Faktor, Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Faktor, Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

  • August 21, 2019

Faktor, Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Faktor, Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Faktor, Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Beserta Teori-Teorinya Lengkap- Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan ekonomi suatu negara secara berkelanjutan menuju keadaan yang lebih baik untuk jangka waktu tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan serta peningkatan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan membandingkan, misalnya, untuk ukuran nasional, Produk Nasional Bruto (GNP), tahun berjalan dengan tahun sebelumnya.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Teori yang dibangun di atas pengalaman empiris, sehingga teori ini dapat digunakan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan. Ada beberapa teori yang mengungkapkan konsep pertumbuhan ekonomi, teori umum adalah sebagai berikut:

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis Menurut Para Ahli

Teori ini dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:

Werner Sombart (1863-1947)

Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:

Masa perekonomian tertutup

Pada saat ini, semua kegiatan manusia semata-mata untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen dan konsumen sehingga tidak ada pertukaran barang atau jasa.

Masa kerajinan dan pertukangan

Meningkatnya kebutuhan manusia, baik secara kuantitatif maupun kualitatif karena perkembangan peradaban. Peningkatan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga pembagian diperlukan kerja sesuai dengan keahlian masing-masing. Ini pembagian kerja menyebabkan pertukaran barang dan jasa.

Masa kapitalis

Pada saat ini tampaknya investor (kapitalis). Dalam melakukan kapitalis usahanya membutuhkan tenaga kerja (buruh). Produksi dilakukan dengan kapitalis tidak lagi hanya memenuhi kebutuhan, tetapi bertujuan untuk keuntungan.

Friedrich List (1789-1846)

Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:

Masa berburu dan pengembaraan
Masa beternak dan bertani
Masa bertani dan kerajinan
Masa kerajinan, industri, perdagangan

Karl Butcher (1847-1930)

Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan sebagai berikut:

Masa rumah tangga tertutup

Rumah tangga kota
Rumah tangga bangsa
Rumah tangga dunia

Walt Whiteman Rostow (1916-1979)

W.W.Rostow mengungkapkan teori pertumbuhan ekonomi dalam bukunya yang bejudul The Stages of Economic Growth menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian dibagi menjadi 5 (lima) sebagai berikut:

Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)
Masyarakat pra kondisi untuk periode lepas landas (the preconditions for take off)
Periode Lepas Landas (The take off)
Gerak Menuju Kedewasaan (Maturity)
Tingkat Konsumsi Tinggi (high mass consumption)

Teori Klasik dan Neo Klasik Menurut Para Ahli

Teori Klasik

Adam Smith

Teori Adam Smith mengasumsikan bahwa pertumbuhan ekonomi benar-benar bertumpu pada pertumbuhan penduduk. Dengan pertumbuhan penduduk akan ada peningkatan produksi atau hasil. Teori Adam Smith yang terkandung dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Penyebab dari Wealth of Nations.

David Ricardo

Ricardo berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk tumbuh menjadi dua kali lipat pada waktu akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Surplus tenaga kerja akan menghasilkan upah akan turun. Kompensasi hanya dapat digunakan untuk membiayai standar hidup minimum sehingga perekonomian akan stagnan (keadaan stasioner). Teori David Ricardo diuraikan dalam bukunya The Principles of Political dan Taxtion.

Teori Neoklasik

Robert Solow

Robert Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi adalah serangkaian kegiatan berdasarkan manusia, akumulasi modal, penggunaan teknologi modern dan hasil atau output. Pertumbuhan penduduk dapat memiliki dampak positif dan dapat memiliki dampak negatif. Oleh karena itu, menurut Robert Solow dari peningkatan populasi harus digunakan sebagai sumber daya yang positif.

Harrord Domar

Teori ini mengasumsikan bahwa modal harus digunakan secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peran pembentukan modal. Teori ini juga membahas pendapatan dan ketenagakerjaan nasional.

Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:

Faktor Sumber Daya Manusia

Demikian pula, proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam proses pembangunan, seberapa cepat intervensi dari proses pembangunan tergantung pada sejauh mana pengembangan sumber daya manusia sebagai subjek memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan dengan membangun infrastruktur di daerah ini.

Faktor Sumber Daya Alam

Sebagian besar negara-negara berkembang Mengandalkan sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunan. Namun, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembangunan ekonomi, jika tidak didukung oleh kapasitas sumber daya manusia untuk mengelola sumber daya alam yang tersedia. Disebut sumber daya alam termasuk kesuburan tanah, kekayaan mineral, pertambangan, hasil hutan dan kekayaan sumber daya laut.

Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat mempercepat proses pembangunan, perubahan pola kerja yang awalnya digunakan tangan manusia digantikan oleh mesin canggih berdampak pada aspek efisiensi, kualitas dan jangkauan kuantitas kegiatan pembangunan ekonomi di Forum dan final mengakibatkan percepatan pertumbuhan ekonomi.

Faktor Budaya

Faktor budaya yang berbeda berdampak pada pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai generator atau mengemudi proses pembangunan tetapi juga dapat menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong perkembangan seperti sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Budaya yang dapat menghambat proses pembangunan meliputi sikap anarkis, egois, boros, korup, dan sebagainya.

Sumber Daya Modal

Sumber modal manusia yang diperlukan untuk memproses sumber daya alam dan meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi. Sumber daya modal berupa barang modal sangat penting bagi perkembangan dan pembangunan ekonomi halus seperti barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

Sumber : https://mrmoseley.co.uk/usaha-budidaya-lele/