WHAT IS DATA FLOW DIAGRAM

WHAT IS DATA FLOW DIAGRAM

  • April 6, 2020

WHAT IS DATA FLOW DIAGRAM

WHAT IS DATA FLOW DIAGRAM
WHAT IS DATA FLOW DIAGRAM

DFD adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi dan tranformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output.
DFD juga dikenali sebagai grafik aliran data atau bubble chart. Bentuk dasar dari suatu aliran data sebagai beikut:
lax2
[gambar 2]

DFD dapat digunakan untuk menyajikan sebuah system atau perangkat lunak pada setiap tingkat abstaksi. DFD dapat dipartisi ke dalam tingkat-tingkat yang merepresentasikan aliran informasi yang bertambah dan fungs ideal.
DFD tingkat 0, yang disebut juga dengan model sistem fundamenatasi atau model konteks, merepresentasikan seluruh elemen sistem sebagai sebuah bubble tunggal dengan data input dan output yang ditunjukkan oleh anak panah yang masuk dan keluar secara berurutan. Proses tambahan (bubble) dan jalur aliran informasi direpresentasikan pada saat DFD tingkat 0 dipartisi untuk mengungkap setail yang lebih. Contohnya, sebuah DFD tingkat 1 dapat berisi lima atau enam bubble dengan anak panah yang saling menghubungka. Setiap proses yang direpresentasikan pada tingkat 1 merupakan subfungsi dari seluruh sistem yang digambarkan di dalam model konteks.

Prosedur atau konsumer informasi yang ada di luar bound sistem untuk dimodelkan

lax3
[gambar 3]

Transfer informasi (fungsi) yang ada di dalam bound sistem untuk dimodelkan

lax4
[gambar 4]

Objek data , anak panah menunjuk arah aliran data.

lax5
[gambar 5]

Repositori data yang disimpan untuk digunakan oleh satu atau lebih, proses dapat disederhanakan buffer atau queue. Atau serumit database relasional.

lax6
[gambar 6]

Penting untuk dicatat bahwa tidak ada indikasi eksplisit dari urutan pemrosesan yang didukung oleh diagram tersebut. Prosedur atau urutan dapat menjadi implicit di dalam diagram, tetapi representasi procedural biasanya ditunda sampai desain perangkat lunak.
Seperti telah diacatat sebelumnya, masing-masing bubble dapat direfinasi atau dilapisi untuk menggambarkan lebih setail. Gambar dibawah menggambarkan konsep ini. Perhatikan, sebuah model fundamental untuk sistem F yang menunjukkan input utama adalah A dan awal ouput B. Kemudian kita menyaring model F ke dalam tranformasi f1 sampai f7. Catatlah bahwa kontinuitas aliran informasi harus dijaga, yaitu input dan output ke masing-masing penyaringan harus tetap sama. Konsep ini, yang sering disebut dengan balancing, esensial bagi pengembangan model konsisten. Penyaringan lebih jauh dari f4 menggambarkan detail di dalam bentuk transformasi f41 sampai f45. Lagi, input (X,Y) dan output (Z) tetap tidak berubah.

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/

PERMODELAN ANALISIS

  • April 6, 2020

PERMODELAN ANALISIS

PERMODELAN ANALISIS
PERMODELAN ANALISIS

Pada tingkat teknik, rekayasa perangkat lunak dimulai dengan serangkaian tugas pemodelan yang membawa kepada suatu spesifikasi lengkap dari persyaratan representasi dan representasi desain yang komprehensif bagi perangkat lunak yang akan dibangun. Model, analiss sebenarnya merupakan serangkaian model, merupakan representasi teknisyang pertama dari system. Elemen-elemen dari model analisis dapat digambarkan seperti gambar 1 disamping. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

lax1
[gambar 1]

