Gradasi Bangkitkan Gairah Kesenian Tradisional

  • October 29, 2019

Gradasi Bangkitkan Gairah Kesenian Tradisional

Gradasi Bangkitkan Gairah Kesenian Tradisional

SMP Negeri 14 Bogor mengadakan Pentas Seni Gala Kreasi dan Aksi Siswa (Gradasi)di sekolahnya,

kemarin. Kegiatan yang dibuka Kepala Seksi Kesiswaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Teddy Kusnadi itu bertujuan untuk memberikan wadah bagi siswa SMP di bidang seni dan menggairahkan kembali kesenian tradisional.

Teddy berharap kegiatan ini terus berkembang dan berlanjut. Tidak hanya diikuti internal SMPN 14

, tapi juga terbuka untuk umum, khususnya siswa SD di Kelurahan Situgede. “Dengan mengundang siswa SD berbakat, diharapkan para siswa kelak bisa masuk ke SMP Negeri 14 Bogor lewat jalur prestasi di bidang kesenian,” katanya.

Menurut Teddy, gelaran ini menjadi bukti para siswa SMPN 14 mampu belajar untuk bekerja sama

dalam tim dalam satu even sekolah. Ke depan, disdik berharap sekolah lain di Kota Bogor bisa membantu para siswa menyalurkan dan mewujudkan aspirasi dan apresiasi para siswa. ”Berilah wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakatnya dalam mencintai seni tradisional. Ini merupakan proses persiapan bagi mereka untuk menjadi orang yang berkarakter, kompetensi dan bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 14 Bogor, Ajat Sudrajat, menjelaskan, acara Gradasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta kepada kesenian Indonesia, menyalurkan bakat dan minat terhadap kesenian dan melatih keberanian serta rasa saling menghargai. “Acara ini merupakan bagian dari apresiasi terhadap seringnya SMPN 14 memenangi banyak kejuaraan seni di ajang Lomba Pasanggiri, sehingga meraih predikat juara umum,” pungkasnya

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

SDN Ciparigi Tingkatkan Kompetensi Guru

  • October 29, 2019

SDN Ciparigi Tingkatkan Kompetensi Guru

SDN Ciparigi Tingkatkan Kompetensi Guru

Profesionalisme guru di SDN Ciparigi Kota Bogor terus ditingkatkan. Mengingat tugas pokok guru

adalah mendidik, mengajar dan melatih serta melakukan pembinaan, sehingga para guru mempunyai kompetensi yang berkaitan dengan mendidik, mengajar dan melatih peserta didik. ”Dengan kompetensi itu, kami bisa menilai apakah guru di sekolah ini berkualitas atau tidak. Jadi, kami terus meningkatkan kompetensi yang harus dimiliki guru, yakni kompetensi paedagogik, kepribadian, sosial dan kompetensi profesional,” beber Kepala SDN Ciparigi, Sri Prihatiningsih, kemarin.

Menurut dia, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap 18 guru dan seorang tenaga kependidikan

di sekolah ini perlu dilakukan. Sebab, itu memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai kebutuhan, bakat dan minat setiap individu. Tapi harus sesuai kondisi yang dibutuhkan di sekolah yang memiliki 486 siswa ini.

Di samping itu, juga untuk memenuhi kebutuhan fisiologis akan jaminan keamanan, sosial,

pengakuan dan penghargaan serta kesempatan mengembangkan diri. ”Jadi, bila pengembangan profesi guru terus dilakukan pasti akan menghasilkan mutu pendidikan yang optimal, khususnya di sekolah ini,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://voi.co.id/

Cara Kerja Jaringan Wireless

  • October 24, 2019

Cara Kerja Jaringan Wireless

Cara Kerja Jaringan Wireless

Bagaimana ya caranya agar sebuah computer dapat berhubungan dengan computer lainnya?? Dengan tidak memakai kabel ataupun bersentuhan langsung secara fisik. Jawabannya adalah Wireless Network (Jaringan Wireless).

