Nilai UN Sebagai Penentu Masuk Bursa Kerja

  • September 7, 2019

Nilai UN Sebagai Penentu Masuk Bursa Kerja

Nilai UN Sebagai Penentu Masuk Bursa Kerja

Penetapan Kemendikbud soal kelulusan untuk SMA dan SMK

, maka untuk Maluku posisinya berada dikisaran 55,15 persen. Artinya sebagai aplikasi tidak berintegritas, sedangkan yang berintegritas adalah 44,85 persen, sehingga menunjukan pengelolaan pendidikan di Maluku masih terjadi ketidak jujuran.

Penegasan ini disampaikan Kepala Dinas P dan K Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si dalam arahannya didepan 22 peserta Rapat Koordinasi Program SMK Tahun 2016, yang diikuti 11 kabupaten/kota se-Maluku, di Marina Hotel selasa (24/11).

Dikatakan, kelulusan SMK di Maluku untuk tahun 2015 sangat menggembirakan

, dimana presentasi kelulusan 99,98 persen dan ini ditentukan oleh tempat pendidikan, namun jika ditentukan melalui Ujian Nasional (UN), maka kategori yang tidak lulus terutama mata pelajaran Matematika, sebanyak 2.974 siswa dengan presentasi 60-80 persen dari 4.812 siswa SMK yang ikuti ujian.

Kebijakan Kemendikbud adalah; bagi mereka yang tidak lulus UN diwajibkan mengulang untuk memperbaiki nilai, karena bagi siswa yang akan masuk bursa kerja salah satu penentu yakni nilai Ujian Nasional(UN).

Untuk itu kepada orang tua murid yang anaknya tidak lulus ujian khusus SMK

, harus mengikuti ujian susulan dan kesempatan ini jangan disia-siakan.

Presiden dan Wakil Presiden (Jokowi-JK) mencanangkan revolusi mental sebagai manusia baru lewat sekolah, dan ada 5 hal pembentukan karakter yaitu; Setiap hari Senin harus dilakukan upacara bendera, Siswa sebelum masuk ruangan harus berdoa, 3 kali Senam dalam seminggu, Siswa dan komponen sekolah bertanggung jawab menjaga masing-masing sekolah selain piket, dan Wajib membaca selama 15 menit sebelum proses belajar mengajar.

Diharapkan, peserta Rakor dapat menganalisa program yang tepat sehingga tidak mubazir dan membutuhkan kualitas.(

 

Sumber :

https://vhost.id/sejarah-singkat-walisongo/