Gary McKinnon, hack NASA untuk keberadaan UFO

  • August 1, 2019

Gary McKinnon, hack NASA untuk keberadaan UFO

Gary McKinnon, hack NASA untuk keberadaan UFO

Seorang hacker yang diklaim melakukan hacking ke komputer militer

terbesar sepanjang masa. Dengan nickname ‘Solo’, Gary McKinnon menaklukan security NASA. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 97 komputer milik militer US dan NASA berhasil ditembus pertahanannya selama periode Februari 2001 sampai dengan Maret 2003. Jaringan komputer milik NASA tersebut terhubung dengan US Army, US Navy, US Air Force, dan Department of Defense.

 

Pihak US mengklaim bahwa McKinnon menghapus beberapa file

penting yang menyebabkan lumpuhnya hampir 2000 komputer dalam jaringan US Army Washington selama 24 jam, terhapusnya catatan senjata militer US Navy, dan lain sebagainya. McKinnon juga dituduh melakukan penyalinan data, account dan password ke komputer pribadinya. Pemerintah US pun mengklaim kerugian sebesar $800.000 termasuk biaya tracking dan perbaikan kerusakan.

Namun McKinnon membantah telah melakukan tindakan merusak

seperti tuduhan pihak US. Dia berargumen bahwa aksi hacking yg dilakukannya hanya untuk mendapatkan bukti-bukti kebenaran dari UFO yang selama ini ditutup-tutupi. McKinnon mengakses sistem yang terbuka, tanpa password dan firewall dengan meninggalkan banyak log yang menunjukkan kelemahan security dalam sistem. Dalam sebuah wawancara dengan program Click, BBC, McKinnon menjelaskan bahwa dia dapat masuk dengan mudah hanya dengan sebuah script sederhana dalam bahasa Perl untuk mencari password kosong, atau dengan kata lain password default.
McKinnon menerangkan bahwa ada sebuah grup bernama “The Disclosure Project” dan salah seorang diantaranya merupakan ahli fotografi. Ahli fotografi tersebut mengatakan bahwa mereka secara teratur memanipulasi gambar UFO dari citra resolusi tinggi satelit. McKinnon juga mengatakan bahwa orang tersebut menyinggung tentang folder-folder seperti “filtered”, “unfiltered”, “processed”, dan “raw”. McKinnon sempat mendapatkan sebuah gambar yang menurutnya “something-not-man-made”, namun hal ini masih dipertanyakan mengingat koneksi yang dipakainya hanyalah internet 56k dial-up sedangkan ukuran file tersebut hampir mencapai 256Mb dan mengharuskannya menggunakan remote program untuk menurunkan kualitas gambar sampai ke 4bit colour.Awalnya pihak US menginginkan ekstradisi terhadap McKinnon dan membebankan hukuman 70 tahun penjara, namun pihak Inggris menolak ekstradisi tersebut dan memberikan hukuman seumur hidup. Hal ini tidak terlepas dari hitamnya konspirasi diantara petinggi kedua pihak. Perjuangan membela McKinnon masih berlangsung hingga kini dan bisa dilihat perkembangannya