Tingkatkan Dana Murah

  • October 3, 2019

Tingkatkan Dana Murah

Tingkatkan Dana Murah

Perkembangan bisnis perbankan membuat bank harus berlomba-lomba dalam berinovasi sekaligus merebut pasar yang ada

. Termasuk dalam hal ini inovasi layanan perbankan ke dunia pendidikan yang dilakukan Bank BTN bersama Intitut Teknologi Bandung (ITB). Bank BTN merangkul ITB dengan sejumlah fasilitas layanan dan jasa perbankan yang dapat dinikmati baik oleh para peserta didik dan pengelola kampus. Melalui kerja sama ini diharapkan akan diperoleh sinergi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Bank BTN sendiri berharap kerjasama ini dapat mendongkrak dana pihak ketiga yang dikelolanya.

”Kami ingin bagaimana dana pihak ketiga Bank BTN yang berbiaya murah dapat meningkat.

Kerja sama dengan ITB menjadi salah satu tujuan untuk dapat dikembangkannya perolehan dana murah dalam mendukung operasional bisnis bank agar lebih efisien’” ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono usai penandatanganan kesepahaman kerja sama (MOU) dengan ITB di Bandung belum lama ini.

MOU tersebut ditandatangani Direktur Utama Bank BTN Maryono dan Rektor ITB Prof Dr Ir Kadarsah Suryadi DEA.

Kerja sama yang disepakati menyangkut pemanfaatan jasa dan layanan perbankan untuk pengembangan civitas akademika. Adapun ruang lingkup kerjasama meliputi pengelolaan dana operasional, pengelolaan pembayaran biaya pendidikan, tabungan untuk mahasiswa dan pegawai, kartu mahasiswa dan layanan berbasis kartu lainnya, fasilitas kredit karyawan, penyaluran dana program pemerintah, fasilitas pendukung kegiatan civitas akademika, pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan lainnya.

”Ini adalah awal untuk bagaimana kami dapat memberikan lebih banyak lagi dari apa yang dibutuhkan kampus dan kami bisa memberikan dengan layanan lebih. Sebagai mitra kerja yang strategis kami ingin memberikan pelayanan lebih kepada ITB. Kami ingin bagaimana Bank BTN dapat menjadi one stop service bagi ITB untuk kebutuhan apapun,” tegas Maryono.

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-nyi-roro-kidul/

PPDB Masih Semi Daring

  • October 3, 2019

PPDB Masih Semi Daring

PPDB Masih Semi Daring

Rasa was-was terlihat jelas di raut wajah Doni Faisal. Alumni SMPN 11 Pekanbaru

itu ikut mendaftar diri pada PPDB online melalui sekolah SMAN 6 Pekanbaru. Rasa was-was yang dirasakan Doni Faisal ini bukan tidak memiliki alasan. Dia merasa was-was karena takut tidak lulus di sekolah yang sudah menjadi pilihannya utamanya itu, karena merasa belum paham pendaftaran bagaimana cara mendaftar melalui sistem tersebut.

Sekitar pukul 08.30, Doni Faisal sudah tiba di sekolah SMAN 6 Pekanbaru, Jalan Bambu Kuning, Pekanbaru. Dia terlihat menggunakan seragam sekolah SMPN 11. Kedatangannya pagi itu tidak sendiri, melainkan didampingi oleh orangtuanya.

Sampai di depan ruang pendaftaran, Doni tidak langsung bertanya atau berkonsultasi cara pendaftaran sistem daring kepada panitia PPDB. Sepintas terkadang merasa aneh, anak sebesar itu merasa tidak berani untuk bertanya dan meminta orangtuanya yang mendaftarkan dirinya.

’’Saya tidak tahu, tidak paham daftar sistem online, bapak saya saja yang mendaftarnya

,” ungkap Doni yang sambil duduk di depan ruang pendaftaran menunggu orangtuanya.

Sementara, kedua orangtuanya justru yang paling sibuk bertanya tentang kelengkapan berkas persyaratan dan cara mendaftar sistem online yang ditakutkan anaknya. Tidak hanya Doni, pendaftaran sistem online memang masih banyak belum dipahami peserta lainnya, apalagi mereka yang berasal dari luar Kota Pekanbaru.

Berkas pendaftaran milik Doni sudah dilengkapi, mulai dari fotokopi SHUN dan fotokopi ijazah

dan surat keterangan dari sekolah lainnya. Setiap pendaftar memang perlu bersabar, tidak bisa langsung menyerahkan berkasnya.