Berikut ini adalah penjelasan mengenai bagaimana cara kerja Jaringan Wireless

Di awal telah dijelaskan bahwa untuk menghubungkan sebuah computer yang satu dengan yang lain, maka diperlukan adanya Jaringan Wireless. Menurut sebuah buku yang bersangkutan, supaya komputer-komputer yang berada dalam wilayah JaringanWireless bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, dari dan ke sesamanya, maka ada tiga komponen dibutuhkan, yaitu:

  1. Sinyal Radio (Radio Signal).
  2. Format Data (Data Format).
  3. Struktur Jaringan atau Network (Network Structure).

Masing-masing dari ketiga komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan fungsinya. Kita mengenal adanya 7  Model Lapisan OSI (Open System Connection), yaitu:

  1. Physical Layer (Lapisan Fisik)
  2. Data-Link Layer (Lapisan Keterkaitan Data)
  3. Network Layer (Lapisan Jaringan)
  4. Transport Layer (Lapisan Transport)
  5. Session Layer (Lapisan Sesi)
  6. Presentation Layer (Lapisan Presentasi)
  7. Application Layer (Lapisan Aplikasi)

Masing-masing dari ketiga komponen yang telah disebutkan di atas berada dalam lapisan yang berbeda-beda. Mereka bekerja dan mengontrol lapisan yang berbeda. Sebagai contoh: Sinyal Radio (komponen pertama), bekerja pada physical layer, atau lapisan fisik. Lalu Format Data atau Data Format mengendalikan beberapa lapisan diatasnya. Dan struktur jaringan berfungsi sebagai alat untuk mengirim dan menerima sinyal radio.

Lebih jelasnya, cara kerja wireless LAN dapat diumpakan seperti cara kerja modem dalam mengirim dan menerima data, ke dan dari internet. Saat akan mengirim data, peralatan-peralatan Wireless tadi akan berfungsi sebagai alat yang mengubah data digital menjadi sinyal radio. Lalu saat menerima, peralatan tadi berfungsi sebagai alat yang mengubah sinyal radio menjadi data digital yang bisa dimengerti dan diproses oleh komputer.

Baca Juga :

Perkembangan telematika dan trend

  • October 24, 2019

Perkembangan telematika dan trend

Perkembangan telematika dan trend

Komputer telah banyak melahirkan banyak bidang baru, salahsatu diantara bidang itu adalah telematika. Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis yaitu telematique yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Para praktisi menyatakan bahwa Telematics adalah singkatan dari Telecommunication and Informatics sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai the new hybrid technology yang lahir karena perkembangan teknologi digital.

Perkembangan telematika saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pada segi hardware, telah banyak bermunculan produk-produk IT muktahir yang lebih kecil, cepat dan efisien dengan format-format unik yang berbeda. Misalnya saja teknologi perakitan prosesor, telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih kecil sehingga memudahkan keleluasaan bagi penggunanya serta yang tidak kalah penting adalah tersedianya akses hotspot dimana-mana sehingga hampir setiap orang dapat mengaksesnya. Murahnya jasa penyedia layanan internet pun menjadikan perkembangan telematika semakin cepat. Hal ini membuat menjamurnya warung-warung penyedia jasa layanan internet dimana-mana. Akses masyarakat terhadap internet pun semakin mudah, kini masyarakat Indonesia dapat dengan mudah mengakses internet kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul, mesin dengan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di indonesia. Jadi dengan adanya teknologi manusia maka akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.

Sumber : https://earlraytomblin.com/

Faktor Perancangan HUD

  • October 24, 2019

Faktor Perancangan HUD

Faktor Perancangan HUD
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan ketika merancang sebuah HUD, yaitu:
♣ Bidang penglihatan – Karena mata seseorang berada di dua titik berbeda, mereka melihat dua gambar yang berbeda. Untuk mencegah mata seseorang dari keharusan untuk mengubah fokus antara dunia luar dan layar HUD, layar adalah “Collimated” (difokuskan pada tak terhingga). Dalam tampilan mobil umumnya terfokus di sekitar jarak ke bemper.
♣ Eyebox – menampilkan hanya dapat dilihat sementara mata pemirsa dalam 3-dimensi suatu daerah yang disebut Kepala Motion Kotak atau “Eyebox”. HUD Eyeboxes modern biasanya sekitar 5 dengan 3 dari 6 inci. Hal ini memungkinkan pemirsa beberapa kebebasan gerakan kepala. Hal ini juga memungkinkan pilot kemampuan untuk melihat seluruh tampilan selama salah satu mata adalah di dalam Eyebox.
♣ Terang / kontras – harus menampilkan pencahayaan yang diatur dalam dan kontras untuk memperhitungkan pencahayaan sekitarnya, yang dapat sangat bervariasi (misalnya, dari cahaya terang awan malam tak berbulan pendekatan minimal bidang menyala).
♣ Menampilkan akurasi – HUD komponen pesawat harus sangat tepat sesuai dengan pesawat tiga sumbu – sebuah proses yang disebut boresighting – sehingga data yang ditampilkan sesuai dengan kenyataan biasanya dengan akurasi ± 7,0 milliradians.

