Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

  • September 14, 2019

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Sejarah “penyelidikan, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian”) adalah studi tentang masa lalu, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia.

Dalam bahasa Indonesia sejarah babad, hikayat, riwayat, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Ini adalah istilah umum yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian informasi mengenai peristiwa ini.

Istilah ini mencakup kosmik, geologi, dan sejarah makhluk hidup, tetapi seringkali secara umum diartikan sebagai sejarah manusia. Para sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah atau sejarawan. Peristiwa yang terjadi sebelum catatan tertulis disebut Prasejarah.

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

  • J.V. Bryce

Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

  • W.H. Walsh

Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

  • Patrick Gardiner

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

  • Roeslan Abdulgani

Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

  • Moh. Yamin

Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

  • Ibnu Khaldun (1332-1406)

Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

  • R. Moh. Ali

Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:

  • Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
  • Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
  • Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Catatan Sejarah

Ahli sejarah mendapatkan informasi mengenai masa lampau dari berbagai sumber, seperti catatan yang ditulis atau dicetak, mata uang atau benda bersejarah lainnya, bangunan dan monumen, serta dari wawancara (yang sering disebut sebagai “sejarah penceritaan”, atau oral history dalam bahasa Inggris).

Untuk sejarah modern, sumber-sumber utama informasi sejarah adalah: foto, gambar bergerak (misalnya: film layar lebar), audio, dan rekaman video. Tidak semua sumber-sumber ini dapat digunakan untuk penelitian sejarah, karena tergantung pada periodeyang hendak diteliti atau dipelajari. Penelitian sejarah juga bergantung pada historiografi, atau cara pandang sejarah, yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Metode Kajian Sejarah

Ahli-ahli sejarah terkemuka yang membantu mengembangkan metode kajian sejarah antara lain: Leopold von Ranke, Lewis Bernstein Namier, Geoffrey Rudolf Elton, G. M. Trevelyan, dan A. J. P. Taylor. Pada tahun 1960an, para ahli sejarah mulai meninggalkan narasi sejarah yang bersifat epik nasionalistik, dan memilih menggunakan narasi kronologis yang lebih realistik.

Sumber :

Pengertian Sistem Informasi Secara Umum

Pengertian Sistem Informasi Secara Umum

  • September 14, 2019

Pengertian Sistem Informasi Secara Umum

Pengertian Sistem Informasi Secara Umum

Sistem Informasi

Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan kegiatan dari orang-orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah ini sering sistem informasi yang digunakan mengacu pada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi.

Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan teknologi komunikasi (ICT), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi dalam mendukung proses bisnis.

Tidak ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, komputer dan ICT sistem, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.

Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan / atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi dan / atau layanan khusus bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.

Dengan demikian, sistem informasi saling terkait dengan sistem data di satu sisi dan pada aktivitas sistem lainnya. Sistem informasi adalah suatu bentuk sistem komunikasi di mana data direpresentasikan dan diproses sebagai bentuk memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung pengambilan keputusan dan tindakan.

Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi organisasi dan informatika.

Sistem informasi ini diselenggarakan dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data untuk mengumpulkan, mengubah, dan mendistribusikan informasi dalam sebuah organisasi.

Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, kegiatan manajerial dan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Sistem informasi adalah sub-sistem kumpulandari fisik baik fisik maupun non saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan dari mengolah data menjadi informasi yang berguna.

Komponen Sistem Informasi

Komponen SI dalam prosedur yang berkaitan dengan prosedur manual dan prosedur berbasis komputer dan standar untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna. Suatu prosedur adalah urutan langkah-langkah yang diambil untuk menyelesaikan satu atau lebih kegiatan pengolahan informasi.

Pengolahan informasi ini bisa dilakukan oleh pengguna, atau kombinasi dari pengguna dan staf IT. Sebuah bisnis terdiri dari berbagai prosedur logis yang digabungkan untuk membentuk suatu sistem. Sebagai contoh sistem yang umumnya ada dalam sebuah organisasi adalah sistem penggajian, personil, akuntansi, dan gudang.

Ini terdiri dari komputer, instruksi, fakta yang tersimpan, manusia dan prosedur.

SI dapat dikategorikan dalam empat bagian:

  • Sistem Informasi Manajemen
  • Sistem Pemrosesan Transaksi
  • Sistem Informasi Eksekutif
  • Sistem pendukung keputusan

Kampus dengan jurusan Sistem Informasi di Indonesia

Beberapa kampus di Indonesia telah menawarkan Jurusan Sistem Informasi baik setara D3, D4, S1 dan S2. Beberapa diantaranya adalah

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (S1, S2)
  • Universitas Indonesia (S1)
  • Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (S1)
  • Universitas Telkom (S1)
  • Universitas Bakrie (S1)

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli

  • September 14, 2019

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli

Sistem informasi manajemen atau SIM adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.

Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.

Pengertian Sistem Informasi manajemen Menurut Para Ahli

  • Bodnar dan Hopwood ; buku Accounting Information System : Kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data dalam bentuk informasi yang berguna.
  • Turban, McLean, dan Waterbe ; buku Information Technology for Management Making Connection for Strategies Advantages : Sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
  • L. James Havery ; Sistem merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan atau merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.
  • Ludwig Von Bartalanfy ; Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
  • O’brien ; Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam transformasi yang teratur.
  • Azhar Susanto ; Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.

Tujuan Umum

  • Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
  • Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  • Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

Proses Manajemen

Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

  1. Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
  2. Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
  3. Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

Menurut Francisco, Proses Manajemen adalah suatu proses Penukaran terhadap nilai dan jasa

Bagian Sistem Informasi Manajemen

SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:

  • Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
  • Sistem informasi analisis software
  • Sistem informasi akademik (academic information systems), menyediakan informasi tentang proses pendidikan yang sedang berjalan di suatu akademi/sekolah/perguruan.
  • Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
  • Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
  • Sistem informasi personalia (personal information systems).
  • Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
  • Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
  • Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
  • Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
  • Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
  • Sistem informasi Rumah Sakit (Hospital information systems).
  • Sistem informasi teknik (engineering information systems).

Sumber : https://filehippo.co.id/

Macam-Macam Softskill

Macam-Macam Softskill

  • September 12, 2019

Macam-Macam Softskill

Macam-Macam Softskill

1.      Inisiatif

Inisiatif adalah satu tema pernyataan yang saat ini sedang saya alamatkan kepada diri sendiri. Inisiatif dekat hubungannya dengan kepeloporan. Para pelopor adalah pribadi-pribadi yang memiliki kekuatan inisiatif kerja yang menembus ruang-ruang waktu.Inisiator seringkali mengawali kerjanya dari kritik terhadap realitas. Terlebih ketika mereka melihat adanya jarak yang menjeda antara cita-cita dengan karakter zaman.

2.      Kemauan

Kemauan” adalah kata kunci dari segala sukses Punya bakat dan ilmu tidak akan membuat kita sukses. Keinginan harus disertai dengan tindakan untuk mewujudkannya. Bukan hanya sekedar ingin tetapi harus mau dan berusaha memperjuangkannya.

3.      Komitmen

sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan maupun keterbatasan lahiriah… karena ketika kita berani mengikatkan diri dalam sebuah komitmen, kita telah ‘mati’ terhadap kepentingan diri sendiri.

4.      Motivasi

sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut.

5.      Kreativitas

proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada.
Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif (kadang disebut pemikiran divergen) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan,tindakan membuat sesuatu yang baru.

6.      Komunikasi
suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya.

7.      Berfikir kritis
suatu aktifitas kognitif yang berkaitab dengan
penggunaan nalar. Belajar untuk berpikir kritis berarti menggunakan
proses-proses mental, seperti memperhatikan, mengkategorikan, seleksi, dan menilai/memutuskan.

8.      Mandiri
melakukan perencanaan hidup dengan baik, bertanggung jawab, dgn sadar akan resiko setiap melakukan sesuatu, dan tanpa campur tangan orang lain. Mandiri juga berarti mengetahui dan memahami mana yang benar dan yang salah, jadi bisa menentukan sikap dengan berlandaskan pemikiran dan pengetahuan sendiri, tanpa *dibumbui atau dipengaruhi* orang lain. Mandiri itu pada intinya tidak mudah minta belas kasihan pada orang lain.

9.      Integritas diri
Suatu pemahaman tentang terwujudnya perkembangan yang seimbang dan sinergis atas berbagai dimensi diri.
Terwujudnya perkembangan diri pribadi secara utuh, tanpa satu pun aspek atau dimensi yang terabaikan.
Adanya perhatian yang seimbang, tepat dan proporsional terhadap semua dimensi diri.

10.  Disiplin

kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang mengharuskan orang untuk tunduk kepada keputusan, perintah dan peraturan yang berlaku. Dengan kata lain, disiplin adalah sikap menaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan tanpa pamrih. Ada beberapa karakter yang dapat dibentuk berkat Disiplin:
1. Lebih bertanggung jawab,
2. Lebih tegar dalam menghadapi segala situasi kondisi
3. Lebih menghargai orang lain dan waktu.
4. Tidak mudah berputus asa (menyerah)
5. Melatih kejujuran


Baca Artikel Lainnya:

Pakaian Adat Bali

Pakaian Adat Bali

  • September 12, 2019

Pakaian Adat Bali

Pakaian Adat Bali

Pakaian adat Bali merupakan salah satu pakaian adat yang unik dan bervariasi. Pakaian adat bali memiliki keagungan dan citra tersendiri. Dari pakaian adat yang dikenakan, dapat diketahui status ekonomi dan perkawinannya.
Pakaian adat bali dikenakan oleh laki-laki dan perempuan. Setidaknya terdapat tiga jenis pakaian adat yang biasa dikenakan masyarakat Bali. Pertama, pakaian untuk acara keagamaan. Kedua, pakaian untuk acara perkawinan. Ketiga, pakaian untuk sehari-hari.