Bersabar ikut dalam antrian terlebih dahulu. Karena ada ratusan pendaftar lainnya. Ternyata penerapan PPDB online tidak diterapkan seperti yang dibayangkan para peserta. Yakni pendaftaran dengan menggunakan komputer, setiap peserta mendaftar sendiri, tidak demikian. Contohnya seperti yang terlihat di SMAN 6 Pekanbaru, setiap peserta hanya diberikan formulir pendaftaran. Setelah mengisi data dan tiga pilihan sekolah, formulir pendaftaran disatukan dengan berkas Ijazah dan lainnya.

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-kota-bandung/

Pengukuran tegangan, Arus dan Hambatan

Pengukuran tegangan, Arus dan Hambatan

  • October 1, 2019

Pengukuran tegangan, Arus dan Hambatan

Pengukuran tegangan, Arus dan Hambatan

Multimeter

Tujuan :

1. Mahasiswa mapu melakukan pengukuran tegangan dan memahami karakteristik teganagn.

2. Mahasiswa mampu melakukan pemilihan selector pengukuran yang sesuai.

3. Mahasiswa mampu mengukur resistensi dan memahami karakteristik resistensi pada suatu bahan.

4. Mahasiswa mampu dan memahami cara memgukur arus listrik.

Dasar Teori :

Multimeter adalah sebuah alat elektronik yang mampu mengukur beberapa besaran listrik, seperti tegangan, arus listrik, dan resistensi. Multimeter Digital memiliki display numeric untuk menampilkan hasil pengukurannya. Sedangkan Multimeter Analog menampilkan hasil pengukuran dalam bentuk pergerakan jarum pada sekalanya.

Sebuah voltmeter selalu terhubung secara parallel terhadap komponen yang akan di ukur nilai tegangannya. Arus listrik yang mengalir pada volt meter akan ikut berpengaruh terhadapa keseluruhan arus dalam rangkaian, dan pada akhirnya ikut mempengaruhi nilai tegangan yang terukur. Sebuah voltmeter ideal (sempurna) memiliki nilai  resistensi yang sangat beasar (tak hingga), sehingga tidak ada arus listrik yang mengalir pada voltmeter dimana tidak mempengaruhi hasil pengukuran.

Arus listrik adalah ukuran besarnya aliran electron dalam suatu rangkaian. Arus listrik diukur dalam satuan Ampere (A). suatu cara yang untuk mengukur arus listrik adalah dengan memutuskan salah satu jalur dalam rangkaian lalu memyisipkan amperemeter secara seri dengan jalur yang di putus tadi, sehingga amperemeter menjadi salah satu bagian dalam rangkaian.

Seperti halnya sebuah voltmeter, amperemeter juga memiliki kecenderungan untukmempengeruhi besaran arus yang mengalir dalam rangkaian. Berbeda dengan sebuah voltmeter, amperemeter ideal memiliki nilai resistensi internel yang sangat kecil (mendekati 0), sehingga seolah-olah arus hanya berjalan pada seutas kabel penghubung. Bukan sebuah alat ukur.

Resitensi adalah ukuran nilai hambatan sebuah objek terhadap aliran electron. Semakin kecil nilai resistensi maka akan semakin besar electron yang dapat mengalir. Sebuah ohmmeter memiliki suplai tegangannya sendiri, sehingga sebuah rangkaian dalam kondisi menyala/terhubung ke sumber tegangan.

Prosedur :

A. Pengukuran tegangan

1. Atur posisi selector multimeter ke nilai DC-volt tertinggi yang ada pada multimeter

2. Hubungkan probe multimeter yang berwarna merah ke kutub positif baterai dan probe multimeter hitam ke kutub negative baterai.

3. Catatan nilai yang tertera pada layar multimeter beserta nilai DC-volt selector.

4. Lalu ubah posisi selector DC-volt ke nilai yang lebih rendah dan hubungan kembali ke baterai. Lalu catat nilai yang tertera pada multimeter.

5. Lakukan pengukuran nilai untuk semua posisi selector DC-volt.

1). Apa yang dapat anda analisa & simpulakn dari setiap perbedaan nilai pembacaan untuk setiap posisi selector DC-volt ?

2). Apa yang terjadi jika anda hanya menghubungkan multimeter ke satu kutub baretai saja ?

B. Pengukuran Resistensi

1. Atur posisi selector multimeter anda ke nilai resistensi yang paling besar.

2. Hubungkan multimeter probe kemasing-masing kaki resistor , lalu catat nilai resistensi yang tertera pada layar multimeter.