Muhadjir: Sekolah Swasta Harus Berbenah

  • October 23, 2019

Muhadjir: Sekolah Swasta Harus Berbenah

Muhadjir Sekolah Swasta Harus Berbenah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, meminta masing-masing

pemerintah daerah (pemda) berlaku bijaksana kepada sekolah swasta di wilayahnya. Ia tak ingin sekolah swasta mengalami kekurang­an siswa.

”Bagaimana supaya sekolah swasta yang masih dimungkinkan ikut ambil bagian dalam mencerdaskan bangsa ini juga diberi kebijakan khusus,” katanya.

Muhadjir menjelas­kan salah satu yang dapat dilakukan pemda, yakni memper­hatikan keberadaan sekolah swasta

dalam redistribusi siswa. Sekolah swasta memiliki risiko untuk ditutup jika jumlah siswa yang mendaftar pada tahun ajaran baru hanya mencapai dua orang.

”Ya harus tutup dan ini risiko. Makanya saya wanti-wanti kepada sekolah swasta agar berbenah.

Segera tingkatkan kualitas dan harus memiliki keunggulan tertentu, sehingga bisa menjadi pilihan orang tua untuk menyekolahkan anaknya,” ungkap Muhadjir.(

 

Baca Juga :

Tiga Hari Semua Siswa Ikuti MPLS Serentak

  • October 23, 2019

Tiga Hari Semua Siswa Ikuti MPLS Serentak

Tiga Hari Semua Siswa Ikuti MPLS Serentak

Tiga hari berturut-turut, sekolah di Kota Bogor serentak bakal meng­gelar Masa Pengenalan Ling­kungan Sekolah

(MPLS), baik tingkat SMP, SMA maupun SMK negeri maupun swasta.

MPLS yang sebelumnya di­kenal dengan sebutan Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD) merupakan se­buah kegiatan yang dilaksana­kan sekolah jelang awal tahun pelajaran sebagai tradisi me­nyambut kedatangan peserta didik baru. Kepala SMP Ne­geri 9 Kota Bogor, Achmad Buchori, menjelaskan, seluruh sekolah negeri maupun swas­ta akan mulai melakukannya pada Senin (15/7) selama tiga hari. “MPLS ini sebagai ajang melatih ketahanan mental siswa, disiplin dan mempere­rat tali persaudaraan antar­siswa baru dengan siswa lama sebagai seniornya,” katanya.

Tak hanya itu, MPLS juga di­gelar sebagai bentuk perkenalan siswa terhadap lingkungan sekolah

dan kegiatan ekstra­kurikuler. Termasuk pengenalan sesama siswa baru, siswa baru dan seniornya dan siswa baru dengan guru serta karyawan di sekolah. Sementara Kepala SMP Negeri 15 Kota Bogor, Endang Mina, menjelaskan, kegiatan MPLS ini akan diisi dengan penampilan ekstraku­rikuler yang dilakukan di seko­lah oleh siswa-siswi lama. Ia juga memastikan kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan anak-anak OSIS dengan didampingi guru sebagai pengawas, asisten dan pemantau kegiatan MPLS. “Para siswa baru diharapkan akan berminat dengan bebe­rapa kegiatan organisasi mau­pun kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah” kata Endang.