Contohnya pemakaian sanggul oleh perempuan Bali ketika ke pura. Remaja putri memakai sanggul/pusung gonjer sendangkan perempuan dewasa yang sudah menikah mengenakan sanggul/pusung tagel.

Pakaian adat Bali yang paling mewah adalah Busana Agung. Pakaian ini biasanya dikenakan saat rangkaian acara potong gigi atau perkawinan.
Ada beberapa variasi dari Busana Agung dilihat dari tempat, waktu, dan keadaan. Kain yang digunakan dalam pakain adat Bali yang satu ini adalah wastra wali khusus untuk upacara atau wastra putih sebagai simbol kesucian. Tapi, tak jarang pula kain dalam pakaian adat Bali ini diganti dengan kain songket yang sangat pas untuk mewakili kemewahan atau prestise bagi pemakainya.
Sedangkan untuk kaum laki-laki Bali selain mengenakan kain tersebut sebagai pakaian adat Bali mereka juga mengenakan kampuh gelagan atau biasa disebut dodot yang dipakai hingga menutupi dada.
Sementara, perempuan Bali sebelum mengenakan Busana Agung biasanya menggunakan kain lapis dalam yang disebut sinjang atau tapih untuk mengatur langkah wanita agar terlihat anggun.
Pakaian adat Bali selain mempunyai nilai keindahan, tapi di dalamnya juga tersimpan nilai – nilai  filosofis dan simbolik yang tersembunyi dalam bentuk, fungsi, serta maknanya. Itulah sebabnya dalam pakaian adat Bali dihiasi oleh berbagai ornamen dan simbol yang mempunyai arti tersindiri.

Kelengkapan Pakaian Adat Bali

Kelengkapan pakaian adat Bali terdiri dari beberapa item. Item tersebut antara lain kamen untuk pria, songket untuk pria dan wanita, udeng untuk pria dan sanggul lengkap dengan tiaranya untuk wanita. Disamping itu laki-laki Bali menyematkan keris, sedangkan wanita membawa kipas sebagai pelengkapnya.

Filosofi Pakaian Adat Bali

Pakaian adat Bali memiliki nilai filosofi yang dalam. Filosofi pakaian adat Bali dalam hampir sama dengan kebanyakan pakaian adat daerah lain dalam beberapa hal, akan tetapi karena Bali juga merupakan salah satu tempat yang sudah mendunia dan disakralkan, maka filosofi pakaian adat Bali kini menjadi penting dalam eksistensinya. Pakaian adat Bali mempunyai standardisasi dalam kelengkapannya.
Pakaian adat Bali lengkap umumnya dipakai pada upacara adat/keagamaan atau upacara perayaan besar. Sedangkan pakaian adat madya dipakai saat melaksanakan ritual sembahyang harian atau saat menghadiri acara yang menggembirakan seperti contohnya ketika pesta kelahiran anak, kelulusan anak, sukses memperoleh panen, atau penyambutan tamu.
Filosofi pakaian adat Bali pada dasarnya bersumber pada ajaran Sang Hyang Widhi, yakni Tuhan yang diyakini memberikan keteduhan, kedamaian dan kegembiraan bagi umat Hindu yang mempercayainya.
Setiap daerah memiliki ornamen berbeda yang memiliki arti simbolis dalam pakaian adatnya masing-masing. Meskipun demikian, pakaian adat Bali pada dasarnya adalah sama, yakni kepatuhan terhadap Sang Hyang Widhi. Pakaian ini juga seringkali dipakai untuk membedakan tingkat kasta, yang merupakan buatan manusia itu sendiri. Di hadapan Maha Pencipta, manusia semua adalah sama derajatnya. Selain sebagai wujud penghormatan kepada sang pencipta, pakaian adat Bali merupakan suatu bentuk penghormatan kepada pengunjung/tamu yang datang. Ini adalah sesuatu yang umum, mengingat jika anda sebagai tamu maka akan merasa terhormat jika disambut oleh pemilik rumah yang berpakaian bagus dan rapi.