3. Ubah posisi kabel multimeter, lalu catat kembali nilai yang tertera pada alayar.

1).  Apa yang dapat anda analisa dan simpulkan dari proses pembalikan kabel tersebut ?

4. Buatlah gambar persegi panjang berwarna hitam dengan ukuran 2cm x 2cm pada selembar kertas.

5. Posisikan kabel multimeter kemasing-masing ujung persegi panjang yang anda buat.

6. Catat nilai resistensi yang tertera pada layar

7. Geser kedua kabel multimeter sehingga saling berdekatan pada jarak 1cm. lalu catat kembali nilai resistensi yang tertera. Geser kembali kabel multimeter sehingga berjarak  0.5 cm dan catat kembali nilai resistensinya.

1. Apa yang dapat anda anlisa dan simpulkan dari proses pengukuran tersebut ?

2. Untuk setiap jarak kabel, apakah nilai resistensinya semakin besar atau semakin kecil ?

8. Ulangi langkah nomor  5 – 7 untuk persegi panjang berukuran 2cm x 0.5cm. lalu bandingkan hasil pengukuran terhadap kedua persegi panjang tersebut.

1. Apa pengaruh luas permukaan objek terhadap nilai resistensinya?

C. Pengukuran Arus Listrik


1. Buat sebuah rangkaian lampu menggunakan kabel dan baterai. Pastikan lammpu dapat menyala sebelum memasang amperemeter.

2. Atur posisi selector multimeter ke DC-ampere.

3. Lalu putuskan jalur rangkaian tesebut pada posisi manapun  dan hubungkan kabel probe multimeter ke kedua titik yang putus tersebut.

4. Jika pembacaan ampere pada layar multimeter bernilai negative berarti arah arusnya terbalik.

5. Catat nilai arus yang terukur.

Baca Juga :

Karakteristik metodologi Berorientasi Object

  • September 30, 2019

Karakteristik metodologi Berorientasi Object

Karakteristik Metodologi Berorientasi Objek

Metodologi pengembangan system berorientasi objek ada tiga karakteristik utama, yaitu :

Encapsulation

Encapsulation (pengkapsilan) merupakan daasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang dip roses. Prosedur dan data atau fungsi atau method di kemas secara bersamaan dalam suatu objek, sehingga prosedur atau fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya. Data terlindung dari prosedur lain atau prosedur yang ada didalam objek itu sendiri.

Inheritance

Encapsulation (pengkapsilan) merupakan daasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang dip rosesEncapsulation (pengkapsilan) merupakan daasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang dip roses. Atribut dan method/fungsi dari objek induk di turunkan kepada anak objek, demikian seterusnya.

Mendefinisi objek dipakai untuk membangun suatu hirarki dari objek turunannya. Sehingga tidak perlu membuat atribut dan method lagi pada anaknya., karna sudah mewarisi sifak induknya, Inheritance mempunyai arti bahwa atribuut dan oprasi yang dimiliki bersama diantara kelas yang mempunyai hubungan secara hirarki.

Dan suatu kelas dapat ditentukan secara umum, kemudian ditentukan secara spesifik menjadi subkelas. Setiap subkelas mempunyai hubungan atau mewarisi semua sifat yang dimiliki oleh kelas induknya, dan ditambah dengan sifat yang unik yang dimiliki.

Sifat yang dimiliki oleh kelas induknya tidak perlu diulang dalam setiap subkelas. Contoh : mobil dan sepeda motor adalah subkelas dari kendaraan darat. Keduanya subkelas mewarisi sifat yang dimiliki oleh kendaraan bermotor, sebagai berikut :

•    Mempunyai mesin

•    Dapat berjalan

Kudua subkelas mempunyai sifat masing-masing yang berbeda, misalnya : jumlah roda, dan kemampuan untuk berjalan mundur yang tidak dimiliki oleh sepeda motor. Factor ini mempunyai subperkelas yang bersifat umum dan dapat dimasukan ke dalam kelas induknya srta mewarisi sifat tersebut pada kelas turunannya. Sehingga mengurangi pengulangan yang terjadi dalam desain dan pemrograman. Hal ini yang merupakan keuntungan dari system berorientasi objek.

Polymorphism

Polymorphism (polimorfisme) yaitu konsep yang menyatakan bahwa suatu yang sama dapat mempunyai bentuk dan prilaku berbeda. Polimorfisme mempunyai arti bahwa operasi yang sama mungkin mempunyai perbedaan dalam kelas yang berbeda. Operasi MOVE mungkin mempunyai perbedaan dalam kelas windows atau kendaraan bermotor. Suatu implementasi yang spesifik dari sifat polimorfisme, mungkin dapat mempunyai lebih dari suatu metoda.

