Persyaratan Ekspor

Persyaratan Ekspor dan Dokumennya Lengkap

  • December 24, 2019

Persyaratan Ekspor dan Dokumennya Lengkap

Persyaratan Ekspor

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi eksportir ketika akanmengekspor, antara lain:

  • Surat IjinUsaha Perdagangan (SIUP) yang dikeluarkan oleh Kantor WilayahDepartemen Perindustrian dan Perdagangan Propinsi (Kanwil Deperindag),atau ;
  • Surat Ijin Usaha (SIU) oleh Departemen Tehnis atauLembagaPemerintah
  • Surat pengakuan sebagai eksportir atau importir terdaftar (Approved Exporter/ Importer) dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan khususnya untuk mata dagangan yang diatur tata niaganya dan mata dagangan yang diawasi ekspor dan impornya
  • Tanda Pengenal Perusahaan Eksportir Tertentu (TPPET) yang dikeluarkanDepartemen Keuangan kepada perusahan eksportir/ importir yang mendapatfasilitas pembiayaan dari Bank Indonesia dan kemudahan kepabeanan dariDirjen Bea dan Cukai.

Dokumen Ekspor

Dokumen-dokumen yang harus dipenuhi ketika mengekspor barangdiantaranya adalah:

Dokumen Utama :

  1. PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang)adalah pemberitahuan oleh pemberitahu atas barang yang akan dieksporberdasarkan dokumen pelengkap Pabean sesuai prinsip self asessment.
  2. B/L (Bill of Lading) untuk angkutanlaut adalah jenis dokumen yang digunakan untuk mengakui penerimaan kiriman barang.
  3. InvoiceMerupakan dokumen yang digunakan sebagai pernyataan tagihan yang harusdibayar oleh customer.
  4. Packing List Merupakan dokumen packing atau kemasan yang menunjukkan jumlah, jenisserta berat dari barang ekspor atau impor. Juga merupakan penjelasan dariuraian barang yang disebut di dalam commercial invoice.

Dokumen Pelengkap

  1. SKA (Surat Keterangan Asal) / COO (Certificateof Origin)Merupakan sertifikasi asal barang, dimana dinyatakan dalam sertifikattersebut bahwa barang atau komoditas yang diekspor adalah berasal daridaerah atau negara pengekspor.
  2. SM(SertifikatMutu)Merupakan sertifikat yang menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan olehprodusen atau produk yang diekspor bermutu.
  3. LPS- E (Laporan Pemeriksaan Surveyor – Ekspor)

 

Sumber : https://pelajaranips.co.id/

Mitsubishi Masih Ingin Suplai Xpander ke Garuda Indonesia

  • December 21, 2019

Mitsubishi Masih Ingin Suplai Xpander ke Garuda Indonesia

Mitsubishi Masih Ingin Suplai Xpander ke Garuda Indonesia

Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia

(MMKSI) masih membuka kesempatan bekerja sama dengan Garuda Indonesia terkait suplai Xpander. Sejak tahun lalu diketahui sebanyak 500 unit Xpander telah dikirim ke pihak Garuda Indonesia.

Xpander merupakan wajah baru kendaraan operasional Garuda Indonesia. Sebelumnya perusahaan pelat merah ini mengandalkan Toyota Avanza dan Honda Mobilio.

Lihat juga:Alasan Garuda Indonesia Pilih Xpander dan Geser 2 MPV Lain

Menurut penjelasan MMKSI, pada Oktober 2018, sebanyak 119 unit Xpander telah beoperasi bersama Garuda Indonesia. Lantas pada Desember 2018, penyerahan tahap kedua sebanyak 282 unit sudah dilakukan.

Khusus tahap kedua, Xpander diberi seragam Garuda Indonesia kemudian

digunakan sebagai kendaraan operasional para awak kabin area Jakarta dan sekitarnya.

Saat peresmian penyerahan tahap kedua di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 11 Desember 2018, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, menjelaskan total kebutuhan mobil operasional Garuda Indonesia mencapai 1.000 unit termasuk maskapai Citylink dan Sriwijaya.

Ari bilang tidak menutup kemungkinan kebutuhan itu diisi oleh Xpander.

“Dan ini kesempatan besar buat Xpander,” kata Ari saat itu.