► Entity Relationship Diagram (ERD) : Menggambarkan hubungan antara objek data.
► Data Flow Diagram (DFD) :
§ Memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditranformasi pada saat data bergerak melalui sistem
§ Menggambarkan fungsi-fungsi (dan sub fungsi) yang mentranformasi aliran data.
► State Transition Diagram (STD) :
Menunjukkan bagaimana sistem bertingkah laku sebagai akibat dari kejadian eksternal.
► Dekripsi setiap fungsi yang disajikan pada DFD diisikan dalam sebuah spesifikasi proses / process specification (PSSPEC)
► Informasi tambahan mengenai aspek kontrol dari perangkat lunak diisikan dalam Control Specification (CSPEC)
Namun dalam pembahasan kali ini hanya akan dijelaskan Data Flow Diagram secara detail. Mengingat luas-nya materi pembahasan mengenai permodelan analisis, dan diharapkan dengan spesifik-nya materi pembahasan, pembaca diaharapkan dapat memahami dengan baik mengenai Data Flow Diagram.

Sumber : https://galleta.co.id/

Lesson Study dan Guru

Lesson Study dan Guru

  • April 2, 2020

Lesson Study dan Guru

Lesson Study dan Guru
Lesson Study dan Guru

Pendidikan adalah proses dinamis yang selalu memerlukan inovasi dan perbaikan dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu pengembangan berbagai pendekatan yang positif sangat diperlukan agar pendidikan itu mampu bergerak dinamis mengimbangi proses perubahan yang paling aktual. Salah satu pendekatan yang belakangan cukup berhasil dikembangkan di Jepang, USA dan beberapa negara eropa dalam upaya perbaikan proses dan produk pendidikan adalah kegiatan lesson study. Lesson study adalah suatu kegiatan instruksional yang ditandai dengan adanya proses kolaboratif dari sekelompok guru yang secara bersama-sama merencanakan langkah-langkah pembelajaran termasuk metode, media dan instrumen evaluasinya. Kegiatan ini berlangsung dengan cara salah seorang guru melakukan praktek pembelajaran yang direncanakan di kelas dan yang lain

mengamati proses pembelajaran tersebut, setelah selesai pembelajaran akan dievaluasi bersama dan diperbaiki bila ada yang kurang tepat. Hasil evaluasi ini sangat bermanfaat untuk memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya sekaligus untuk berbagi pengalaman dan temuan dari hasil evaluasi tersebut pada guru lain dengan demikian lesson study cukup efektif untuk digunakan sebagai salah satu bentuk pembinaan pengembangan kompetensi guru. Penerapan Lesson Study dapat meningkatkan kompetensi guru, terutama yang terkait dengan pengetahuan,

pengetahuan materi pokok, pengetahuan pengajaran, pengetahuan riset, kapasitas mengamati siswa, menghubungkan praktik sehari-hari dengan tujuan jangka panjang, motivasi, hubungan dengan kolega dan saling bantu, komitmen, dan akuntabilitas.

Dasar sosial lesson study adalah keterlibatan; dasar pendidikan lesson study adalah perbaikan atau peningkatan mutu. Jadi seseorang yang melakukan lesson study adalah orang yang menginginkan adanya perubahan dari apa yang selama itu dijalankan dan ingin yang lebih baik. Lesson study dapat berarti action (tindakan ), baik mengenai sistemnya maupun mengenai orang-orang yang terlibat dalam sistem tersebut.

Bila diterapkan di kelas, lesson study adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktek mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktek tersebut, dan agar mau untuk memperbaikinya. Lesson study bersifat patisipatif, karena ia melibatkan guru dalam observasinya sendiri, dan kolaboratif, karena ia melibatkan orang lain (rekan-rekan) sebagai bagian dari suatu kegiatan yang hasilnya dapat dinikmati bersama (shared enguiry). Misalnya, ada seorang guru ingin mengetahui apakah suatu pendekatan mengenai waktu berbicara di kelas akan mempengaruhi kinerja atau prestasi siswa. Bila ia mengajurkan para siswa untuk bertanya secara

bebas, atau belajar dalam pasangan (in pairs) atau dalam kelompok, yang tidak hanya mendengarkan guru atau membaca buku, apakah pengertian mereka mengenai pelajaran tersebut akan lebih baik? Lesson study berusaha untuk memberi makna kepada situasi dari sudut pandang yang berlainan. Lesson study berupaya mencari pertanyaan yang benar sesuai dengan situasinya maupun jawabanya.