Pada objek mobil, walupun minibus dan truk merupakan jenis objek mobil yang sama, namun memiliki juga perbedaan. Misalnya suara truk merupakan jenis objek mobil yang sama, namun juga memiliki juga perbedaan. Misalnya suara truk lebih keras dari pada minibus. Hal ini juga berlaku pada objek anak (child) melakukan metode yang dama dengan algoritma berbeda dari objek induknya. Hal ini yang disebut polymorphism, konsep atau teknik dasar lain adalah ruang lingkup/ pembatasan. Artinya setiap objek mempunyai ruang lingkup kelas, atribut, dan metode yang dibatasi.

Motodologi non objek menggunakan beberapa alat untuk menggambarkan model, seperti : data flow diagram, entity relationship diagram, dan structure chart. Sedangkan pada metodologi berorientasi objek menggunakan satu jenis model dari tahap analisis sampai implementasi, yaitu object diagram (diagram objek).

Data dan proses

Metodologi non objek data dan proses dianggap sebagai dua komponen yang berlainan, sedangkan padametodologi berorientasi objek data dan proses merupakan satu kesatuan, bagian dari objek.

Bahasa Pemrograman

Metode non objek di pegunakan untuk melengkapi pemrograman terstruktur pada bahasa generasi ketiga, sedangkan pada metodelogi berorientasi objek dipergunakan untuk pemrograman berorientasi objek dan bahasa generasi empat.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Pengertian Use Case Diagram dan Deskripsinya

Pengertian Use Case Diagram dan Deskripsinya

  • September 30, 2019

Pengertian Use Case Diagram dan Deskripsinya

Pengertian Use Case Diagram dan Deskripsinya

USE CASE DIAGRAM

Use case diagram ialah model fungsional sebuah system yang menggunakan actor dan use case. Use case adalah layanan (services) atau fungsi-fungsi yang disediakan oleh system untuk penggunanya (Henderi et al, 2008). Use Case adalah suatu pola atau gambaran yang menunjukan prilaku atau kebiasaan system.

Use Case Diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah system. Yang tekankan adalah “apa” yang dubuat system, dan bukan “bagaimana” sebuah use case menerangkan sebuah interaksi antar actor dengan system. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misal :login ke system, meng-create sebuah daftar belanja, dsb. Seorang sebuah actor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan system untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Use Case Diagram dapat sangat membantu bila kita sedang menyusun requitment sebuah system, mengkomunikasikan rancangan dengan klien, dan merancang test case untuk semua feature yang ada pada system. Sebuah use case yang meng-include dieksekusi secara normal. Sebuah use case dapat di-include oleh lebih dari satu use case lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsional yang common.

Sebuah use case juga dapat meng-exted use case lain dengan behavior-nya sendiri. Sementara hubungan generalisasi antar use case mennjukkan bahwa use case yang satu merupakan spesialisasi dari yang lain.

DESKRIPSI USE CASE DIAGRAM

  1. Sebuah use case adalah dimana system digunakan untuk memenuhi satu atau lebih kebutuhan pemakai.
  2. Use case merupakana awal yang sangat baik untuk setiap fase pengembangan berbasis objek, design testing, dan dokumentasi.
  3. Use case menggambarkan kebutuhan system dari sudut pandang di luar system.
  4.  Use case menentukan nilai yang diberikan system kepada pemakainya.
  5. Use case hanya menetapkan apa yang seharusnya dikerjakan oleh system, yaitu kebutuhan fungsional system.
  6. Use case tidak untuk menentukan kebutuhan nonfungsional, misal : sasaran kerja, bahasa pemrograman, dsb.


Komponen-Komponen yang terlibat dalam Use Case Diagram :

Actor

Pada dasarnya actor bukanlah bagian dari diagram, namun untuk dapat terciptanya suatu use case diagram diberikan beberapa actor dimana actor tersebut menjelaskan seseorang atau sesuatu (sperti perangkat, system lain) yang berinteraksi dengan system. Sebuah actor  mungkin hanya memberikan informasi inputan pada system, hanya menerima informasi dari system atau keduanya menerima dan member informasi pada system, actor hanya berinteraksi dengan use case tetapi tidak memiliki control atas use case. Actor digambarkan secara umum atau spesifik, dimana untuk membedakannya anda dapat menggunakan relationship.

    Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan actor tersebut terkait dengan system antara lain :

  • Yang berkepentingan terhadap system dimana adanya arus informasi baik yang diterima maupun yang dia inputkan ke system.
  • Orang ataupun pihak yang akan mengelola system tersebut.
  • External resource yang digunaka oleh system
  • System  lain yang berinteraksi dengan system yang akan dibuat

Use Case

Merupakan gambaran fungsional dari suatu system, sehingga customer atau pengguna system paham dan mengerti mengenai kegunaan system yang akan dibangun.

Cara menentukan Use Case dalam suatu system :

•    Pola prilaku perangkat lunak aplikasi

•    Gambaran tugas dari sebuah actor.

•    System atau benda yang memberikan suatu nilai kepada actor.

•    Apa yang dikerjakan oleh suatu perangkat lunak (* bukan bagaimana mengerjakannya).

Relasi Dalam Use Case

Ada beberapa relasi yang terdapat pada use case diagram

  1. Assoclation , hubungan link antar element
  2. Generalization,  disebut juga inheritance (pewarisan), sebuah elemen yang merupakan spesialisasi dari elemen lainnya.
  3. Dependency, sebuah elemen tergantung dari beberapa cara kepada elemen lainnya.
  4. Aggregation,  bentuk asosiation  dimana sebuah elemen berisi elemen lainya.

Tipe relasi yang mungkin terjadi pada use case diagram :

  1. <<include>>, yaitu sifat yang harus terpenuhi agar sebuah event dapat terjadi, dimana pada kondisi ini sebuah use case adalah bagian dari use case lainya.
  2. <<extends>>, yaitu kelakuan yang hanya berjalan dibawah kondisi tertentu seperti menggerakan alarm.
  3. <<communicates>>, ditambahkan untuk asosiasi yang menujukan asosiasinya dalah communicates association. Ini merupakan pilihan asociasi hanya tipe relationship yang di bolehkan untuk actor dan use case.

Langkah- langkah Pembuatan Use Case Diagram

ACTOR

  1. Tempatkan actor utama dipojok kiri atas, karna sebagian besar rancangan system mengutamakan pelanggan, maka actor utama pelanggan adalah nasabah, klien, siswa/mahasiswa, dsb.
  2. Gambarkan actor utama dengan Use Case
  3. Berilah nama actor dengan kata benda tunggal
  4. Actor minimal harus terhubung dengan satu Use Case.
  5. Berilah nama actor sesuai dengan perannya terhadap model bukan jabatannya.
  6. Tambahkan <<system>> pada actor berjenis system
  7. Jangan menghubungkan langsung antar actor satu dengan yang lainya (kecuali generalisasi). Actor satu dengan dengan yang lain harus terhubung melalui use case
  8. Tambahkan actor “waktu (time)”untuk system yang terjadwal otomatis.

Use Case

  1. Buatlah nama use case sejelas mungkin dan orientasikan kepada stakeholder/klien bukan peancangan system.
  2. Susunlah use case berdasarkan urutan dari atas kebawah untuk mempermudah pembacaan.

Relasi

1.    Hindari penggunaan anak panah antar actor dan use case kecuali salah satunya bersifat pasif.

2.    Gunakan <<include>> jika kita yakin suatu use case harus melibatkan use case lain

3.    Gunakan <<extend>> jika use case memungkinkan melibatkan use case lain.

4.    Gunakan <<extend>> sperlunya jika kebanyakan <<extend>> membuat diagram sulit dibaca

5.    Gunakan kata “include” dan “extend” bukannya “includes dan “extends”.

6.    Tempatkan included use case disebelah kanan use case dasar,

7.    Tempatkan extend use case dibawah use case dasar.

8.    Tempatkan generalisasi use case dibawah actor induk

9.    Tempatkan generalisasi actor dibawah induk.

10.    Hindari pembuatan use case lebih dari dua tingkat.

 

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Hibah Pendidikan untuk 4.096 Mahasiswa

  • September 23, 2019

Hibah Pendidikan untuk 4.096 Mahasiswa

Hibah Pendidikan untuk 4.096 Mahasiswa

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghibahkan dana bantuan pendidikan sebesar Rp 30 Miliar

bagi 4.096 mahasiswa dari 56 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta di Kota Bandung.

Program Bantuan Walikota Khusus (Bawaku) itu merupakan apreasiasi untuk perbaikan mutu dan kualitas pendidikan sebagai salah satu sarana peningkatan kesejahteraan.

Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil menyebutkan jika kebijakan bantuan pendidikan sudah berlangsung sejak Wali kota Bandung periode sebelumnya, Dada Rosada. Namun, pada saat itu nilainya tidak cukup besar, hanya Rp 4 Miliar. Dibawah kepemimpinannya, angka tersebut naik menjadi Rp 30 Miliar dimana rata-rata setiap mahasiswa mendapatkan Rp 4-6 juta sesuai peruntukannya seperti mahasiswa berprestasi atau kurang mampu.