 

Baca Juga :

Snapdragon XR2 Meningkatkan Kerja Kacamata VR 5G

  • December 21, 2019

Snapdragon XR2 Meningkatkan Kerja Kacamata VR 5G

Snapdragon XR2 Meningkatkan Kerja Kacamata VR 5G

Perusahaan cipset Amerika, Qualcomm meluncurkan cipset khusus

untuk produk kacamata VR dan AR mereka yakni Snapdragon XR2 dengan konektivitas 5G.

Dikutip laman resmi Qualcomm, Senin (9/12), Snapdragon XR2 merupakan pembaruan dari XR1 diluncurkan pada tahun lalu.

Snapdragon XR2 memungkinkan resolusi layar hingga 3K pada 90 bingkai per detik dan resolusi video 8K yang dapat diputar 360 derajat pada 60 bingkai per detik.

Lihat juga:Kacamata Pintar Facebook Disebut Bisa ‘Live Streaming’

Produk kacamata yang diberi nama Niantic itu disematkan 7 kamera, yang dapat dipergunakan untuk menerjemahkan objek atau bahasa secara aktual dan pengenalan objek.

Dilansir The Verge, rancangan kacamata pintar Niantic sendiri dibuat oleh sejumlah pengembang gim seperti Ingress dan Pokemon Go.

Ada lima produsen lain yang bekerjasama dengan Qualcomm untuk membangun Snapdragon XR2. Menurut Kepala Qualcomm XR, Hugo Swart, Niantic dijadwalkan akan resmi dijual pada paruh kedua 2020.

Lihat juga:Apple Patenkan Headset yang Bisa Lacak Wajah dan Tangan
Sebelum memperkenalkan XR2 5G, Qualcomm dikenal sebagai produsen yang rajin mengeluarkan cipset untuk perangkat keras. Salah satunya, perusahaan mendukung dapur pacu produk Microsoft HoloLens.

Sebab, kacamata pintar Microsoft HoloLens 2 yang baru-baru ini dirilis,

menggunakan Snapdragon 850.

Perangkat pintar headset HoloLens hasil gubahan Microsoft dijual Agustus 2016 untuk para konsumen. Microsoft mengusung konsep campuran dunia nyata (real world) dengan dunia digital (virtual world) untuk HoloLens. Konsep ini disebut Microsoft sebagai mixed reality capture atau MRC.

Headset canggih ini berbeda dengan perangkat virtual reality (VR) yang selama ini sudah menjamur seperti Oculus Rift, Samsung Gear VR, hingga HTC Vive.

Kebanyakan headset VR masih harus bergantung pada perangkat mobile seperti ponsel pintar atau komputer untuk beroperasi. Sedangkan HoloLens bisa beroperasi secara mandiri.

 

Sumber :

https://obatwasirambeien.id/candy-crush-soda-saga-apk/

 

Belanja Pakai GrabFresh Bisa Dapat Diskon Sampai Rp50 Ribu

  • December 21, 2019

Belanja Pakai GrabFresh Bisa Dapat Diskon Sampai Rp50 Ribu

Belanja Pakai GrabFresh Bisa Dapat Diskon Sampai Rp50 Ribu

Menjelang akhir tahun biasanya terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras,

telur, bawang merah, cabe, daging ayam dan sapi. Tak cuma itu, di liburan yang lumayan panjang ini Anda juga harus memiliki stok bahan pokok agar tak kehabisan.

Nah, supaya Anda terhindar dari biaya belanja bulanan yang melonjak serta kehabisan stok, pengguna Grab bisa memanfaatkan layanan GrabFresh yang praktis dan menyediakan diskon.

GrabFresh memudahkan pelanggan untuk tanpa perlu bolak-balik supermarket

, repot bawa belanjaan yang berat, bahkan barang belanjaan aman diantar sampai depan rumah. Anda dapat memesan berbagai macam belanjaan yang biasa ditemukan di supermarket atau swalayan, seperti telur, susu, buah-buahan, daging, ikan, makanan kering, dan sebagainya.

GrabFresh memberikan pengalaman berbelanja bebas repot dan hemat waktu dalam memesan barang belanjaan secara online. Anda bisa menelusuri daftar produk belanjaan berdasarkan katalog dari supermarket sesuai pilihan, dan memesannya di mana saja.

Lalu barang diantarkan oleh personal shopper terlatih–yang didukung oleh HappyFresh

, sehingga dapat membantu pelanggan untuk memilih produk dengan kualitas terbaik dan dapat merespons instruksi yang spesifik.