Dalam contoh di atas, guru akan mengadakan intropeksi mengenai pelaksanaan mengajar di kelasnya sendiri. Mengapa ia tidak puas dengan situasi yang dihadapinya sekarang? Apa yang ingin ia rubah? Bagaimana ia akan mengamati reaksi-reaksi terhadap tindakan yang akan ia lakukan tersebut? Bagaimana ia akan mengevaluasi reaksi-reaksi tersebut? Dan bagaimana ia akan mengakomodasikan penemuan-penemuannya? Ini semua merupakan pertanyaan-pertayaan dalam pendidikan yang penting, pertanyaan-pertanyaan yang setiap guru siap untuk menanyakan kepada diri sendiri mengenai apa yang terjadi, dan kesiapannya untuk menjawab secara jujur dan dengan mengikat konsekuensi yang akan dihadapinya.

Baca Juga :

LESSON STUDY DAN KOMPETENSI GURU

LESSON STUDY DAN KOMPETENSI GURU

  • April 2, 2020

LESSON STUDY DAN KOMPETENSI GURU

LESSON STUDY DAN KOMPETENSI GURU
LESSON STUDY DAN KOMPETENSI GURU

Upaya meningkatkan kompetensi guru dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan, yakni pendekatan internal dengan memanfaatkan guru yang lebih berpengalaman sebagai pelatih, pendekatan eksternal dengan mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan ataupun studi lanjut, dan dengan pendekatan kemitraan melalui kerjasama antara perguruan tinggi dan sekolah. Karakteristik program kemitraan adalah dikembangkannya prinsip kolaborasi yang memberikan keuntungan pihak-pihak yang terlibat (Fandi Tjiptono & Anastasia Diana, 1996). Prinsip kolaborasi juga dapat dilakukan antar sesama guru dalam suatu sekolah juga dapat menjadi ajang yang efektif untuk meningkatkan mutu guru.

 

Lesson study sebagai salah satu program kegiatan untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran dapat dikembangkan di sekolah sebagai studi untuk analisis atas suatu praktik pembelajaran yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran berbasis riset untuk menemukan inovasi pembelajaran tertentu.

 

 Lesson Study pada dasarnya adalah salah satu bentuk kegiatan pengembangan profesional guru yang bercirikan guru membuka pelajaran yang

dikelolanya untuk guru sejawat lainnya sebagai observer, sehingga memungkinkan guru-guru dapat membagi pengalaman pembelajaran dengan sejawatnya. Lesson study merupakan proses pelatihan guru yang bersiklus, diawali dengan seorang guru: 1) merencanakan pelajaran melalui eksplorasi akademik terhadap materi ajar dan alat-alat pelajaran; 2) melakukan pembelajaran berdasarkan rencana dan alat-alat pelajaran yang dibuat, mengundang sejawat untuk mengobservasi; 3) melakukan refleksi terhadap pelajaran tadi melalui tukar pandangan, ulasan, dan

diskusi dengan para observer. Oleh karena itu, implementasi program lesson study perlu dimonitor dan dievaluasi sehingga akan diketahui bagaimana keefektifan, keefesienan dan perolehan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

 

Lesson study sebagai salah satu kegiatan untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran berasal dari bahasa Jepang Jugyokenkyu yang oleh Fernandez & Yoshida (Paidi, 2005) diartikan sebagai studi untuk analisis atas suatu praktik pembelajaran yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran berbasis riset untuk menemukan inovasi pembelajaran tertentu. Di sekolah-sekolah di Jepang

kegiatan lesson study sebagai media untuk belajar dari pembelajaran yang merupakan

 

  1. inisiatif suatu sekolah atau guru untuk meningkatkan diri atau untuk memperoleh masukan atas pembelajaran inovatif yang telah

dipikirkan/dilakukan, dengan cara membuka kelas bagi guru lain atau pengamat lain.

