk segera mulai dengan acara dangdutan dan memaksa para penyanyi tampil dengan berdiri di tengah arena. Sering juga terjadi tawuran antarkelompok dan sampai mengakibatkan korban jiwa.
Pelayanan selera pasar tidak saja terbatas di tempat pergelaran, tetapi juga merambah ke siaran televisi. Penampilan dalang yang diselingi dengan hiburan lawakan dan lagu-lagu pop sering kebablasan bahkan ikut juga merusak mutu seni pedalangan. Memang dengan cara penayangan di televisi seperti itu jumlah penonton bisa mencapai ratusan ribu dan inilah yang diharapkan oleh para pengusaha dengan pemasangan iklan di televisi.
Tidaklah tertutup kemungkinan pergelaran wayang di televisi menjadi lahan bisnis yang bisa meraup keuntungan cukup besar. Namun demikian, dampak negatifnya sebagai sebuah pelecehan kesenian adiluhung sama sekali tidak menjadi perhatiannya. Menghadapi begitu besar dan beratnya persaingan dalam konteks komersial, para dalang yang mumpuni dalam penguasaan seni pedalangan sering tidak berdaya untuk menolak pihak penanggap yang menginginkan acara pergelaran wayang hanya dilihat dari kacamata “hura-hura”. Akibatnya pertunjukan wayang lebih berat pada hiburannya dibandingkan dengan fungsi pendidikan moralnya.

Seperti yang dikemukakan oleh James Scott mengenai teori Mekanisme Survival. Dimana mungkin strategi para Dalang dalam memberikan tarif yang mahal hanya dengan alasan untuk membiayai kebutuhan hidup para dalang serta keluarganya. Sehingga harga yang ditawarkan untuk sekali pementasan pagelaran wayang kulit sebegitu mahalnya.
Kalau saja para empu yang dengan penuh pengabdian jiwanya pada seni pewayangan bisa menyaksikan rusaknya pergelaran wayang seperti itu, bisa dibayangkan betapa hancur luluh perasaannya. Padahal ketika menciptakan karya seni pewayangan, meliputi bentuk wayangnya, karawitannya, gubahan ceritanya yang sarat dengan nilai-nilai filsafat serta seni yang serba adiluhung, sikap jiwanya dalam berkarya senantiasa mendekatkan jiwanya dengan Sang Maha Pencipta. Dengan sikap jiwa dan pengabdian secara total itulah tercipta seni adiluhung. Kita sebagai pewaris budaya seharusnya bisa melestarikannya, mengembangkan dan mengagungkannya, dan tidak malah melecehkannya.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Kemendikbud Resmikan Gedung P4TK-BMTI

  • September 19, 2019

Kemendikbud Resmikan Gedung P4TK-BMTI

Kemendikbud Resmikan Gedung P4TK-BMTI

Menteri Pendi­dikan dan Kebudayaan (Men­dikbud) Muhadjir Effendi

meresmikan rehab gedung dan pengadaan peralatan pendidikan Pusat Peng­embangan dan Pemberday­aan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TK-BMTI) di Jalan Pasantren Km.2 Cibabat, Kota Cimahi, belum lama ini.

Pada kesempatan itu, men­teri juga menyaksikan langs­ung ikrar para pegawai P4TK-BMTI untuk mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sebelumnya, pada tahun 2018, P4TK-BMTI menjadi salah satu satuan kerja di Di­rektorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemen­dikbud yang menerima pen­ghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Biro­krasi (PANRB) sebagai satuan kerja Wilayah Bebas dari Ko­rupsi (WBK).

Muhadjir mengatakan, WBBM ini merupakan bagian dari komitmen kementrian

untuk mendorong semua unit-unit, baik utama maupun unit pelaksana teknis di Kemen­dikbud agar memiliki tekad bulat untuk melakukan pem­bersihan di lingkungan masing-masing dari praktek yang tidak sesuai dengan prinsip kerja yang menjunjung tinggi trans­paransi, akuntabilitas dan integritas.

”Saya, tentu saja sebagai menteri tentu menyuport beberapa UPT yang sudah meraih predikat tinggi, ter­tinggi salah satunya adalah UPT ini,” katanya usai pere­smian.

Dia mengharapkan, tekad menuju wilayah birokrasi ber­sih dan melayani tidak boleh berhenti di sini untuk men­dukung program pembersihan lingkungan dari praktek-praktek yang tidak baik.

Menurutnya, jauh sebelum dirinya menjabat Menteri, di P4TK-BMTI sudah banyak korban

yang masuk penjara karena menyelewengkan alat-alat atau mesin yang sebagian besarnya tidak bisa dipakai.