Caranya cukup tekan tombol ‘Groceries’ di aplikasi Grab, lalu pilih toko terdekat dan mulai belanja. Pastikan semua kebutuhan selama musim liburan dan pesta akhir tahun sudah masuk ke keranjang belanja, ya. Kemudian pilih waktu pengantaran, lalu bayar.

Dengan fitur GrabFresh, Anda jadi bisa santai waktu libur. Menariknya, Anda juga bisa mendapat diskon hingga Rp50 ribu dengan menggunakan kode promo.

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/runkeeper-gps-apk/

Teknologi Pembelajaran

  • November 9, 2019

Teknologi Pembelajaran

Teknologi Pembelajaran

A. Latar Belakang Sejarah dan Teknologi Pembelajaran

Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan.

Adalah Edgar Dale dan James Finn merupakan dua tokoh yang berjasa dalam pengembangan Teknologi Pembelajaran modern. Edgar Dale mengemukakan tentang Kerucut Pengalaman (Cone of Experience) sebagaimana tampak dalam gambar 1 berikut ini :

Dari gambar tersebut dapat kita lihat rentangan tingkat pengalaman dari yang bersifat langsung hingga ke pengalaman melalui simbol-simbol komunikasi, yang merentang dari yang bersifat kongkrit ke abstrak, dan tentunya memberikan implikasi tertentu terhadap pemilihan metode dan bahan pembelajaran, khususnya dalam pengembangan Teknologi Pembelajaran

Pemikiran Edgar Dale tentang Kerucut Pengalaman (Cone of Experience) ini merupakan upaya awal untuk memberikan alasan atau dasar tentang keterkaitan antara teori belajar dengan komunikasi audiovisual. Kerucut Pengalaman Dale telah menyatukan teori pendidikan John Dewey (salah satu tokoh aliran progresivisme) dengan gagasan – gagasan dalam bidang psikologi yang tengah populer pada masa itu.

Sedangkan, James Finn seorang mahasiswa tingkat doktoral dari Edgar Dale berjasa dalam mengusulkan bidang komunikasi audio-visual menjadi Teknologi Pembelajaran yang kemudian berkembang hingga saat ini menjadi suatu profesi tersendiri, dengan didukung oleh penelitian, teori dan teknik tersendiri. Gagasan Finn mengenai terintegrasinya sistem dan proses mampu mencakup dan memperluas gagasan Edgar Dale tentang keterkaitan antara bahan dengan proses pembelajaran.

B. Definisi Teknologi Pembelajaran

Rumusan tentang pengertian Teknologi Pembelajaran telah mengalami beberapa perubahan, sejalan dengan sejarah dan perkembangan dari teknologi pembelajaran itu sendiri. Di bawah ini dikemukakan beberapa definisi tentang Teknologi Pembelajaran yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan Teknologi Pembelajaran.

Definisi Association for Educational Communications Technology (AECT) 1963

“ Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain, dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar, mencakup kegiatan : (a) mempelajari kelemahan dan kelebihan suatu pesan dalam proses belajar; (b) penstrukturan dan sistematisasi oleh orang maupun instrumen dalam lingkungan pendidikan, meliputi : perencanaan, produksi, pemilihan, manajemen dan pemanfaatan dari komponen maupun keseluruhan sistem pembelajaran. Tujuan praktisnya adalah pemanfaatan tiap metode dan medium komunikasi secara efektif untuk membantu pengembangan potensi pembelajar secara maksimal.”

Meski masih menggunakan istilah komunikasi audio-visual, definisi di atas telah menghasilkan kerangka dasar bagi pengembangan Teknologi Pembelajaran berikutnya serta dapat mendorong terjadinya peningkatan pembelajaran.

Baca Juga :

Pelayanan Konseling di Sekolah

  • November 9, 2019

Pelayanan Konseling di Sekolah

Pelayanan Konseling di Sekolah

A. Struktur Pelayanan Konseling

Pelayanan konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.

1. Pengertian Konseling

Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.

2. Paradigma, Visi, dan Misi

a. Paradigma

Paradigma konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya. Artinya, pelayanan konseling berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji-terapan pelayanan konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik.

b. Visi

Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.

c. Misi

  • Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.
  • Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah/ madrasah, keluarga dan masyarakat.
  • Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.

3. Bidang Pelayanan Konseling

  • Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.
  • Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
  • Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.
  • Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.

4. Fungsi Konseling

  • Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
  • Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
  • Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
  • Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
  • Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.

5Prinsip dan Asas Konseling

  • Prinsip-prinsip konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang dialami peserta didik, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan.
  • Asas-asas konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani.