Sumber:

https://kelasips.co.id/

Mengenal Kucing Hutan Norwegia

Mengenal Kucing Hutan Norwegia

  • September 12, 2019

Mengenal Kucing Hutan Norwegia

Mengenal Kucing Hutan Norwegia

Kucing Hutan Norwegia (Norwegian Forest Cat/NFC) adalah salah satu ras kucing yang berkembang secara alami. Ras kucing ini berasal dari daerah yang bernama Norway, sehingga sering juga disebut Norway atau Skogkatt (kucing hutan). Nenek moyang kucing ini tidak diketahui secara pasti, diduga berasal dari hutan-hutan di daerah Nowegia dan Skandinavia

Kucing Norway sering muncul dalam dongeng-dongeng Norwegia. Disebutkan, Norway adalah kucing yang umum dipelihara keluarga bangsa Viking. Pada awal abad ke-16 NFC dideskripsikan sebagai kucing dengan badan besar, kaki panjang, buku ekor tebal dan mempunyai bulu pada ujung telinga seperti antena. Seperti nenek moyangnya yang mahir menangkap ikan di danai dan sungai, kucing Norway juga menyukai air. Pada beberapa cerita dongeng mereka disebut sebagai kucing peri.
NFC yang kita kenal sekarang ini merupakan hasil breeding yang nenek moyangnya telah mengalami seleksi oleh alami. Hanya kucing yang kuat dengan bulu tebal dan anti air  yang mampu bertahan di hutan Norway dengan iklim yang tidak bersahabat. Sekarang ini Kucing Norway cukup populer terutama di Skandinavia. Di Indonesia pun telah ada breeder yang mengembangbiakkan ras kucing ini.

Sesuai dengan iklim daerah asalnya, bulu kucing ini akan semakin panjang pada musim dingin dan mulai rontok pada musim semi. Kucing dewasa mempunyai bulu disekitar tengkuk dan leher yang tebal. Kucing dengan warna gelap cenderung mempunyai bulu yang lebih pendek dibandingkan dengan kucing berwana terang atau warna putih. Pola warna pun beragam seperti kucing lainnya kecuali warna-warna point seperti pada himalaya dan siam. Tidak seperti ras persia, norway tidak memerlukan banyak grooming (penyisiran).


Sumber:

https://rumahkucing.co.id/

SD Inpres Piru Terima Kunjungan Sekolah Mitra

  • September 7, 2019

SD Inpres Piru Terima Kunjungan Sekolah Mitra

SD Inpres Piru Terima Kunjungan Sekolah Mitra

Penandatanganan MOU antara SD Inpres 1 Piru dan SD INpres Latta Kota Ambon

Piru, Tribun-Maluku.com : SD Inpres 1 Piru kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat menerima kunjungan mitra sekolah yaitu dari SD Inpres Lata kota Ambon, Jumat (20/11).

Kunjungan ini, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, proses pembelajaran, pengelolaan manajemen sekolah, keterampilan siswa dan program Sekolah Bersih dan Sehat (SBDS) di sekolah,

Rombongan SD Inpres Latta disambut dengan meriah oleh dewan Guru dan para siswa SD Inpres 1 Piru, dimana Penjemputan dilakukan oleh Kepala Sekolah Ny. S kakiasina, S.Pd didampingi suami Louhatapessy Hengky beserta dewan guru di dermaga feri penyeberangan Waipirit pukul 09.00 Wit.

Setibanya rombongan di kota Piru, disambut oleh siswa-siswi SD Inpres 1 Piru dengan totobuang dan tarian cakalel, kemudian rombongan juga di sambut dan diarahkan menuju lokasi sekolah menggunakan kain putih yang melambangkan kain gandong dengan panjang 20 meter.

Dalam sambutan yang disampaikan kepala Sekolah SD Inpres Latta, Simon Kippuw, S.Pd, mengatakan merasa bangga karena sambutan yang di lakukan oleh SD Inpres 1 Piru sangat luar biasa.

“Saya merasa bangga karena saya tidak menyangka sambutan yang dilakukan begitu meriah oleh siswa maupun dewan guru yang ada di SD Inpres 1 Piru ini,” kata Simon.

Dikatakannya, kehadiran dirinya bersama rombongan yang di rencanakan berada di SD Inpres 1 Piru selama dua hari (20-21/11) bukan sebagai kegiatan melancong tetapi SD Inprtes Latta hadir dengan berbagai kegiatan diantaranya melakukan kerjasama MOU dalam bidang pendidikan untuk kedua sekolah, membagi pengalaman Manajemen Administrasi dan kemampuan siswa dalam mengelola sampah daur ulang.

Dijelaskannya, kerjasama yang yang dilakukan telah berjalan kurang lebih tiga tahun

namun baru secara resmi di lakukan MOU bagi kedua sekolah.