  1. wahana belajar bagi guru/peserta lain (juga guru penampil sendiri).
  2. wahana bersejawat, berdiskusi/sharing pikiran untuk meningkatkan keprofesionalan mereka.
  3. Wahana berkolaborasi antara sekolah dengan universitas atau lembaga lain, kolaborasi antara guru dengan dosen atau pemikir pendidikan lainnya guna menghasilkan inovasi pembelajaran.

 

Lebih lanjut Paidi menyatakan bahwa ada tiga tahapan utama dari lesson study yakni:

  1. Tahap perencanaan (planning): pada tahapan ini secara kolaboratif (guru dengan guru atau guru dengan dosen atau guru dengan pemikir) menyusun suatu perencanaan pembelajaran yang inovatif sehingga dihasilkan suatu perencanaan pembelajaran (lesson plan) yang terbaik dan membantu siswa belajar dengan baik yang disusun berdasarkan pengalaman, hasil pengamatan, buku-buku atau sumber ide lainnya.
  2. Tahap implementasi (implementing/do): pada tahapan ini dilakukan pembagian tugas bagi pihak-pihak yang berkolaborasi untuk

meimplementasikan lesson plan yang sudah disusun. Salah satu kolaborator berperan sebagai guru dan yang lainnya sebagai pengamat/observer yang melakukan pengamatan dengan menggunakan lesson plan sebagai acuan. Pada skala besar kegiatan implementasi ini dapat diikuti oleh guru atau pemerhati pendidikan lainnya di luar pihak-pihak yang berkolaborasi.

  1. Tahap refleksi (reflecting/see): pada tahap ini pihak-pihak yang berkolaborasi (atau dengan ditambah pengamat lainnya) duduk bersama untuk melakukan diskusi dalam bentuk sharing mengenai apa-apa yang baru saja mereka tangkap dan amati dari implemantasi lesson plan yang telah dilakukan.

 

Dengan melihat tahapan pelaksanaan kegiatan lesson study maka monitoring dan evaluasi yang dilakukan juga harus mengacu pada tahapan yang dilakukan.

 

Lesson study adalah salah satu alternative kegiatan yang diyakini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas dan sekaligus sebagai suatu strategi untuk peningkatan kemampuan professional guru yang dilaksanakan dalam bentuk sharing experiences antara guru pelaksana dengan guru lainnya. Oleh karena itu beberapa manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan lesoon study ini adalah:

 Sumber : https://cialis.id/

Sumber : https://forbeslux.co.id/

Jenis-Jenis Dokumentasi Pembelajaran

  • April 2, 2020

Jenis-Jenis Dokumentasi Pembelajaran

Jenis-Jenis Dokumentasi Pembelajaran

Menurut Kamus umum bahasa Indonesia, arti dari kata “ dokumentasi “, adalah sesuatu yang tertulis , tercetak atau terekam yang dapat dipakai sebagai bukti atau keterangan. Adapun definisi dokumentasi adalah pemberian atau pengumpulan bukti-bukti dan keterangan. Sedangkan dalam pengelolaan kegiatan dokumentasi Lesson Study didefinisikan sebagai suatu bahan untuk refleksi kegiatan pembelajaran yang berfungsi sebagai alat evaluasi atau Refleksi dari perencanaan sampai implementasi suatu model pembelajaran; informasi Model Pembelajaran; Stategi Pembelajaran yang diterapkan; Interaksi aktif siswa terekam dalam proses dokumentasi.

Kegiatan pembelajaran dalam lesson study yang akan dijadikan bahan kajian bersama adalah kegiatan riil dan utuh sepanjang waktu proses pembelajaran tersebut berlangsung. Sekiranya 1 jam pelajaran berlangsung selama 40 menit, maka kegiatan pembelajaran utuh juga semestinya lebih kurang selama waktu 40 menit. Pendokumentasian pada lesson study pun seharusnya berdurasi tidak jauh berkurang dari proses pembelajaran yang berlangsung.