6. Jenis Layanan Konseling

  • Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
  • Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
  • Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
  • Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
  • Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
  • Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
  • Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
  • Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
  • Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.

Sumber : https://realviagraforsale-rxonline.com/

Klasifikasi Guru dan Tingkatan

  • November 9, 2019

Klasifikasi Guru dan Tingkatan

Klasifikasi Guru dan Tingkatan

Telah disyaratkan dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bahwa guru adalah pendidik profesional dan untuk dapat memangku jabatan guru, minimal memiliki kualifikasi pendidikan D4/S1.

Namun dalam kenyataannya saat ini, kualifikasi pendidikan guru di Indonesia memang masih beragam. Dalam hal ini, Conny Semiawan (Sudarwan Danim, 2002), memilah keberadaan tenaga guru di Indonesia ke dalam tiga jenis secara hierarkis, yaitu :

  1. Guru sebagai tenaga profesional, yang berkualifikasi pendidikan sekurang-kurangnya S1 (atau yang setara), memiliki wewenang penuh dalam perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengendalian pendidikan/ pembelajaran.
  2. Guru sebagai tenaga semi profesional, yang berkualifikasi pendidikan D3 (atau yang setara) yang telah berwenang mengajar secara mandiri tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya, baik dalam hal perencanaan pelaksanaan, penilaian dan pengendalian pendidikan/ pembelajaran.
  3. Guru sebagai tenaga paraprofesional, yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 ke bawah, yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengendalian/ pembelajaran.

Sementara itu, dalam praktik pembelajaran pun tampaknya masih terjadi keragaman. Dengan mengadopsi pemikiran Prayitno (2005) tentang lima tingkatan praktik dalam konseling, di bawah ini dijelaskan secara singkat tentang lima tingkatan praktik pembelajaran, sebagai berikut:

1. Tingkat pembelajaran pragmatik.

Tingkat pembelajaran pragmatik yaitu pembelajaran yang diselenggarakan guru dengan menggunakan cara-cara yang menurut pengalaman guru pada waktu terdahulu dianggap memberikan hasil yang optimal, meskipun cara-cara tersebut sama sekali tidak berdasarkan pada teori tertentu.

2.Tingkat pembelajaran dogmatik

Pada tingkat pembelajaran dogmatik, praktik pembelajaran yang dilakukan guru telah menggunakan pendekatan berdasarkan teori tertentu, namun pendekatan tersebut dijadikan dogma untuk segenap kepentingan proses pembelajaran siswa.

3. Tingkat pembelajaran sinkretik

Pada tingkat pembelajaran sinkretik, pembelajaran yang diselenggarakan guru telah menggunakan sejumlah pendekatan pembelajaran, namun penggunaan pendekatan tersebut bercampur aduk tanpa sistematika ataupun pertimbangan yang matang. Pendekatan-pendekatan tersebut sekedar dicomot dan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran tanpa memperhatikan relevansi dan ketepatannya.

4. Tingkat pembelajaran eklektik

Dalam penyelenggaraan pembelajaran eklektik, guru telah memiliki pemahaman yang mendalam tentang berbagai pendekatan pembelajaran dengan berbagai teknologinya, dan berusaha memilih serta menerapkan sebagian atau satu kesatuan pendekatan beserta teknologinya sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan belajaran siswa. Pendeketan-pendekatan tersebut tidak dicampur aduk, namun dipilah-pilah, masing-masing diplih secara cermat untuk kepentingan pembelajaran siswa. Penyelenggaraan pembelajaran eklektif tidak mengangungkan atau menjadikan suatu pendekatan pembelajaran tertentu sebagai dogma. Dengan demikian, dalam penyelenggaraan pembelajaran eklektif, guru mengetahui kapan menggunakan atau tidak menggunakan pendekatan pembelajaran tertentu.

5. Tingkat pembelajaran mempribadi

Tingkat pembelajaran yang mempribadi mempunyai ciri-ciri : (1) penguasaan yang mendalam terhadap sejumlah pendekatan pembelajaran beserta teknologinya, (2) kemampuan memilih dan menerapkan secara tepat pendekatan berserta teknologinya untuk kepentingan pembelajaran siswa, dan (3) pemberian warna pribadi yang khas sehingga tercipta praktik pembelajaran yang benar-benar ilmiah, efektif, produktif, dan unik.