“Perjalanan ini sudah berjalan selama tiga tahun dan kita telah lakukan kegiatan – kegiatan yang merupakan sekolah bersih dan sehat dan juga administrasi yang perlu di tingkatkan dalam bidang pendidikan dan hal ini tidak terlepas dengan Prestasi siswa pada pendidikan dan keterampilan,” jelasnya.

Ditambahkannya, dalam dewasa ini pemerintah melihat bahwa pendidikan lebih bermutu

dan lebih bermanfaat di seluruh bidang apapun perlu dilihat bersama maka dengan adanya kerjasama ini dapat melihat kemampuan pada anak maupun guru dan kemampuan dari sekolah sehingga pada waktu kedepan perlu ditingkatkan.

Dia berharap dengan adanya MOU yang telah di buat dapat terlaksana bukan tahun ini saja, tetapi dapat berjalan terus walaupun di kemudian hari terjadi pergantian kepemimpinan di sekolah masing-masing, sehingga menjadi hal ini dapat menjadi inspirasi untuk cita –cita penerus bangsa yang akan datang.

Sementara itu kepala sekolah SD Inpres 1 Piru, Ny. S Kaisina, S.Pd mengatakan bersama seluruh dewan guru dan siswa menyambut baik dan merasa bangga dengan kunjungan yang dilakukan oleh SD Inpres Latta.

Menurut Kaisina, hal ini merupakan sesuatu yang sangat berharga dan perlu dikembangkan

, karena kegiatan ini merupakan suatu kegiatan yang dapat membangun pendidikan dari berbagai bidang dan juga kebersamaan.

“Kami sebagai tuan rumah, merasa sangat bangga dan menjadi satu nilai tambah yang perlu di kembangkan dan bukan saja di hari ini tetapi terus berkelanjutan juga, pada kegiatan ini bukan kegiatan seperti biasanya tetapi Membangun mitra untuk bagaimana kita saling berbagi pengalaman terkhusus dalam bidang pendidikan dan lebih khusus dalam bidang keterampilan,” kata Kaisina.

Salah satu kegiatan yang sangat menarik yang di berikan oleh SD inpres Latta yaitu Kegiatan Daur Ulang Sampah. Pada kegiatan ini siswa maupun guru di ajarkan bagai mana mengelola sampah menjadi sesuatu barang jadi yang mempunyai suatu nilai tambah.

“Saya sebagai kepala sekolah sangat bangga dan berterima kasih karena yang akan kita dapatkan dari SD Inpres Latta yaitu kegiatan daur ulang dan ini sangat bermanfaat,” bebernya.

Kegiatan ini, tambahnya, menjadi edukasi bagi SD Inpres 1 Piru karena dalam perjalanan tugas masih masih banyak kekurangan, sehingga kehadiran SD Inpres 1 Latta sebagai salah satu sekolah di kota Ambon yang telah memiliki banyak pengalaman dapat membatu dalam hal membagi pengalaman sehingga kedepan SD Inpres 1 Piru bisa berbenah dan bisa sama lebih baik dari saat ini.

Dalam kunjungan sekolah mitra yang dilakukan ini SD Inpres 1 Piru bersama SD Inpres Latta, melakukan penanaman pohon dilingkungan sekolah sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekolah yang hijau dan sehat.

 

Baca Juga :

3 Kebijakan Poltek Ambon Untuk Raih Lulusan Berkualitas

  • September 7, 2019

3 Kebijakan Poltek Ambon Untuk Raih Lulusan Berkualitas

3 Kebijakan Poltek Ambon Untuk Raih Lulusan Berkualitas

Guna mencapai lulusan sarjana Politeknik Negeri Ambon yang berkualitas bahkan bertaraf Internasional,

maka ada beberapa kebijakan yang harus disiapkan yakni; Pembenahan struktur organisasi, Perbaiki kurikulum disetiap jenjang dan Memperbaiki kualitas dosen.

Demikian disampaikan Direktur Politeknik Negeri Ambon M. V. Putuhena, ST. MT kepada wartawan diruang kerjanya Senin (16/11).

Dikatakan, tiga kebijakan ini kedepan akan menjadi prioritas Politeknik Negeri Ambon, setelah dirinya terpilih kembali dan akan dilantik untuk memimpin Politeknik yang kedua kalinya, periode 2015-2020.

Untuk para dosen pembenahannya menjadi prioritas

dan dosen di Politeknik Ambon rata-rata telah memiliki kualifikasi Strata Dua (S2) dengan presentasi mencapai 199 persen, sedangkan dosen yang S3 sebanyak 5 orang, disamping yang sedang melanjutkan studi S3 sebanyak 15 orang.

