Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka

Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka

  • March 10, 2020

Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka

Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka
Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka

Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka kepada Allah

Didalam konsep yang pertama ini Allah memberitakan kepada kita bahwa bila penduduk suatu negeri ingin mencapai kemakmuran dalam hidupnya, maka hendaklah ia bermaksiat dan durhaka kepada Allah, maka Allah akan bukakan pintu-pintu kesenangan dan kemakmuran padanya, sebagaimana firman Allah Ta`ala dalam surat Al An`am (42-45):

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Pada ayat diatas, Allah Ta`ala memberitakan bahwa dahulu kala terdapat ummat-ummat yang mereka itu durhaka kepada Allah, kemudian disebabkan oleh kedurhakaan mereka itu Allah pun menimpakan adzab dalam bentuk cobaan kepada mereka berupa kesengsaraan dan kemelaratan dengan harapan mereka sadar akan kekuasaan Allah dan mau tunduk dan kembali (bertaubat) kepada Allah Ta`ala. Namun ternyata, bukannya bertaubat kembali kepada Allah atas dosa-dosa maksiat yang telah mereka lakukan, malah semakin keras hati mereka dan tidak mau mengambil pelajaran ataupun mengintrospeksi diri dari musibah yang Allah timpakan tersebut. Dan keadaanpun semakin diperparah lagi ketika syaithan ikut andil dengan membisikkan racunnya ke dada-dada mereka, sehingga perbuatan durhaka dan maksiat yang mereka lakukan itu seolah-olah merupakan perbuatan yang baik dan indah. Terus menerus mereka dalam keadaan demikian, sampai akhirnya mereka terlena dan larut serta merasa aman tentram dalam lautan kedurhakaan dan kemaksiatan itu, kemudian tiba-tiba setelah itu Allah menurunkan kepada mereka adzab tahap kedua, setelah adzab tahap pertama yang dalam bentuk kesengsaraan dan kemelaratan tadi ternyata tidak berhasil membikin mereka jera dan kembali kepada Allah Ta`ala. Hanya saja adzab Allah dalam tahap kedua ini bentuknya berbeda dari yang pertama. Kalau pada adzab tahap pertama tadi langsung diawali dengan ditimpakan berbagai musibah dan kesengsaraan kepada mereka, namun pada adzab tahap kedua ini justru diawali dengan dibukakannya pintu-pintu kesenangan bagi mereka, sehingga kehidupan mereka berubah menjadi makmur, perekonomian mereka terus meningkat dan segala macam kemewahan serta kesenangan-kesenangan lainnya yang memang sengaja Allah siapkan untuk mengantarkan mereka kepada sebuah petaka yang akan membinasakan mereka. Akibatnya, semakin besarlah kesombongan mereka dengan kedurhakaan yang mereka lakukan itu serta semakin besar pula penolakan mereka terhadap agama Allah karena merasa dengan kedurhakaan dan kemaksiatan itu ternyata mereka bisa hidup dengan makmur. Maka pada saat mereka sedang terlena itulah Allah sambar mereka dengan siksaan secara tiba-tiba, hingga akhirnya mereka terdiam putus asa karena tidak punya kesempatan lagi untuk bertaubat dan memperbaiki amal mereka tersebut, berhubung mereka telah mati meninggalkan dunia. Maka pintu-pintu kemakmuran dan kesenangan itu justru akan dibuka ketika penduduk suatu negeri itu terus menerus bermaksiat dan durhaka kepada Allah tanpa memperdulikan peringatan-peringatan Allah Ta`ala.

Baca Juga :