Sumber : https://pharmacygig.com/

Gaet Hotel Berbintang demi Siswa Berpengalaman

  • November 7, 2019

Gaet Hotel Berbintang demi Siswa Berpengalaman

Gaet Hotel Berbintang demi Siswa Berpengalaman

SMK Citra Pariwisata di Jalan Cibeureum Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan

, telah mempersiapkan siswa­nya mengikuti proses belajar yang baik. Terlebih, tenaga pengajar di bidangnya bisa diandalkan di bidang perhote­lan dan pariwisata.

KEPALA SMK Citra Pariwisata Kota Bogor Sutisna menjelaskan, saat ini pi­haknya terus berupaya menggali ilmu untuk mencetak siswa andal di bidang perhotelan serta menyediakan sarana untuk mendidik dan melatih siswa.

”Sekolah kami telah berkomitmen mempersiapkan sumber daya manusia andal

, terampil, berkarakter baik, man­diri, berwawasan luas dan memiliki jiwa kewirausahaan,” ujar Sutisna saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Untuk mencapai tujuan itu, saat ini SMK Citra Pariwisata terus menggalang kerja sama dengan berbagai hotel ber­bintang, baik dalam maupun luar ne­geri, untuk bisa menerima peserta didiknya saat pelatihan kerja (magang).

“Kami ingin para siswa saat praktik lapang bisa mempraktikkan ilmu yang didapat di sekolah

. Bahkan menambah wawasan siswa dalam dunia perhotelan,” terangnya. Ke depan, ia berharap peserta didik lulu­san SMK Citra Pariwisata dapat bekerja profesional dan berwawasan luas serta berakhlak mulia.

 

Baca Juga :

Kementerian Pendidikan bakal Sambangi SMPN 7 Kota Bogor

  • November 7, 2019

Kementerian Pendidikan bakal Sambangi SMPN 7 Kota Bogor

Kementerian Pendidikan bakal Sambangi SMPN 7 Kota Bogor

SMPN 7 Kota Bogor terpilih sebagai tempat pem­buatan video pembelajaran IPS dan contoh

sekolah model oleh Pusat Ku­rikulum dan Pusat Teknologi dan Komu­nikasi Kementrian Pendidikan Nasio­nal.

Wakil Kepala SMPN 7 Bidang Humas Rika Dewi berharap terpilihnya sekolah ini bisa menginspirasi

sekolah lain dalam mengembangkan materi pendidikan di sekolah masing–masing. ”Untuk pem­buatan video ini, kami melibatkan 32 siswa dalam satu kelas dengan dibantu guru lainnya,” ujarnya.

Rika mengungkapkan, pembuatan vi­deo ini bertujuan agar para guru bisa memahami model pembelajaran

kuri­kulum 2013 yang mengintegrasikan nilai karakter, kecakapan abad XXI dan literisasi dalam pembelajaran IPS SMP. Sementara model pembelajaran yang digunakan berbasis zamasalah (problem based learning) pada materi kondisi geografis Indonesia dengan submateri kondisi alam pedesaan.

”Langkah model ini adalah pengorien­tasi masalah, pengorganisasian belajar dan penyelidikan individual serta kelom­pok,” pungkasnya

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/8AZL/the-origins-of-javanese-in-history

Berkreasi dengan Kertas Koran

  • November 7, 2019

Berkreasi dengan Kertas Koran

Berkreasi dengan Kertas Koran

Kepala SDN Cilendek Timur 2 Rini Widyaningsih mengajarkan para siswa berkreasi

dengan memakai bahan kertas koran. Di tangan para siswa, koran bekas tersebut menjadi sesuatu yang sangat berharga, seperti tempat pinsil, bros dan lainnya.

”Kami ajarkan mereka berkreasi dengan koran bekas dulu. Selanjutnya akan berkreasi

dengan yang lain,” ujar Kepala SDN Cilendek Timur 2 Rini Widyaningsih saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Hasil kreasi mereka, lanjut Rini, bisa dipakai mereka sendiri atau dijual di koperasi sekolah yang hasilnya akan diberikan kepada anak-anak tersebut. ”Kreasi mereka sudah pernah dipamerkan pada acara Ngariung Mumpulung Bina Karya di salah satu mal. Kreasi mereka pun laris manis,” bebernya.

Rini berharap anak didiknya jangan berhenti berkreasi dengan mengolah barang yang tidak terpakai

menjadi sesuatu yang mempunyai nilai jual. Dengan terus berkreasi, maka kesempatan maju akan terbuka lebar.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/pOln/the-story-of-the-prophet-muhammad-saw-received-the-first-revelation