”Dulu, saya waktu tinjau pertama, mesin sebagian be­sar tidak bisa dipakai. Kemu­dian saya minta diupgrade, diperbaiki, kalau memang betul-betul sudah tidak bisa digunakan, saya minta dilego,” ujarnya.

Muhadjir memuji Kepala P4TK-BMTI yang bisa mem­buktikan bahwa sekarang semua mesin bisa digunakan dengan baik. Termasuk mesin-mesin yang waktu itu menga­kibatkan beberapa staf masuk penjara karena ternyata sam­pai saat ini mesin tersebut masih bisa digunakan.

”Yang waktu itu saya lihat mangkrak, enggak terpakai, bahkan saya minta dijual waktu itu. Tapi pak Martin (kepala P4TK) menyanggupi memperbaiki, ternyata seka­rang sudah saya lihat dengan mata kepala sendiri mesin tersebut bisa digunakan,” ujarnya.

Lebih jauh, Muhadjir men­gungkapkan, pengadaan pe­ralatan pendidikan di P4TK-BMTI merupakan bagian dalam rangka penyiapan guru produktif sesuai perintah Presiden.

 

Baca Juga :

Kupas Tuntas Mata Pelajaran Informatika pada Seminar Nasional dan Workshop Guru TIK 2019

  • September 19, 2019

Kupas Tuntas Mata Pelajaran Informatika pada Seminar Nasional dan Workshop Guru TIK 2019

Kupas Tuntas Mata Pelajaran Informatika pada Seminar Nasional dan Workshop Guru TIK 2019

Guru TIK menggelar kegiatan Seminar Nasional dan Workshop Guru TIK Nasional Tahun 2019

dengan tema Kupas Tuntas Mata Pelajaran Informatika dengan menghadirkan pembicara narasumber-narasumber yang kompeten, diantaranya: GTK Kemdikbud, Puskurbuk Kemdikbud, LPPPTK KPTK, dan Narasumber Nasional, FGTIKKNAS dan praktisi TIK. Kegiatan seminar dibuka oleh Kepala Dikpora DIY yang diwakili oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) ibu Mulyati Yuniati, M.Si. Dalam Sambutannya, Ibu Kabid GTK DIY mengatakan “Dengan turunnya Permendikbud 35,36,37 tahun 2018 semua guru TIK harus menyiapkan diri. Salah satunya adalah sisi kompetensi dan paham regulasi. Acara seminar ini, diharapkan mampu menjadi titik tolak untuk mencapai itu”.

Seminar/Workshop Nasional Kupas Tuntas Mapel Informatika 2019 memiliki struktur program 32 JP, terdiri dari 22 jam tatap muka dan 10 jam penugasan mandiri. Kegiatan ini akan diselenggarakan selama 2 (dua) hari yaitu : Sabtu, 23 Februari 2019 sampai dengan Minggu, 24 Februari 2019 bertempat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial D.I. Yogyakarta Jl. Veteran No. 8 Muja Muju, umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seminar diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di indonesia, diantaranya:

Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY. “Peserta diwajibkan untuk mengikuti daring sebagai penugasan mandiri, menyusun silabus dan RPP sebagai inspirasi pembelajaran” ungkap Toto Widi selaku Ketua Panitia. “Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran semua peserta yang antusias mengikuti kegiatan, juga kepada rekan panitia” tambahnya.

Maria Widiani dari direktorat GTK Kemdikbud menyampaikan bahwa “untuk penyelenggaraan pembelajaran informatika diperlukan SDM Guru TIK dengan Kompetensi sesuai dengan ruang lingkup informatika”. “Sesuai regulasi mata pelajaran Informatika efektif berlaku mulai tahun pelajaran 2019/2020, namun demikian, juknis pelaksanaan mata pelajaran informatika sampai saat ini belum diterbitkan”, ungkapnya. Sedangkan dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Feisal Ghozali memaparkan bahwa pemerintah menyusun silabus informatika, guru TIK dapat mengembangkan materi informatika tersebut”.

Sementara itu Narasumber berikutnya Firman Oktora mengatakan bahwa

dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, pembelajaran informatika merupakan tantangan bagi guru TIK dalam menyiapkan peserta didik yang literat, berkarakter dan memiliki kompetensi berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif dan berpikir komputasional”, ujar Firman Oktora yang juga sebagai tim pengembang kurikulum dari Jawa Barat.