Tak hanya itu, kegiatan MPLS juga dilaksanakan di SMP Ne­geri 4 Kota Bogor. Beberapa kegiatan

yang dilakukan meli­puti diskusi kependidikan, termasuk ceramah yang disam­paikan guru maupun narasum­ber dan kepolisian. “Kita akan isi acara MPLS ini dengan mendatangkan penceramah dari kepolisian, di mana siswa baru akan diberikan pembe­kalan tentang bahaya penya­lahgunaan narkotika, termasuk bahaya dan risiko serta huku­man dari tawuran antarsiswa,” terang Kepala SMP Negeri 4 Kota Bogor, Wawan.

Wawan menambahkan, be­berapa materi yang akan disam­paikan kepada siswa-sisiwi baru selama MPLS selain materi penampilan kegiatan ekstra­kurikuler, juga akan diberikan materi pengenalan Wawasan Wiyata Mandala, Kepramu­kaan, Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, Cara Belajar Efektif, Pendidikan Karakter Siswa, Tata Krama Siswa, Pengenalan Kurikulum serta Pembinaan Mental Siswa. “Semoga dengan diberikannya materi tentang hukum, siswa akan punya nalar dan rasa takut untuk melakukan hal negatif. Jadi, ke depan siswa-siswi baru akan lebih konsen­trasi belajar dengan nyaman, menuntut ilmu di SMP Negeri 4,” katanya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/3XKR6YR

Mapel Kewarganegaraan akan Disempurnakan

  • October 23, 2019

Mapel Kewarganegaraan akan Disempurnakan

Mapel Kewarganegaraan akan Disempurnakan

Pemben­tukan sikap menjadi salah satu konsentrasi Menteri Pen­didikan dan Kebudayaan

(Mendikbud), Muhadjir Ef­fendy, dalam membangun karakter siswa.

Untuk itu, ia akan menyem­purnakan mata pelajaran (mapel) pendidikan kewar­ganegaraan dengan penana­man nilai-nilai Pancasila. Menurut dia, cara ini bisa membentuk sikap siswa men­jadi insan pancasilais.

”Kita sempurnakan mata pelajaran yang sekarang ber­nama PPKN itu.

Jadi setelah kita evaluasi ketika dulu ma­ta pelajaran Pendidikan Mo­ral Pancasila (PMP) kita sa­tukan dengan kewarganega­raan menjadi tidak fokus. Terutama dalam hal pema­haman yang mendalam ten­tang Pancasila,” ujar Muhad­jir.

”Kemudian guru lebih fokus pada penyajian pelajaran berupa pengetahuan bukan dalam arti pembentukan sikap

, yaitu rencana itu akan kita pisah pelajaran kewargane­garaan dan pendidikan Pan­casila, dan Pancasila betul-betul pada penanaman nilai berarti ke arah sikap karakter insan Pancasilais,” lanjutnya.

Mata pelajaran ini rencana­nya dilaksanakan pada tahun ajaran baru, sekaligus dilihat pula kesiapan guru peng­ampu mata pelajaran.

”Kami dari Kemendikbud berharap di tahun ajaran baru sudah dilaksanakan dan kita lihat juga kesiapan para guru,” katanya

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/3R25WYF

JENIS PROFESI DIBIDANG IT

  • October 17, 2019

JENIS PROFESI DIBIDANG IT

JENIS PROFESI DIBIDANG IT
Systems Analysts
Job Descriptions:
1. Memperluas atau memodifikasi sistem untuk melayani tujuan baru atau meningkatkan alur kerja.
2. Menguji, memelihara, dan memantau program komputer dan sistem, termasuk koordinasi instalasi program komputer dan sistem.
3. Mengembangkan, dokumen dan merevisi prosedur desain sistem, prosedur pengujian, dan standar kualitas.
4. Menyediakan staf dan pengguna dengan membantu memecahkan masalah komputer terkait, seperti malfungsi dan masalah program.
5. Meninjau dan menganalisa hasil print-out komputer dan indikator kinerja untuk menemukan masalah kode, dan memperbaiki eror dengan mengkoreksi kode.
6. Berkonsultasi dengan manajemen untuk memastikan kesepakatan pada prinsip-prinsip sistem.
7. Berunding dengan klien mengenai jenis pengolahan informasi atau perhitungan kebutuhan program komputer.
8. membaca manual, berkala, dan mereport secar teknis untuk belajar bagaimana mengembangkan program yang memenuhi kebutuhan staf dan pengguna.
9. Mengkoordinasikan dan menghubungkan sistem komputer dalam sebuah organisasi untuk meningkatkan kompatibilitas dan sehingga informasi bisa dibagi.
10. Menentukan software atau hardware komputer yang diperlukan untuk mengatur atau mengubah sistem.

