Kemendikbud Resmikan Gedung P4TK-BMTI

  • September 19, 2019

Kemendikbud Resmikan Gedung P4TK-BMTI

Kemendikbud Resmikan Gedung P4TK-BMTI

Menteri Pendi­dikan dan Kebudayaan (Men­dikbud) Muhadjir Effendi

meresmikan rehab gedung dan pengadaan peralatan pendidikan Pusat Peng­embangan dan Pemberday­aan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TK-BMTI) di Jalan Pasantren Km.2 Cibabat, Kota Cimahi, belum lama ini.

Pada kesempatan itu, men­teri juga menyaksikan langs­ung ikrar para pegawai P4TK-BMTI untuk mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sebelumnya, pada tahun 2018, P4TK-BMTI menjadi salah satu satuan kerja di Di­rektorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemen­dikbud yang menerima pen­ghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Biro­krasi (PANRB) sebagai satuan kerja Wilayah Bebas dari Ko­rupsi (WBK).

Muhadjir mengatakan, WBBM ini merupakan bagian dari komitmen kementrian

untuk mendorong semua unit-unit, baik utama maupun unit pelaksana teknis di Kemen­dikbud agar memiliki tekad bulat untuk melakukan pem­bersihan di lingkungan masing-masing dari praktek yang tidak sesuai dengan prinsip kerja yang menjunjung tinggi trans­paransi, akuntabilitas dan integritas.

”Saya, tentu saja sebagai menteri tentu menyuport beberapa UPT yang sudah meraih predikat tinggi, ter­tinggi salah satunya adalah UPT ini,” katanya usai pere­smian.

Dia mengharapkan, tekad menuju wilayah birokrasi ber­sih dan melayani tidak boleh berhenti di sini untuk men­dukung program pembersihan lingkungan dari praktek-praktek yang tidak baik.

Menurutnya, jauh sebelum dirinya menjabat Menteri, di P4TK-BMTI sudah banyak korban

yang masuk penjara karena menyelewengkan alat-alat atau mesin yang sebagian besarnya tidak bisa dipakai.

”Dulu, saya waktu tinjau pertama, mesin sebagian be­sar tidak bisa dipakai. Kemu­dian saya minta diupgrade, diperbaiki, kalau memang betul-betul sudah tidak bisa digunakan, saya minta dilego,” ujarnya.

Muhadjir memuji Kepala P4TK-BMTI yang bisa mem­buktikan bahwa sekarang semua mesin bisa digunakan dengan baik. Termasuk mesin-mesin yang waktu itu menga­kibatkan beberapa staf masuk penjara karena ternyata sam­pai saat ini mesin tersebut masih bisa digunakan.

”Yang waktu itu saya lihat mangkrak, enggak terpakai, bahkan saya minta dijual waktu itu. Tapi pak Martin (kepala P4TK) menyanggupi memperbaiki, ternyata seka­rang sudah saya lihat dengan mata kepala sendiri mesin tersebut bisa digunakan,” ujarnya.

Lebih jauh, Muhadjir men­gungkapkan, pengadaan pe­ralatan pendidikan di P4TK-BMTI merupakan bagian dalam rangka penyiapan guru produktif sesuai perintah Presiden.

 

Baca Juga :