”Ini menjadi kebijakan bersama antara Pemkot dan DPRD kota Bandung dalam meningkatkan mutu pendidikan,”

kata Ridwan Kamil usai acara Peluncuran Bantuan Hibah Pendidikan Bagi Mahasiswa di Gedung Sanusi, UPI Bandung, kemarin (12/12).

Bantuan dana pendidikan diharapkan bisa menaikan mutu dan kualitas kaum intelektual muda (sarjana). Sebab, prestasi pendidikan atau indeks pendidikan Kota Bandung berhasil menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia yakni diatas 90 poin.

”Semoga ini menjadi upaya kami dalam meningkatkan pendidikan sehingga orang yang berilmu

dan indeks sarjana warga Kota Bandung semakin tinggi,” lanjut Emil.

Selain dana bantuan pendidikan yang dikucurkan setiap tahun. Pemkot Bandung sudah menyiapkan beragam program lanjutan. Salah satunya, Kartu Bandung Juara untuk mengcover segala biaya bagi warga kurang mampu dengan nilai bantuan sebesar Rp 160 miliar.

”Dengan bantuan sebesar itu, setiap warga yang tidak mampu tidak hanya mendapat bantuan iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), melainkan biaya sarana dan prasaran lain semisal gratis membeli buku, tas, seragam dan sepatu,” Kata Emil.

Lebih lanjut, Emil menyebut, bantuan program pendidikan melalui Kartu Bandung Juara bahkan bisa membantu pembiayaan siswa SMA dan SMK walaupun secara kelola sudah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

 

Baca Juga :

Tularkan Pola Didik Ala Een Sukaesih

  • September 23, 2019

Tularkan Pola Didik Ala Een Sukaesih

Tularkan Pola Didik Ala Een Sukaesih

Bandung – Sebagai upaya tindak lanjut penghargaan Een Sukaesih Award (ESA) 2017,

sebanyak 27 orang nominator guru berdedikasi terbaik berdiskusi agar bisa menularkan pendidikan berbasis kasih sayang.

Diskusi yang digagas yayasan Al-Baroqah Een Sukaesih tersebut juga sebagai upaya agar penghargaan ESA 2017 tidak berhenti sebatas seremonial saja. Melainkan bisa tetap berkesinambungan dan menjadi bahan ajar bagi semua guru di berbagai daerah dan nasional.

”Kami di yayasan Al-Barokah sudah dari 2012 bersama ibu Een mendirikan yayasan. Tujuannya bagaimana kami bisa mendesiminasikan pendidikan berbasis kasih sayang, yang dicontohkan oleh ibu Een,” kata Pembina Yayasan Al-Baroqah Herman Suryatman, kepada Jabar Ekspres, baru-baru ini.

Dia memaparkan, sebanyak 27 orang penerima penghargaan ESA 2017 akan menjadi bagian

untuk menyebarluaskan pendidikan kasih sayang yang dicontohkan Een Sukaesih. Menurutnya, meski bukan PNS dan dalam kondisi fisik yang sakit, namun selama 25 tahun Een Sukaesih mampu memberikan pengajaran dengan penuh kasih sayang kepada anak didiknya tanpa pamrih.

”Setelah beliau berpulang, kami di yayasan punya tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan ibu Een. Dan sekarang ada temen-temen dari ESA yang kami ajak untuk sama-sama berjuang menjaga, mengembangkan, menyosialisasikan pendidikan berbasis kasih sayang,” kata dia lagi.

Jika melihat potret pendidikan di Indonesia hari ini, kata dia, banyak yang perlu diperbaiki.

Sebab, pendidikan hari ini terlalu administratif, numerikal, kalkulatif dan hanya mengedepankan intelektual semata. Padahal, jika dipresentasekan hanya 20 persen saja hard skill mampu mengantarkan anak didik sukses karena 80 persennya adalah soft skill yang dibangun dengan kasih sayang.

”Kasih sayang ini kan luput dari perhatian kita ya, padahal kasih sayang menjadi kunci antara guru dengan anak, orangtua dengan anak maupun juga dengan masyarakat. Ini yang akan kita buatkan formatnya, kita buat silabusnya yang tepat untuk kita sosialisasikan kepada masyarakat, terutama untuk guru-guru,” urainya.