 

2. Database Administrators
Job Descriptions:
1. Menguji program atau database, memperbaiki kesalahan dan membuat modifikasi yang diperlukan.
2. Memodifikasi database dan sistem manajemen database yang ada.
3. Merencanakan, mengkoordinasikan dan melaksanakan langkah-langkah keamanan untuk melindungi informasi dalam file komputer terhadap kerusakan, pemodifikasian atau akses yang tidak sah.
4. Bekerja sebagai bagian dari tim proyek untuk mengkoordinasikan pengembangan database dan menentukan lingkup proyek dan keterbatasan.
5. Menulis dan mengkode deskripsi database secara fisik dan logis dan menentukan pengidentifikasi dari database untuk sistem manajemen atau orang lain secara langsung dalam pengkodean deskripsi.
6. Melatih user dan menjawab pertanyaan-pertanyaan.
7. Menentukan pengguna dan tingkat akses pengguna untuk setiap segmen dari database.
8. Menyetujui, menjadwal, merencanakan, dan mengawasi pemasangan dan uji coba produk baru dan perbaikan sistem komputer seperti instalasi database baru.
9. Meninjau permintaan proyek, menggambarkan database user untuk memperkirakan waktu dan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.
10. Mengembangkan standar dan pedoman untuk membimbing penggunaan dan perolehan perangkat lunak dan untuk melindungi informasi yang rentan

IT Forensic (Detectiv Cyber)

  • October 17, 2019

IT Forensic (Detectiv Cyber)

IT Forensic (Detectiv Cyber)

IT Forensik adalah penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software atau tools untuk memelihara, mengamankan dan menganalisa barang bukti digital dari suatu tindakan kriminal yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.

Kita tahu banyak sekali kasus di dunia IT computer, dan pada umumnya kita sebagai orang awam kesusahan untuk membuktikan telah terjadinya penyalahgunaan sistem kita oleh orang lain. Lain halnya dengan pihak kepolisian yang saat ini telah berbenah diri untuk dapat mengungkap kasus demi kasus di dunia cyber dan komputer ini.

Komputer forensik, suatu disiplin ilmu baru di dalam keamanan komputer, yang membahas atas temuan bukti digital setelah suatu peristiwa keamanan komputer terjadi. Komputer forensik akan lakukan analisa penyelidikan secara sistematis dan harus menemukan bukti pada suatu sistem digital yang nantinya dapat dipergunakan dan diterima di depan pengadilan, otentik, akurat, komplit, menyakinkan dihadapan juri, dan diterima didepan masyarakat. Hal ini dilakukan oleh pihak berwajib untuk membuktikan pidana dari tindak suatu kejahatan. Maka saat ini menjadi seorang detective tidak hanya didunia nyata tapi juga didunia cyber. Coba kita bayangkan seorang hacker telah berhasil masuk ke system kita atau merubah data kita, baik itu menyalin, menghapus, menambah data baru, dll, Susah untuk kita buktikan karena keterbatasan alat dan tools. Dengan metode computer forensic kita dapat melakukan analisa seperti layaknya kejadian olah TKP….

Apa saja peralatan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang detective cyber ini ?

Yang pasti peralatan standar polisi seperti, rompi anti peluru, dll, namun tidak seperti polisi biasa seperti pasukan khusus atau penjinak bom, detektif cyber ini atau forensic dunia digital ini dilengkapi dengan peralatan lain seperti hardware dan software tertentu, dan yang pasti mereka mengerti dan menguasai OS tertentu, misal Windows, Linux atau OS lain. Dari segi hardware dilengkapi dengan lampu senter, laptop, kamera digital dan computer forensics toolkit.

Hardware disini bisa berupa sebuah computer khusus seperti FREDM (Forensics Recovery of Evidence Device, Modular), FRED (Forensics Recovery of Evidence Device) FREDDIE (Forensics Recovery of Evidence Device Diminutive Interrogation Equipment).