Ditinjau dari jenis-jenisnya dokumentasi pembelajaran untuk lesson study ada beberapa macam :

1. Dokumentasi Visual, dapat berupa hasil pemotretan event-event penting baik dengan kamera konvensional maupun digital. Hasilnya berupa gambar-gambar urutan kejadian dalam kelas selama PBM berlangsung;

2. Dokumentasi Audio, jenis ini menekankan pada rekaman suara di dalam kelas selama PBM berlangsung. Rekaman ini sangat penting untuk mengkaji kualitas verbal dan isi instruksi-instruksi yang disampaikan oleh guru, atau pun juga respon verbal siswa di dalam PBM yang sedang berlangsung; dan

3. Video, jenis dokumentasi ini sangat menguntungkan apabila digunakan di dalam kelas saat PBM berlangsung. Kedua aspek, yakni visual dan audio akan terekam dalam sekuens yang lebih lengkap dan jelas. Keuntungan jenis video adalah mampu merekam semua ekspresi dan impresi siswa maupun guru dengan baik. Sudah barang tentu dari ke-3 jenis dokumentasi di atas, kesemuanya akan saling melengkapi dengan kelebihan kualitas masing-masing. Namun apabila harus diambil sebuah pilihan, maka hendaknya diambil yang jenis video karena akan lebih banyak

Sumber : https://forbeslux.co.id/

 

MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

  • March 16, 2020

MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

a. Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri

manusia diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak terkontrol lagi. Intinya dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung jawab untuk melangsungkan hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan.
Contoh:
Manusia mencari makan, tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri agar dapat melangsungkan hidupnya.
b. Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri atas ayah-ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab itu menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Untuk memenuhi tanggung jawab dalam keluarga kadang-kadang diperlukan pengorbanan.
Contoh:
Seorang ayah rela bekerja membanting tulang demi memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsunggkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Contoh:
Seseorang yang menyediakan rumahnya sebagai tempat pelacuran pada lingkungan masyarakat yang baik-baik, apapun alasannya tindakan ini termasuk tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat, karena secara moral psikologis akan merusak masa depan generasi penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.

d. Tanggung jawab terhadap Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa setiap manusia, setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertingkahlaku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawabkan kepada negara.
Contoh:
Dalam novel jalan tak ada ujung karya Muchtar Lubis, guru Isa yang terkenal guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggung jawabkan kepada pemerintah. Kalau perbuatan itu di ketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.

e. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawabmelainkan untuk mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan, maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai Penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
Contoh:
Seorang biarawati dengan ikhlas tidak menikah selama hidupnya karena dituntut tanggung jawabnya terhadap Tuhan sesuai dengan hukum-hukum yang ada pada agamanya, hal ini dilakukan agar ia dapat sepenuhnya mengabdikan diri kepada Tuhan demi rasa tanggung jawabnya. Dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya ini ia berkorban tidak memenuhi kodrat manusia pada umumya yang seharusnya meneruskan keturunannya, yang sebetulnya juga merupakan sebagian tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan.

Baca Juga :

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

  • March 16, 2020

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab timbul karena telah diterima wewenang. Tanggung jawab juga membentuk hubungan tertentu antara pemberi wewenang dan penerima wewenang. Jadi tanggung jawab seimbang dengan wewenang.
Sedangkan menurut WJS. Poerwodarminto, tanggung jawab adalah sesuatu yang menjadi kewajiban (keharusan) untuk dilaksanakan, dibalas dan sebagainya.
Dengan demikian kalau terjadi sesuatu maka seseorang yang dibebani tanggung jawab wajib menanggung segala sesuatunya. Oleh karena itu manusia yang bertanggung jawab adalah manisia yang dapat menyatakan diri sendiri bahwa tindakannya itu baik dalam arti menurut norma umum, sebab baik menurut seseorang belum tentu baik menurut pendapat orang lain.
Dengan kata lain, tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Sumber : https://bingo.co.id/

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

  • March 16, 2020

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

 

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.

Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud adalah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda: “Mintalah petunjuk pada hati (nurani)mu.”
Dalam wacana keislaman, tanggung jawab adalah tanggung jawab personal. Seorang muslim tidak akan dibebani tanggung jawab orang lain. Allah berfirman: “Setiap jiwa adalah barang gadai bagi apa yang ia kerjakan.” Dan setiap pojok dari ruang kehidupan tidak akan lepas dari tanggung jawab. Kullukum râ’in wa kullukum mas’ûlun ‘an Ro‘iyyatih…..

Tanggung jawab bisa dikelompokkan dalam dua hal. Pertama, tanggung jawab individu terhadap dirinya pribadi. Dia harus bertanggung jawab terhadap akal(pikiran)nya, ilmu, raga, harta, waktu, dan kehidupannya secara umum. Rasulullah bersabda: “Bani Adam tidak akan lepas dari empat pertanyaan (pada hari kiamat nanti); Tentang umur, untuk apa ia habiskan; Tentang masa muda, bagaimana ia pergunakan; Tentang harta, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan; Tentang ilmu, untuk apa ia amalkan.”

Kedua, tanggung jawab manusia kepada orang lain dan lingkungan (sosial) di mana ia hidup. Kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluq yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Kewajiban sangat erat kaitannya dengan eksistensi seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Kita sadar bahwa kalau kita tidak melaksanakan tanggung jawab terhadap orang lain, tidak pantas bagi kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab pada kita. Kalau kita tidak berlaku adil pada orang lain, jangan harap orang lain akan berbuat adil pada kita.
Ada sebagian orang yang berkata bahwa kesalahan-kesalahan yang ia lakukan adalah takdir yang telah ditentukan Tuhan kepadanya. Dan dia tidak bisa menolaknya. Satu misal sejarah; suatu ketika di masa Umar bin Khattab, seorang pencuri tertangkap dan kemudian dibawa ke hadapan khalifah. Beliau bertanya: “Mengapa kamu mencuri?”, pencuri itu menjawab “Ini adalah takdir. Saya tidak bisa menolaknya.” Khalifah Umar kemudian menyuruh sahabat-sahabat untuk menjilidnya 30 kali. Para sahabat heran dan bertanya “Mengapa dijilid? bukankah itu menyalahi aturan?” Khlaifah menjawab “Karena ia telah berdusta kepada Allah.”

Seorang muslim tidak boleh melepas tangan (menghindar dari tanggung jawab) dengan beralasan bahwa kesalahan yang ia kerjakan adalah takdir yang ditentukan Allah kepadanya. Tanggung jawab tetap harus ditegakkan. Allah hanya menentukan suratan ulisan) tentang apa yang akan dikerjakan manusia berdasarkan keinginan mereka yang merdeka, tidak ada paksaan. Dari sinilah manusia dituntut untuk bertanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan. Mulai dari hal yang sangat kecil sampai yang paling besar. “Barang siap yang berbuat kebaikan, walau sebesar biji atom, dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang berbuat kejelekan, walau sebesar biji atom, maka ia akan melihatnya pula” (al Zalzalah 7-8)

Sumber : https://apartemenjogja.id/

Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka

Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka

  • March 10, 2020

Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka

Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka
Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka

Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka kepada Allah

Didalam konsep yang pertama ini Allah memberitakan kepada kita bahwa bila penduduk suatu negeri ingin mencapai kemakmuran dalam hidupnya, maka hendaklah ia bermaksiat dan durhaka kepada Allah, maka Allah akan bukakan pintu-pintu kesenangan dan kemakmuran padanya, sebagaimana firman Allah Ta`ala dalam surat Al An`am (42-45):