Diharapkan, seluruh dosen dan tenaga kependidikan lainnya dapat mendidik mahasiswa, termasuk akhlak dan moral mereka guna kedepan menghadapi pasar bebas.

Selain itu di Politeknik Ambon sudah ada program Diploma Empat yaitu;

Administrasi Bisnis Terapan, Teknik Informatika, Manajemen Proyek Konstruksi, sementara Teknik Jalan dan Jembatan sementara menunggu SK Menteri Pendidikan Nasional.

Ditambahkan, tahun 2015 ini Politeknik Negeri Ambon berhasil mewisuda 372 Diploma Tiga (D3) terdiri dari 5 Jurusan masing-masing; Teknik Sipil 67 orang, Teknik Mesin 32, Teknik Elektro 77, Administrasi Niaga 52 dan Akuntansi 144 orang

 

Sumber :

https://vhost.id/sejarah-hiroshima-dan-nagasaki/

Nilai UN Sebagai Penentu Masuk Bursa Kerja

  • September 7, 2019

Nilai UN Sebagai Penentu Masuk Bursa Kerja

Nilai UN Sebagai Penentu Masuk Bursa Kerja

Penetapan Kemendikbud soal kelulusan untuk SMA dan SMK

, maka untuk Maluku posisinya berada dikisaran 55,15 persen. Artinya sebagai aplikasi tidak berintegritas, sedangkan yang berintegritas adalah 44,85 persen, sehingga menunjukan pengelolaan pendidikan di Maluku masih terjadi ketidak jujuran.

Penegasan ini disampaikan Kepala Dinas P dan K Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si dalam arahannya didepan 22 peserta Rapat Koordinasi Program SMK Tahun 2016, yang diikuti 11 kabupaten/kota se-Maluku, di Marina Hotel selasa (24/11).

Dikatakan, kelulusan SMK di Maluku untuk tahun 2015 sangat menggembirakan

, dimana presentasi kelulusan 99,98 persen dan ini ditentukan oleh tempat pendidikan, namun jika ditentukan melalui Ujian Nasional (UN), maka kategori yang tidak lulus terutama mata pelajaran Matematika, sebanyak 2.974 siswa dengan presentasi 60-80 persen dari 4.812 siswa SMK yang ikuti ujian.

Kebijakan Kemendikbud adalah; bagi mereka yang tidak lulus UN diwajibkan mengulang untuk memperbaiki nilai, karena bagi siswa yang akan masuk bursa kerja salah satu penentu yakni nilai Ujian Nasional(UN).

Untuk itu kepada orang tua murid yang anaknya tidak lulus ujian khusus SMK

, harus mengikuti ujian susulan dan kesempatan ini jangan disia-siakan.

Presiden dan Wakil Presiden (Jokowi-JK) mencanangkan revolusi mental sebagai manusia baru lewat sekolah, dan ada 5 hal pembentukan karakter yaitu; Setiap hari Senin harus dilakukan upacara bendera, Siswa sebelum masuk ruangan harus berdoa, 3 kali Senam dalam seminggu, Siswa dan komponen sekolah bertanggung jawab menjaga masing-masing sekolah selain piket, dan Wajib membaca selama 15 menit sebelum proses belajar mengajar.

Diharapkan, peserta Rakor dapat menganalisa program yang tepat sehingga tidak mubazir dan membutuhkan kualitas.(

 

Sumber :

https://vhost.id/sejarah-singkat-walisongo/

Elemen Laporan Keuangan

  • September 3, 2019

Elemen Laporan Keuangan

Elemen Laporan Keuangan

Transaksi dicatat ke akun-akun, sesuai dengan definisi elemennya. Elemen laporan keuangan dipisah menjadi 2. Elemen yang menunjukkan posisi keuangan (ada di laporan neraca), dan elemen yang menunjukkan kinerja (ada di laporan laba rugi).

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

1. Aset

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai entitas sebagai hasil dari transaksi di masa lalu, dan memiliki manfaat ekonomik di masa depan.

