Faktor Risiko Yang Berkaitan Dengan Salah Saji

Faktor Risiko Yang Berkaitan Dengan Salah Saji

  • January 18, 2020

Faktor Risiko Yang Berkaitan Dengan Salah Saji

Faktor Risiko Yang Berkaitan Dengan Salah Saji
Faktor Risiko Yang Berkaitan Dengan Salah Saji
Faktor risiko yang berkaitan dengan salah saji yang disebabkan oleh perlakuan tidak semestinya terhadap aktiva dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan berikut ini :
a) Tingkat kecurigaan tentang terjadinya perlakuan tidak semestinya terhadap aktiva. Hal ini berkaitan dengan sifat aktiva entitas dan tingkat kerentanan aktiva dari pencurian.
b) Pengendalian. Hal ini berkaitan dengan kurangnya pengendalian yang dirancang untuk mencegah atau mendeteksi terjadinya perlakuan tidak semestinya terhadap aktiva.
Berikut ini adalah contoh faktor risiko yang berkaitan dengan salah saji yang disebabkan oleh perlakuan tidak semestinya terhadap aktiva untuk setiap golongan faktor risiko sebagaimana diuraikan di atas.
a) Tingkat kecurigaan tentang terjadinya perlakuan tidak semestinya terhadap aktiva.
1) Jumlah kas atau kas dalam proses yang sangat besar
2)  Karakteristik sediaan, seperti ukuran kecil, nilai tinggi, atau permintaan tinggi
3) Aktiva yang mudah diubah, seperti obligasi atas unjuk (bearer bond), berlian, atau computer chip
4) Karakteristik aktiva tetap, seperti ukuran kecil, mudah dijual, atau tidak adanya identifikasi kepemilikan
 
b) Faktor risiko yang berkaitan dengan pengendalian.
1) Kurangnya pengendalian oleh manajemen (sebagai contoh, lokasi jauh yang kurang diawasi atau dipantau)
2) Kurangnya prosedur penyaringan pelamar pekerjaan untuk karyawan yang memiliki akses ke aktiva yang dicurigai rentan terhadap perlakuan tidak semestinya
3) Tidak memadainya penyelenggaraan catatan untuk aktiva yang dicurigai rentan terhadap perlakuan tidak semestinya
4) Kurangnya pemisahan tugas atau pengecekan secara independen
5) Kurangnya sistem otorisasi dan pengesahan transaksi (sebagai contoh, dalam pembelian)
6) Penjagaan fisik yang buruk terhadap kas, investasi, sediaan, atau aktiva tetap
7) Kurangnya pendokumentasian semestinya dan tepat waktu terhadap transaksi (sebagai contoh, pengkreditan atas retur barang dagangan)
8) Kurangnya pengambilan liburan wajib bagi karyawan yang melaksanakan fungsi pengendalian kunci.