Indonesia butuh tokoh lintas sekat seperti Taufiq Kiemas

Indonesia butuh tokoh lintas sekat seperti Taufiq Kiemas

  • August 1, 2019

Indonesia butuh tokoh lintas sekat seperti Taufiq Kiemas

Indonesia butuh tokoh lintas sekat seperti Taufiq Kiemas

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan, Indonesia membutuhkan keteladanan tokoh-tokoh seperti almarhum Taufiq Kiemas, yang mudah melintasi sekat golongan dan kelompok di masyarakat.

“Kita sangat memerlukan tokoh seperti beliau, terutama saat ini sedang kita berada di suasana tegang penuh perpecahan pascapemilu,” tutur Jimly saat sambutannya dalam “Peringatan 118 tahun lahirnya Bung Karno, Haul Keenam Wafatnya Taufiq Kiemas, dan Halal bi Halal Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)” di Gedung PA GMNI, Jakarta, Sabtu (8/6).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menilai, tokoh seperti Taufiq Kiemas merupakan sosok yang berjuang untuk membangun inklusivitas di Indonesia. Dia berharap akan ada sosok politik baru yang memiliki prinsip inklusivitas dan melintasi batasan ideologi politik.

“Sama seperti Taufiq Kiemas, generasi muda sekarang juga perlu sadar untuk tidak mengukung diri dalam kebenaran yang eksklusif, coba buka diri,” ujarnya.

Jimly mengatakan, Taufiq merupakan orang yang menghargai perbedaan dan berupaya keras menjaga pluralitas bangsa Indonesia.

“Untuk mengelola pluralitas, harus membaur, terbuka, serta bergaul lintas budaya, segmen, dan kelompok. Itu adalah sifat yang bisa kita contoh dari Taufiq Kiemas,” katanya. “Pentingnya punya banyak tokoh yang mampu melintasi batas seperti almarhum Taufiq Kiemas.”

Ketua Umum Persatuan Alumni GMNI Ahmad Basarah

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Alumni GMNI Ahmad Basarah. “Kita harapkan muncul tokoh-tokoh baru seperti Taufiq Kiemas yang dapat menjadi jembatan dan menyatukan perbedaan yang ada di masyarakat kita,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Menurut Ahmad, Taufiq Kiemas dapat menjadi teladan atas upayanya melintasi sekat-sekat perbedaan ideologi, latar belakang budaya dan agama, hingga perbedaan preferensi politik.

Taufiq Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri dan Ketua MPR periode 2009-2014 meninggal dunia pada 8 Juni 2013. Pria asal Lampung itu mulai aktif menekuni dunia politik sejak mahasiswa lewat GMNI.

 

Sumber : https://pelajaranips.co.id/