Tool hardware lain seperti ;

  • Hardisk kapasitas besar (minimal 250 GB)
  • IDE ribbon cable
  • Boot Disk atau utility akusisi data
  • Laptop IDE 40 pin adapter
  • IDE Disk ekternal write protector
  • Kantong plastic anti-static
  • Label untuk barang bukti

Software khususnya ;

  • Forensics Data seperti : En case, Safe Back, Norton Ghost
  • Password Recovery toolkit
  • Pembangkit data setelah delete : WipeDrive dan Secure Clean
  • Menemukan perubahan data digital : DriveSpy
  • dll

Apa yang harus dilakukan oleh seorang forensics atau detective ini setelah penyitaan barang bukti ?

Prosedurnya hampir sama dengan yang biasa pada kepolisian namun ada beberapa hal yang menjadi catatan, yaitu ;

  • dilengkapi surat perintah sita dan menunjukan apa yang akan disita
  • metode penyimpanan, pengantar dan penjagaan barang bukti harus terjamin.
  • penyitaan biasanya tidak hanya computer tapi bisa juga peralatan lain yang dapat meyimpan data dan sebagai alat   komunikasi data, mis : mesin fax, telpon hp, printer, PDA, DVD rec, camera digital mesin fotocopy, dll
  • kita tidak boleh melakukan booting pc atau laptop tersebut, kita harus membuat image restorenya atau raw datanya.
  • Jangan pernah menyalin, menulis bahkan menghapus data yang ada di disk tersangka walaupun itu termasuk file yang tidak penting
  • Kita harus dapat menelaah dan menganalisa terhadap barang bukti
  • Catatlah sebuah temuan, perubahan, dan kegiatan yang kita lakukan
  • Lakukan percobaan berulang kali dan pastikan hasilnya sama

Tadi dibilang dalam langkah setelah penyitaan adalah kita tidak boleh melakukan booting pada mesin tersebut, mengapa dan lantas gimana kita mengetahui isi dari hardisknya ? OK maksudnya kenapa kita ngak boleh boot dari mesin korban karena bisa saja pada saat kita boot dari hardisknya, tersangka telah membuat semacam script yang apabila kita melakukan boot tidak dengan cara yang dibuatnya maka isi dari seluruh hardisk nya akan hancur alias terhapus. Atau bisa saja pada saat di boot maka struktur file dan system OS nya berubah secara total, karena setiap OS cenderung mempunyai karakteristik masing-masing.

Nah agar kita aman dan tidak merusah data yang ada didalam hardisk mesin tersebut, kita dapat melakukan berbagai cara, diantaranya telah menjadi standar adalah dengan membuat raw image copy dari hardisk tersangka, dengan jalan mencabut hardisk dan memasangkannya pada IDE (ATA) port ke computer forensic kita. Pada proses ini kita harus ekstra hati-hati karena bisa saja secara tidak sengaja kita menghapus filenya, maka kita memerlukan suatu alat disebut sebagai IDE HARDWARE BASED BLOCK WRITE BLOCKER seperti dari FireFly.

Untuk memindahkan datanya tanpa menganggu file tersangka kita dapat menggunakan Norton Ghost atau encase untuk menyalin datanya agar dapat kita pelajari lebih jauh, intinya Norton ghost dan Encase membuat restore datanya. Analisa terhadap barang bukti bertujuan untuk membentuk petunjuk yang ada, mengidentifikas tersangka, format data, pengembangan barang bukti mengrekontruksi kejahatan yang dilakukan dan mengumpulkan lebih banyak data. Data yang didapat mungkin saja mengarah ke IP address tertentu, nama-nama file yang ada, system name, jenis file dan isinya, software yang terinstall, motif, cara dan tools lain yang digunakan dapat kita ungkap. Format data harus menjadi perhatian kita karena ada banyak system yang standar sampai yang non standar, data yang terkompresi, dienkrpsi biasanya data yang menjadi perhatian adalah data yang telah dihapus atau sengaja disembunyikan dengan metode enkripsi tertentu.

Computer forensics sangat berhubungan dengan pembuktian fakta maupun interpretasi, fakta dikumpulkan dan didokumentasi, sedangkan interpretasi bersifat subyektif, untuk itu kebenaran harus dapat diturunkan daro eksperiman.

Sumber : https://fascinasiansblog.com/