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Pada ayat diatas, Allah Ta`ala memberitakan bahwa dahulu kala terdapat ummat-ummat yang mereka itu durhaka kepada Allah, kemudian disebabkan oleh kedurhakaan mereka itu Allah pun menimpakan adzab dalam bentuk cobaan kepada mereka berupa kesengsaraan dan kemelaratan dengan harapan mereka sadar akan kekuasaan Allah dan mau tunduk dan kembali (bertaubat) kepada Allah Ta`ala. Namun ternyata, bukannya bertaubat kembali kepada Allah atas dosa-dosa maksiat yang telah mereka lakukan, malah semakin keras hati mereka dan tidak mau mengambil pelajaran ataupun mengintrospeksi diri dari musibah yang Allah timpakan tersebut. Dan keadaanpun semakin diperparah lagi ketika syaithan ikut andil dengan membisikkan racunnya ke dada-dada mereka, sehingga perbuatan durhaka dan maksiat yang mereka lakukan itu seolah-olah merupakan perbuatan yang baik dan indah. Terus menerus mereka dalam keadaan demikian, sampai akhirnya mereka terlena dan larut serta merasa aman tentram dalam lautan kedurhakaan dan kemaksiatan itu, kemudian tiba-tiba setelah itu Allah menurunkan kepada mereka adzab tahap kedua, setelah adzab tahap pertama yang dalam bentuk kesengsaraan dan kemelaratan tadi ternyata tidak berhasil membikin mereka jera dan kembali kepada Allah Ta`ala. Hanya saja adzab Allah dalam tahap kedua ini bentuknya berbeda dari yang pertama. Kalau pada adzab tahap pertama tadi langsung diawali dengan ditimpakan berbagai musibah dan kesengsaraan kepada mereka, namun pada adzab tahap kedua ini justru diawali dengan dibukakannya pintu-pintu kesenangan bagi mereka, sehingga kehidupan mereka berubah menjadi makmur, perekonomian mereka terus meningkat dan segala macam kemewahan serta kesenangan-kesenangan lainnya yang memang sengaja Allah siapkan untuk mengantarkan mereka kepada sebuah petaka yang akan membinasakan mereka. Akibatnya, semakin besarlah kesombongan mereka dengan kedurhakaan yang mereka lakukan itu serta semakin besar pula penolakan mereka terhadap agama Allah karena merasa dengan kedurhakaan dan kemaksiatan itu ternyata mereka bisa hidup dengan makmur. Maka pada saat mereka sedang terlena itulah Allah sambar mereka dengan siksaan secara tiba-tiba, hingga akhirnya mereka terdiam putus asa karena tidak punya kesempatan lagi untuk bertaubat dan memperbaiki amal mereka tersebut, berhubung mereka telah mati meninggalkan dunia. Maka pintu-pintu kemakmuran dan kesenangan itu justru akan dibuka ketika penduduk suatu negeri itu terus menerus bermaksiat dan durhaka kepada Allah tanpa memperdulikan peringatan-peringatan Allah Ta`ala.

Baca Juga :

Konsep Peningkatan Kemakmuran Masyarakat

Konsep Peningkatan Kemakmuran Masyarakat

  • March 10, 2020

Konsep Peningkatan Kemakmuran Masyarakat

Konsep Peningkatan Kemakmuran Masyarakat
Konsep Peningkatan Kemakmuran Masyarakat

Kehidupan yang makmur adalah idaman setiap insan. oleh sebab itu setiap orang akan selalu berusaha untuk dapat menjalani hidup dalam keadaan makmur. Dari sekian banyak konsep peningkatan kemakmuran yang ditawarkan kepada masyarakat oleh berbagai kalangan, ternyata tidak ada yang bisa menjamin 100% kalau konsep-konsep tersebut bisa berhasil, kecuali hanya beberapa konsep yang bisa dijamin secara mutlak akan berhasil meningkatkan kemakmuran masyarakat suatu negeri. Konsep yang dimaksud ialah konsep peningkatan kemakmuran yang ditawarkan langsung oleh Allah Sang pemberi Kemakmuran tersebut melalui Al Qur`an dan Assunnah. Dikatakan konsep-konsep tersebut bisa dijamin kepastiannya, karena memang ketika Allah telah menjanjikan Sesuatu perkara maka mustahil Allah mengingkarinya. Allah Ta`ala berfirman dalam Surat Ali Imraan [3]:9 dalam rangka memperkenalkan diriNya: “…. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.”

Dalam hal ini Allah Ta`ala telah menjanjikan 2 konsep jitu peningkatan kemakmuran masyarakat yang ditawarkan kepada kita dan kita diwajibkan untuk memilih salah satunya.

Sumber : https://andyouandi.net/