Pada kegiatan seminar nasional guru TIK tersebut dibahas tentang Peningkatan kompetensi guru tik oleh Imran dari LP3TK KPTK, Beban Kerja Guru dan Penilaian Kinerja Guru TIK yang disampaikan oleh Purwanto sebagai tim pengembang PKG, kemudian tentang Pengembangan Pembelajaran Berbasis STEM disampaikan oleh Yohan Adi sebagai praktisi. “Kami berharap guru TIK dapat dilatih tentang kurikulum 2013 dan kompetensi Informatika, serta guru TIK agar tetap optimis dalam mengajar baik TIK maupun Informatika “, pungkas Supriadi selaku sekretaris umum FGTIKKNAS.

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/comment/view/94/0/83431

 

Regulasi PPDB 2019 Terus Dibenahi

  • September 19, 2019

Regulasi PPDB 2019 Terus Dibenahi

Regulasi PPDB 2019 Terus Dibenahi

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memastikan Pemkot Bandung

selalu menyerap aspirasi dari masyarakat. Termasuk perihal proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 mendatang.

Yana melontarkan hal tersebut saat bertemu Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandung di Balai Kota, Jumat (1/3).

Yana memastikan, Pemkot Bandung berupaya agar regulasi PPDB tidak memberatkan untuk siswa. Hal ini dimaksudkan agar pendidikan di Kota Bandung lebih merata dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi, jangan sampai aturan-aturan dalam PPDB nantinya menyulitkan

anak-anak kita,” ujar Yana.

“Kemajuan Kota Bandung, itu ada di tangan pendidikan,” ujar Yana.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandung, Maman Sulaeman menyebutkan, PGRI siap bermitra dan bersinergi dengan Pemkot Bandung.

“Kami sangat mendukung program Pemerintah Kota Bandung, baik itu program pendidikan maupun non-pendidikan,” ujar Maman.

Untuk pelaksanaan PPDB, Maman juga memastikan, PGRI

Kota Bandung akan membantu menyukseskannya. (mg1)

CAPTION:

REGULASI TERUS DIPERBAIKI: Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana

saat bertemu dengan PGRI Kota Bandung di Balai Kota, Jumat (1/3). Salah satu pembahasannya soal regulasi PPDB.

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/comment/view/401/0/83426

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Sabet Akreditasi A

  • September 14, 2019

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Sabet Akreditasi A

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Sabet Akreditasi A

Prestasi membanggakan ditorehkan Universitas YARSI. Komitmen mereka

untuk terus meningkatkan mutu pendidikan berbuah hasil.

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI berhasil meraih peringkat akreditasi A atau terbaik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)

Ketua Yayasan YARSI, Jurnalis Udin mengatakan akreditasi A yang kembali disandang FK YARSI adalah untuk program studi pendidikan dokter, maupun profesi dokter.

Menurut dia, akreditasi suatu Fakultas Kedokteran mencerminkan kualitas dan penjaminan mutu yang berkesinambungan dan konsisten.

“Lulusan dari fakultas kedokteran yang memiliki akreditasi A memiliki lebih banyak kesempatan dan peluang untuk bersaing di dunia kerja maupun dalam pendidikan lanjutan,” kata Jurnalis.

Jurnalis berharap pencapaian ini bisa memacu Program Studi (Prodi)

lainnya untuk dapat meraih akreditasi serupa.

“Target kita, Insya Allah, tahun depan semua Prodi bisa Akreditasi A. Salah satu Prodi Ilmu Perpustakaan sudah A dan merupakan satu-satunya di Indonesia,” ujar dia.

Sementara, Rektor Universitas YARSI Susi Endrini mengatakan Fakultas Kedokteran

Universitas YARSI, telah cukup mempersiapkan secara matang, terukur, terarah, dan terencana.

Dalam proses akreditasi ini, mereka telah menyiapkannya selama berbulan-bulan.

“Syukuran prestasi ini sengaja dihadiri oleh seluruh staf dan dosen Universitas YARSI dan para pimpinan dari fakultas lain, sebagai motivasi dan inspirasi untuk turut memacu fakultas lain dapat meraih akreditasi A, sehingga pada akhirnya dapat memacu perolehan akreditasi A bagi Universitas,” pungkas Susi.

Program World Class Professor

Dekan FK Universitas YARSI, dr. Rika Yuliwulandari menjelaskan koleganya, Prof. Jae Gook Shin datang ke Indonesia melalui program World Class Professor yang diselenggarakan sebagai hibah Ditjen Sumber Daya IPTEK Dikti, Kementerian Ristek Dikti kepada Universitas YARSI, yang secara prestisius mampu dimenangkan tim peneliti dari Universitas YARSI.

Untuk bisa berpartisipasi dalam Program World Class Professor ini, jelas Rika, tentu saja profesor yang diundang harus profesor kualifikasi high level.