Dari definisi ini dapat ditarik beberapa poin penting elemen aset:

  • Sumber daya ekonomi: Artinya, segala sumber daya ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh entitas merupakan aset. Sumber daya ini tidak hanya yang berwujud namun juga takberwujud. Contohnya:
      • Berwujud: Gedung, Kas, Persediaan, Bahan Habis Pakai, Investasi (jika entitas membeli surat2 berharga/aset keuangan).
      • Takberwujud: Lisensi yang dibeli, Paten yang dibeli, Hak Cipta yang dibeli, franchise yang dibeli-dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan.
      • Dikuasai entitas: Artinya, suatu aset hanya cukup dikuasai secara substansi ekonomi, tidak harus dimiliki secara hukum (berdasar prinsip substance over form – substansi ekonomi mengungguli bentuk hukum). Contoh: Perusahaan X memiliki mobil secara hukum, tetapi mobil ini disewakan ke PT Y selama umur ekonomiknya (mobil depresiasi 5 tahun, disewa 4 tahun). Jadi, yang mencatat aset (aset sewa) adalah PT.Y.
    • Sebagai hasil dari transaksi di masa lalu: Aset dikuasai entitas karena berasal dari transaksi di masa lalu. Sebagai contoh: didapat dari pembelian (gedung, mobil, persediaan, lisensi, paten), dari penjualan (kas, piutang), didapat dari transaksi pemberian (hibah).
    • Memiliki manfaat ekonomik di masa depan: Manfaat ekonomik ini artinya dapat menghasilkan aliran masuk kas di masa depan (baik langsung maupun tak langsung). Contoh: piutang (nanti kalau sudah dibayar akan menghasilkan kas), gedung (jika digunakan untuk kegiatan administratif atau operasi akan menghasilkan aliran masuk kas). Kas (jika dimanfaatkan untuk membeli persediaan atau hal-hal lain, dapat menghasilkan aliran masuk kas secara tidak langsung)

Pada umumnya di Indonesia, aset disajikan di Laporan Posisi Keuangan berdasar urutan kelancarannya. Walaupun hal ini bukan merupakan aturan yang wajib. Kelancaran ini dilihat dari seberapa mudah aset dikonversi menjadi kas/setara kas. Aset lancar adalah aset yang dikuasai entitas sampai satu periode pelaporan (1 tahun kurang), contoh: kas (perputaran uang sangat cepat, bisa jadi harian), piutang jangka pendek (piutang yang jangka pelunasannya sampai 1 tahun), persediaan (perputaran persediaan barang dagangan juga cepat). Aset tidak lancar adalah aset yang dikuasai entitas sampai lebih dari satu periode pelaporan (lebih dari satu tahun). Aset tidak lancar dibedakan menjadi berwujud dan takberwujud. Berwujud contohnya gedung (dikuasai lebih dari satu tahun), mobil. Takberwujud contohnya lisensi, hak cipta, paten.

 

2. Liabilitas

Liabilitas adalah kewajiban masa kini entitas yang muncul dari kejadian di masa lalu yang akan mengakibatkan aliran keluar manfaat ekonomik di masa depan.

Dari definisi ini dapat ditarik beberapa poin penting elemen liabilitas yaitu:

  • Kewajiban masa kini: Artinya, liabilitas itu merupakan kewajiban yang ada saat ini, untuk dilunasi di masa mendatang (pada saatnya, atau pada saat jatuh temponya). Contoh: utang usaha (sekarang kita punya kewajiban untuk melunasinya di masa depan).
  • Muncul dari kejadian di masa lalu: artinya, kewajiban ini muncul karena kejadian transaksi di masa lalu. Misalnya, membeli mobil kredit (berarti sekarang kita punya utang untuk melunasi pembelian mobil).
  • Mengakibatkan aliran keluar manfaat ekonomik di masa depan: artinya, kewajiban ini harus dilunasi di masa mendatang, menggunakan sumber daya ekonomik yang dimiliki. Misalnya, pelunasan kredit mobil menggunakan kas, pelunasan utang bank dengan penyerahan gedung (misalnya tidak punya uang).
    • Bisa jadi, pada saat pelunasan, entitas tidak memiliki cukup dana atau aset lain yang bisa digunakan untuk melunasi. Dalam hal ini, entitas bisa melakukan penukaran kewajiban dengan ekuitas. Caranya dengan mengkonversi utang menjadi saham. (tadinya utang ke kreditor, diubah jadi utang ke pemilik). Contoh ini terjadi pada perusahaan aviasi Mandala tahun 2011.

3. Ekuitas

Ekuitas adalah hak residual pemilik atas aset entitas (atau disebut aset bersih). Penjelasannya melalui persamaan akuntansi: Aset = Liabilitas + Ekuitas. Liabilitas dipindah ke ruas kiri, maka Aset – Liabilitas = Ekuitas.

Aset yang sudah dikurangi dengan kewajiban-kewajiban ke kreditor menghasilkan aset bersih. Ibaratnya, kewajiban ke kreditor dilunasi dengan aset, sisanya adalah aset bersihnya. Aset bersih ini = ekuitas.

Dalam persamaan akuntansi, terlihat bahwa ekuitas yang merupakan hak pemilik atas aset ini urutannya setelah liabilitas (aset = liabilitas + ekuitas). Artinya, hak pemilik atas aset ini harus setelah dikurangi pengembalian ke kreditor. Sehingga ekuitas adalah hak residual pemilik atas aset.

