Karakteristik metodologi Berorientasi Object

  • September 30, 2019

Karakteristik metodologi Berorientasi Object

Karakteristik Metodologi Berorientasi Objek

Metodologi pengembangan system berorientasi objek ada tiga karakteristik utama, yaitu :

Encapsulation

Encapsulation (pengkapsilan) merupakan daasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang dip roses. Prosedur dan data atau fungsi atau method di kemas secara bersamaan dalam suatu objek, sehingga prosedur atau fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya. Data terlindung dari prosedur lain atau prosedur yang ada didalam objek itu sendiri.

Inheritance

Encapsulation (pengkapsilan) merupakan daasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang dip rosesEncapsulation (pengkapsilan) merupakan daasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang dip roses. Atribut dan method/fungsi dari objek induk di turunkan kepada anak objek, demikian seterusnya.

Mendefinisi objek dipakai untuk membangun suatu hirarki dari objek turunannya. Sehingga tidak perlu membuat atribut dan method lagi pada anaknya., karna sudah mewarisi sifak induknya, Inheritance mempunyai arti bahwa atribuut dan oprasi yang dimiliki bersama diantara kelas yang mempunyai hubungan secara hirarki.

Dan suatu kelas dapat ditentukan secara umum, kemudian ditentukan secara spesifik menjadi subkelas. Setiap subkelas mempunyai hubungan atau mewarisi semua sifat yang dimiliki oleh kelas induknya, dan ditambah dengan sifat yang unik yang dimiliki.

Sifat yang dimiliki oleh kelas induknya tidak perlu diulang dalam setiap subkelas. Contoh : mobil dan sepeda motor adalah subkelas dari kendaraan darat. Keduanya subkelas mewarisi sifat yang dimiliki oleh kendaraan bermotor, sebagai berikut :

•    Mempunyai mesin

•    Dapat berjalan

Kudua subkelas mempunyai sifat masing-masing yang berbeda, misalnya : jumlah roda, dan kemampuan untuk berjalan mundur yang tidak dimiliki oleh sepeda motor. Factor ini mempunyai subperkelas yang bersifat umum dan dapat dimasukan ke dalam kelas induknya srta mewarisi sifat tersebut pada kelas turunannya. Sehingga mengurangi pengulangan yang terjadi dalam desain dan pemrograman. Hal ini yang merupakan keuntungan dari system berorientasi objek.

Polymorphism

Polymorphism (polimorfisme) yaitu konsep yang menyatakan bahwa suatu yang sama dapat mempunyai bentuk dan prilaku berbeda. Polimorfisme mempunyai arti bahwa operasi yang sama mungkin mempunyai perbedaan dalam kelas yang berbeda. Operasi MOVE mungkin mempunyai perbedaan dalam kelas windows atau kendaraan bermotor. Suatu implementasi yang spesifik dari sifat polimorfisme, mungkin dapat mempunyai lebih dari suatu metoda.

Pada objek mobil, walupun minibus dan truk merupakan jenis objek mobil yang sama, namun memiliki juga perbedaan. Misalnya suara truk merupakan jenis objek mobil yang sama, namun juga memiliki juga perbedaan. Misalnya suara truk lebih keras dari pada minibus. Hal ini juga berlaku pada objek anak (child) melakukan metode yang dama dengan algoritma berbeda dari objek induknya. Hal ini yang disebut polymorphism, konsep atau teknik dasar lain adalah ruang lingkup/ pembatasan. Artinya setiap objek mempunyai ruang lingkup kelas, atribut, dan metode yang dibatasi.

Motodologi non objek menggunakan beberapa alat untuk menggambarkan model, seperti : data flow diagram, entity relationship diagram, dan structure chart. Sedangkan pada metodologi berorientasi objek menggunakan satu jenis model dari tahap analisis sampai implementasi, yaitu object diagram (diagram objek).

Data dan proses

Metodologi non objek data dan proses dianggap sebagai dua komponen yang berlainan, sedangkan padametodologi berorientasi objek data dan proses merupakan satu kesatuan, bagian dari objek.

Bahasa Pemrograman

Metode non objek di pegunakan untuk melengkapi pemrograman terstruktur pada bahasa generasi ketiga, sedangkan pada metodelogi berorientasi objek dipergunakan untuk pemrograman berorientasi objek dan bahasa generasi empat.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/