Dikatakan Herman, pihaknya juga akan menyelenggarakan workshop untuk melakukan standarisasi dan inovasi pembelajaran yang berbasis kasih sayang. Namun, dirinya perlu memperbaiki aturan pendidikannya terlebih dahulu untuk selanjutnya didiskusikan bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Harapannya, bias diseminasikan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Cek Kompetensi Hanya Hitungan Menit

  • September 23, 2019

Cek Kompetensi Hanya Hitungan Menit

Cek Kompetensi Hanya Hitungan Menit

Aplikasi Sekolah Juara (Sakoja) yang diciptakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung

meraih penghargaan Kita Harus Belajar (Kihajar) 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sistem ini tergolong hebat. Bisa mengecek hasil ujian dan kompetensi dasar siswa dalam hitungan menit saja. Padahal, dulu, bisa sebulan dua bulan.

ANDY RUSNANDY, Bandung

DR BAMBANG Ariyanto terkejut. Dahinya bekernyit. Dia bertanya kepada stafnya

. Menanyakan data kompetensi siswa dan sekolah dua tahun silam.

Para staf kalang kabut. Mencari data ke sana ke mari. Gudang, laci, dan lemari diobrak-abrik. Tapi tak ditemukan. ”Aneh, dinas tak memiliki data itu,” kata Bambang keheranan.

Rasa herannya semakin menjadi. Pertanyaannya belum terjawab. Dia mencoba berpikir keras. Mendalami tugasnya sejak dipindah ke Disdik Kota Bandung Januari 2017 lalu. Di mana data tersebut disimpan. Atau memang sebenarnya tidak ada. ”Jika tidak ada, lantas selama ini ngerjain apa,” tanyanya.

Ia tak lantas menyalahkan pegawai. Pria yang ditugasi sebagai Kasi Kurikulum SMP ini

mencari solusi. Diskusi sana sini. Dengan kepala dinas, teman sejawat, dan para ahli. Hingga akhirnya ia bertemu dengan tim TIK Kota Bandung yang ahli di bidang informasi dan teknologi (IT). ”Relawan inilah yang akhirnya menjadi penentu adanya aplikasi Sakoja,” tuturnya.

Namanya juga relawan. Tidak dibayar. Begitu pun ketika mereka diminta untuk membuat aplikasi Sakoja. Namun, jauh hari sebelum pembuatan sistem, Bambang keliling sekolah. Menyerap permasalahan dari guru di sejumlah sekolah. Masalahnya sama. Yaitu kesulitan membuat analisa dan tindak lanjut pembelajaran.

”Jarang dilakukan guru karena prosesnya sulit, rumit dan membutuhkan waktu yang lama,” tegasnya.

Sejumlah sekolah di Kota Bandung banyak yang sudah berbasis IT. Sayangnya, tidak ada satu pun yang terkoneksi dengan dinas. Dampaknya, ketika dinas memerlukan data, atau sekolah melaporkan data, sangat sulit. ”Terutama data akademik,” ucapnya.

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Alang-Alang Malang

  • September 21, 2019

Alang-Alang Malang

Alang-Alang Malang

Tiang yang menjulang tinggi menembus awan
Mencuri perhatian setiap hati
untuk memandangnya
Hanyalah sebuah alang-alang
yang bergoyang tertiup angin kering
Mencintainya dengan jiwa yang suci

Hanyalah alang-alang malang yang belajar
untuk melupakan
Meniupkan melodi kesedihan yang tertanam
Belajar untuk membenci, agar tiada lagi
cinta yang membekas

Tiang yang menjulang tinggi
Tampak angkuh menatap alang-alang
Meremehkan jiwa yang rapuh
Hampir patah menunggunya berpaling

“Tataplah aku! Pandanglah aku!”
Aku ada di sini
Kan setia melihatmu selalu
tak bisa menggapaimu”

Baca Juga :