Dia menyebut Prof Shin telah mengantongi H index scopus lebih dari 50.

“Selain itu di Indonesia yang jarang adalah profesor dengan perolehan H index scopus di atas 50. Jadi kedatangan Prof Shin, sangat berarti dan berharga bagi YARSI,” ungkap Rika yang juga Ketua Peneliti Program World Class Professor ini di Kampus FK YARSI, Jakarta (23/7

Tujuan program ini, lanjut dia, adalah untuk meningkatkan publikasi Ilmiah regional dan internasional bereputasi tinggi yang dilakukan oleh para peneliti di YARSI.

Salah satu untuk mencapainya dengan menjalin kerja sama dengan institusi-institusi di luar negeri yang berkualifikasi high range dengan mengundang profesor-profesor yang produktif.

Kolaborasi dengan Inje University melalui Prof Shin diharapkan meningkatkan mutu publikasi dan kualitas penelitian maupun kualitas dosen maupun peneliti itu sendiri.

Alumni FK Airlangga Surabaya ini menyebut Program World Class Professor ini dihelat selama satu minggu di bulan Juli dan satu pekan lagi di bulan September mendatang.

 

Baca Juga :

Ratusan Mahasiswi Cantik Bantu Desa Terpencil

  • September 14, 2019

Ratusan Mahasiswi Cantik Bantu Desa Terpencil

Ratusan Mahasiswi Cantik Bantu Desa Terpencil

Tujuh negara beserta 211 mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam membangun

delapan desa terpencil di Kabupaten Mojokerto, Jatim.

Pembangunan difokuskan pada penyediaan dan pengembangan fasilitas pendidikan, kebersihan, dan sanitasi.

Kegiatan ini sudah dilakukan sejak dua pekan di Kabupaten Mojokerto. Ratusan mahasiswa itu berasal dari Korea Selatan, Hongkong, Belanda, Jepang, Cina, dan Taiwan.

Mahasiswa tersebut mencoba untuk memberikan solusi bagi

permasalahan didesa.

Salah satunya, di Dusun Blentreng Desa Ngembat. Di tempat ini, anak-anak Paud berusia terlihat bersemangat belajar Bahasa Inggris bersama mahasiswa asing.

Daniel Prinsen, salah satu mahasiswa asing dari Belanda menuturkan bahasa Inggris yang diajarkan merupakan tingkat dasar.

“Selain kebutuhan pengajaran bahasa Inggris yang tepat,

Paud Desa Blentreng, juga membutuhkan lebih banyak pengembangan fasilitas pendidikan, seperti penambahan kelas dan penambahan alat bermain anak,” kata Daniel.

Para mahasiswa ini juga menghadirkan fasilitas yang diperlukan oleh warga, terutama fasilitas sanitasi. Mahasiswa asing yang mengikuti Community Outreach. Melalui program ini, mereka bisa mengisi libur musim panas dengan berkunjung dan membaur dengan masyarakat di pelosok desa Kabupaten Mojokerto.

Semangat para mahasiswa mancanegara itu diharapkan bisa menular pada para pemuda setempat untuk membangun desanya.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Lewat Karya Mading Asah Kekritisan Maba

  • September 14, 2019

Lewat Karya Mading Asah Kekritisan Maba

Lewat Karya Mading Asah Kekritisan Maba

Mahasiswa baru Universitas Airlangga mampu mengerjakan lebih dari 800 karya

mading kemarin (7/8) di pampang di dalam Gedung Rektorat Kampus C Unair. Manding tersebut berbentuk konfigurasi bertulisan Unair 2018. Karya mading tersebut selain sarana kreativitas, karya mading itu juga mengasah kekritisan maba.

Penanggung jawab mading Dany Ali Syafii mengatakan, aktivitas itu

adalah salah satu rangkaian kegiatan pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru yang digelar BEM Unair 2018. Mading merupakan cara untuk menghidupkan kekritisan mahasiswa. ”Tema mading kali ini tentang 20 tahun Indonesia pascareformasi,” katanya.

Tema tersebut diberikan kepada para maba sejak dua hari sebelum pelaksanaan

. Total ada 6.640 maba program S-1 yang terlibat. Mereka membentuk kelompok yang beranggota 16 orang. Setiap kelompok diwajibkan membuat dua karya mading dengan tema yang sama. ”Kesempatan maba memperoleh informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber. Kemudian, mereka menuangkan ke dalam karya mading,” ujarnya.

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

  • September 14, 2019

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Sejarah “penyelidikan, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian”) adalah studi tentang masa lalu, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia.