Dari sisi perusahaan, terdapat perbedaan antara kewajiban ke kreditor (liabilitas), dan kewajiban ke pemilik (ekuitas). Kewajiban ke kreditor, pokok pinjamannya akan dilunasi. Sehingga, pada saat pelunasan utang akan habis. Sedangkan kewajiban ke pemilik, pokok pinjamannya (modal) tidak akan hilang, karena setoran pinjaman dari pemilik ini menunjukkan porsi kepemilikan. Pemilik meminjami perusahaan yang baru berdiri dengan uangnya. Pinajaman ini adalah modal yang diserahkan pemilik. Nanti, perusahaan akan mengembalikan ke pemilik dalam bentuk pengembalian ke pemilik (untuk PT dalam bentuk dividen, untuk perusahaan perorangan dalam bentuk prive).

Ketika perusahaan mengembalikan ke pemilik, tentu saja porsi setoran pemilik dalam ekuitas jangan sampai berkurang. Misalnya, setor sejumlah Rp10.000, maka jika pemilik ingin mendapat hasil Rp1000, jangan sampai Rp1.000 ini mengambil dari Rp10.000 yang disetorkan. Rp1.000 ini harusnya diambilkan dari saldo laba (laba/rugi dari laporan laba rugi yang sudah masuk di ekuitas). Jadi, misalnya setor Rp10.000, perusahaan selama tahun berjalan menghasilkan saldo laba Rp5.000, maka jika pemilik ingin mendapat pengembalian dari pinjamannya, pengembalian ini diambilkan dari saldo laba Rp5.000. Konsep ini disebut sebagai konsep pemeliharaan modal (capital maintenance). Artinya, perusahaan harus dapat memelihara modal yang disetorkan oleh pemilik. Pemeliharaan modal ini dalam bentuk fisik (physical capital maintenance) atau keuangan (financial capital maintenance). Perbedaannya dari cara melihatnya.

Pemeliharaan fisik adalah, jika di awal pemilik menyetorkan ke perusahaan kemampuan untuk menghasilkan barang sejumlah 10.000, maka jika pemilik mau menikmati hasil setorannya, maka pengambilan ini jangan sampai mengurangi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang 10.000.

Pemeliharaan keuangan adalah, jika di awla pemilik menyetorkan ke perusahaan Rp10.000, maka jika pemilik mau menikmati hasil setorannya, maka pengambilan ini jangan sampai mengurangi setoran keuangan Rp10.000.

Penghitungan ekuitas dalam laporan perubahan ekuitas adalah sebagai berikut:

Ekuitas Awal (dari periode sebelumnya) + Setoran Modal Tambahan (jika pemilik menambah setoran) – Pengembalian ke Pemilik (dividen atau prive) + Saldo Laba (dari laba rugi).

Dari perhitungan dalam perubahan ekuitas, dapat disimpulkan bahwa ekuitas tidak sama dengan modal. Walaupun dalam persamaan dasar, ekuitas = modal (capital). Namun setelah entitas berkinerja, ekuitas = modal + saldo laba.

Kinerja (Laporan Laba Rugi)

Kinerja adalah kegiatan berupaya untuk mendapatkan hasil. Upaya ini disebut Beban (Expense), hasilnya adalah Pendapatan (Revenue). Selisih antara Beban dan Pendapatan adalah laba/rugi.

1. Pendapatan

Pendapatan adalah sumber pemerolehan dana yang berasal dari kegiatan usaha baik rutin (pendapatan) maupun nonrutin (untung).

Pendapatan dikelompokkan menjadi:

–          Pendapatan rutin

  • Pendapatan rutin dari kegiatan operasi (penjualan barang dagangan, pendapatan jasa)
  • Pendapatan rutin dari kegiatan nonoperasi (pendapatan bunga bank)

–          Pendapatan nonrutin

  • Untung (misalnya untung penjualan aset tetap – karena tidak setiap periode kita bisa menjual aset tetap, dll).

2.  Biaya (Expense – berdasar PSAK 1: Beban)

Biaya adalah penggunaan sumber daya yang berasal dari kegiatan usaha baik rutin (biaya) maupun nonrutin (rugi).

Biaya dikelompokkan menjadi:

–         Biaya rutin

  • Biaya rutin dari kegiatan operasi (biaya usaha, kos barang terjual/COGS)
  • Biaya rutin dari kegiatan nonoperasi (biaya administrasi, biaya asuransi, biaya gaji)

–          Biaya nonrutin

  • Rugi (misalnya rugi penjualan aset tetap – karena tidak setiap periode kita bisa menjual aset tetap, dll).