ANALISIS

  • September 21, 2019

ANALISIS

ANALISIS

Seperti yang dikemukakan oleh Wilhelm Dilthey mengenai teori hermeneutiknya dimana kehidupan itu adalah suatu mafhum (komprehensi) metafisika, kehidupan adalah suatu kekuatan yang menjelaskan keinginan-keinginan perasaan (emosi) dan ruh, dan ini dipahami dengan pengalaman. Kehidupan adalah suatu rentetan berkesinambungan dan yang lewat menyambungkan yang sekarang; dan horizon masa datang menggiring kita ke arahnya. Seperti dalam ceritera pewayangan yang selalu bercerita mengenai pesan – pesan moral. Namun, temuan penelitian ini menunjukkan adanya indikasi pergeseran yang disebabkan karena penyesuaian terhadap berbagai perubahan yang terjadi mulai dari cara pementasan wayang kulit dulu dengan sekarang. Serta yang meliputi pergeseran seperti peristiwa pertunjukan, waktu, penonton, konten, dan ruang, dimana perbedaan ini pada akhirnya mengakibatkan munculnya pergeseran makna ruang dalam suatu pementasan wayang kulit Jawa. Hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya pandangan orang terhadap sebuah pertunjukan kesenian tradisional yang menyangkut dalam konteks waktu pertunjukan wayang kulit dulu dan pertunjukan wayang kulit sekarang.
Agaknya kebudayaan Jawa yang syarat akan nilai-nilai etika, termasuk di dalamnya pakem – pakem pementasan wayang kulit Jawa, ternyata lebih dari sekedar sistem nilai yang pada akhirnya berpengaruh kepada seluruh bidang kehidupan. Sistem nilai tersebut ternyata juga dapat diwujudkan dalam bentuk fisik. Pergeseran makna ruang pertunjukan dari system nilai yang terjadi seiiring dengan perkembangan jaman tersebut juga berpengaruh terhadap perubahan dalam bentuk fisik, khususnya dalam penelitian ini melihat pergeseran makna ruang pertunjukan wayang kulit Jawa.
Namun pada zaman sekarang ini terjadi pola perubahan. Seni pertunjukan wayang yang awalnya masih mengutamakan nilai-nilai adiluhung, kini telah bergeser dan mengalami pendangkalan mutu. Pertunjukan wayang yang kini cenderung ‘melayani’ selera pasar sebagai sarana hiburan sehingga estetikanya terabaikan.
Di beberapa daerah bahkan sering terjadi kerusuhan di kalangan para penontonnya yang suka mabuk-mabukan. Tampilnya para penyanyi dangdut dan campursari yang biasanya masih muda dan cantik-cantik sering menjadi pemicu keonaran penonton preman yang hanya ingin berhura-hura. Mereka tidak segan-segan mengancam dalangnya untuk segera mulai dengan acara dangdutan dan memaksa para penyanyi tampil dengan berdiri di tengah arena. Sering juga terjadi tawuran antarkelompok dan sampai mengakibatkan korban jiwa.
Pelayanan selera pasar tidak saja terbatas di tempat pergelaran, tetapi juga merambah ke siaran televisi. Penampilan dalang yang diselingi dengan hiburan lawakan dan lagu-lagu pop sering kebablasan bahkan ikut juga merusak mutu seni pedalangan. Memang dengan cara penayangan di televisi seperti itu jumlah penonton bisa mencapai ratusan ribu dan inilah yang diharapkan oleh para pengusaha dengan pemasangan iklan di televisi.
Tidaklah tertutup kemungkinan pergelaran wayang di televisi menjadi lahan bisnis yang bisa meraup keuntungan cukup besar. Namun demikian, dampak negatifnya sebagai sebuah pelecehan kesenian adiluhung sama sekali tidak menjadi perhatiannya. Menghadapi begitu besar dan beratnya persaingan dalam konteks komersial, para dalang yang mumpuni dalam penguasaan seni pedalangan sering tidak berdaya untuk menolak pihak penanggap yang menginginkan acara pergelaran wayang hanya dilihat dari kacamata “hura-hura”. Akibatnya pertunjukan wayang lebih berat pada hiburannya dibandingkan dengan fungsi pendidikan moralnya.

Seperti yang dikemukakan oleh James Scott mengenai teori Mekanisme Survival. Dimana mungkin strategi para Dalang dalam memberikan tarif yang mahal hanya dengan alasan untuk membiayai kebutuhan hidup para dalang serta keluarganya. Sehingga harga yang ditawarkan untuk sekali pementasan pagelaran wayang kulit sebegitu mahalnya.
Kalau saja para empu yang dengan penuh pengabdian jiwanya pada seni pewayangan bisa menyaksikan rusaknya pergelaran wayang seperti itu, bisa dibayangkan betapa hancur luluh perasaannya. Padahal ketika menciptakan karya seni pewayangan, meliputi bentuk wayangnya, karawitannya, gubahan ceritanya yang sarat dengan nilai-nilai filsafat serta seni yang serba adiluhung, sikap jiwanya dalam berkarya senantiasa mendekatkan jiwanya dengan Sang Maha Pencipta. Dengan sikap jiwa dan pengabdian secara total itulah tercipta seni adiluhung. Kita sebagai pewaris budaya seharusnya bisa melestarikannya, mengembangkan dan mengagungkannya, dan tidak malah melecehkannya.

Sumber : https://downloadapk.co.id/