Dalam bahasa Indonesia sejarah babad, hikayat, riwayat, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Ini adalah istilah umum yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian informasi mengenai peristiwa ini.

Istilah ini mencakup kosmik, geologi, dan sejarah makhluk hidup, tetapi seringkali secara umum diartikan sebagai sejarah manusia. Para sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah atau sejarawan. Peristiwa yang terjadi sebelum catatan tertulis disebut Prasejarah.

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

  • J.V. Bryce

Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

  • W.H. Walsh

Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

  • Patrick Gardiner

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

  • Roeslan Abdulgani

Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

  • Moh. Yamin

Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

  • Ibnu Khaldun (1332-1406)

Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

  • R. Moh. Ali

Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:

  • Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
  • Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
  • Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Catatan Sejarah

Ahli sejarah mendapatkan informasi mengenai masa lampau dari berbagai sumber, seperti catatan yang ditulis atau dicetak, mata uang atau benda bersejarah lainnya, bangunan dan monumen, serta dari wawancara (yang sering disebut sebagai “sejarah penceritaan”, atau oral history dalam bahasa Inggris).

Untuk sejarah modern, sumber-sumber utama informasi sejarah adalah: foto, gambar bergerak (misalnya: film layar lebar), audio, dan rekaman video. Tidak semua sumber-sumber ini dapat digunakan untuk penelitian sejarah, karena tergantung pada periodeyang hendak diteliti atau dipelajari. Penelitian sejarah juga bergantung pada historiografi, atau cara pandang sejarah, yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Metode Kajian Sejarah

Ahli-ahli sejarah terkemuka yang membantu mengembangkan metode kajian sejarah antara lain: Leopold von Ranke, Lewis Bernstein Namier, Geoffrey Rudolf Elton, G. M. Trevelyan, dan A. J. P. Taylor. Pada tahun 1960an, para ahli sejarah mulai meninggalkan narasi sejarah yang bersifat epik nasionalistik, dan memilih menggunakan narasi kronologis yang lebih realistik.

Sumber :

Pengertian Sistem Informasi Secara Umum

Pengertian Sistem Informasi Secara Umum

  • September 14, 2019

Pengertian Sistem Informasi Secara Umum

Pengertian Sistem Informasi Secara Umum

Sistem Informasi

Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan kegiatan dari orang-orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah ini sering sistem informasi yang digunakan mengacu pada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi.

Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan teknologi komunikasi (ICT), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi dalam mendukung proses bisnis.

Tidak ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, komputer dan ICT sistem, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.

Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan / atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi dan / atau layanan khusus bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.

Dengan demikian, sistem informasi saling terkait dengan sistem data di satu sisi dan pada aktivitas sistem lainnya. Sistem informasi adalah suatu bentuk sistem komunikasi di mana data direpresentasikan dan diproses sebagai bentuk memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung pengambilan keputusan dan tindakan.

Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi organisasi dan informatika.

Sistem informasi ini diselenggarakan dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data untuk mengumpulkan, mengubah, dan mendistribusikan informasi dalam sebuah organisasi.

Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, kegiatan manajerial dan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Sistem informasi adalah sub-sistem kumpulandari fisik baik fisik maupun non saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan dari mengolah data menjadi informasi yang berguna.

Komponen Sistem Informasi

Komponen SI dalam prosedur yang berkaitan dengan prosedur manual dan prosedur berbasis komputer dan standar untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna. Suatu prosedur adalah urutan langkah-langkah yang diambil untuk menyelesaikan satu atau lebih kegiatan pengolahan informasi.

Pengolahan informasi ini bisa dilakukan oleh pengguna, atau kombinasi dari pengguna dan staf IT. Sebuah bisnis terdiri dari berbagai prosedur logis yang digabungkan untuk membentuk suatu sistem. Sebagai contoh sistem yang umumnya ada dalam sebuah organisasi adalah sistem penggajian, personil, akuntansi, dan gudang.

Ini terdiri dari komputer, instruksi, fakta yang tersimpan, manusia dan prosedur.

SI dapat dikategorikan dalam empat bagian:

  • Sistem Informasi Manajemen
  • Sistem Pemrosesan Transaksi
  • Sistem Informasi Eksekutif
  • Sistem pendukung keputusan

Kampus dengan jurusan Sistem Informasi di Indonesia

Beberapa kampus di Indonesia telah menawarkan Jurusan Sistem Informasi baik setara D3, D4, S1 dan S2. Beberapa diantaranya adalah

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (S1, S2)
  • Universitas Indonesia (S1)
  • Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (S1)
  • Universitas Telkom (S1)
  • Universitas Bakrie (S1)

Sumber : https://downloadapk.co.id/