Anak Padang Panjang Berpeluang Kuliah Gratis ke Negeri China

  • October 15, 2019

Anak Padang Panjang Berpeluang Kuliah Gratis ke Negeri China

Anak Padang Panjang Berpeluang Kuliah Gratis ke Negeri China

Harapan Walikota Hendri Arnis untuk mengokohkan pendidikan dasar dan menengah Kota Padang

Panjang berdayasaing global namun tetap dengan karakter Minangkabau dan berbasis nilai-nilai keislaman yang kuat, makin menjadi kenyataan. Menurutnya, tahun lalu siswa SMP Negeri 4 Padang Panjang tampil gemilang pada Asean-China Youth Festival di Pekan Baru.

Demikian disampaikan Kadisdik Kota Padang Panjang, Desmon Jumat (1/4/2016). Di awal tahun 2016, 35 orang siswa SMP Hikmah dan SMPN 5 juga sukses menjalani misi edukasi dan seni budaya ke Malaysia serta tampil memukau di hadapan 3.000 mahasiswa Universitas Tekhnologi Mara, Malaysia.

Tahun 2016 tamatan SLTA Padang Panjang juga memperoleh kesempatan untuk melanjutkan

pendidikan ke jenjang Diploma dan Sarjana di Perguruan Tinggi terbaik di Negeri Tirai Bambu, China, melalui jalur Beasiswa dengan berbagai pilihan jurusan.

Maneger Yayasan Indonesia Tionghoa Cultural Centre (ITCC), Andreas, langsung datang ke Padang Panjang, Rabu, 30 Maret 2016, memberikan sosialisasi dan motivasi dihapan 250 siswa SLTA dan perwakilan orang tua di Aula SMP Hikmah.

Melihat tingginya respon sekolah dan pemerintah kota, melalui Dinas Pendidikan, Andreas, memberikan kesempatan yang semula disediakan untuk 15 orang ditambah menjadi 50 orang peminat yang bersungguh-sungguh tanpa ada proses seleksi. Dan ditambah pula 10 quota untuk program khusus Farmasi Herbal.

“Yang paling cepat merespon dan melengkapi persyaratan itu lah yang diterima,” katanya.

Disebutkan, pendaftaran dan kelengkapan administrasi dibuka sampai tanggal 25 April 2016. Adapun persyaratan yg diminta adalah paspor, Kartu Keluarga (KK), surat pernyataan dan dukungan orang tua, serta keterangan telah menamatkan sekolah dari kepala sekolah atau ijasah SMA/SMK/MA. Pendaftaran dipusatkan di SMP Hikmah Padang Panjang.

Dijelaskan Andreas, bagi yang dinyatakan diterima akan mengikuti pembelajaran Bahasa Mandarin di SMP

Hikmah yang juga telah ditetapkan sebagai Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin di Wilayah Sumatera oleh ITCC.

Keberangkatan ke China dijadwalkan bulan September 2016. Selama di China mereka akan mengikuti perkuliahan dan tinggal di asrama yang sangat layak di kampus masing-masing tanpa biaya (free). Kecuali untuk jurusan kedokteran dan untuk keperluan pribadi, seperti makan minum, buku, dan keperluan pribadi lainnya.

 

Baca Juga :

Payakumbuh Terima Penghargaan Terbaik Pengelolaan Pendidikan

  • October 15, 2019

Payakumbuh Terima Penghargaan Terbaik Pengelolaan Pendidikan

Payakumbuh Terima Penghargaan Terbaik Pengelolaan Pendidikan

pendidikan. Kota berpenduduk sekitar 127 ribu jiwa lebih itu ditetapkan sebagai Pengelola Pendidikan

Terbaik Pertama antar-kota di Sumatera Barat Tahun 2016. Sementara, untuk kategori kabupaten, terbaik pertama direbut Kabupaten Tanah Datar. Dharmasraya dan Limapuluh Kota terbaik II dan III.

Kepastian Payakumbuh sebagai Pengelola Pendidikan Terbaik Urutan Pertama antarkota di Sumatera Barat, disampaikan pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016, Tingkat Sumatera Barat di halaman Kantor Gubernur di Padang, Senin (2/5). Di bawah Payakumbuh, Pengelola Pendidikan Terbaik II dan III diraih Kota Padangpanjang dan Kota Bukittinggi.
Wakil Gubernur Sumatera Barat H. Nasrul Abit bersama Ketua DPRD Ir.H.Hendra Irwan Rahim menyerahkan penghargaan dan trofi atas prestasi tersebut kepada Walikota H. Riza Falepi dihadapan ratusan peserta upacara Hardiknas, anggota Muspida dan pejabat di jajaran Pemprov Sumatera Barat dan sejumlah bupati dan walikota yang hadir.
Tidak sebatas pengelola pendidikan terbaik untuk kota, SMAN 1 Payakumbuh juga mengukir prestasi dalam bidang yang sama. Dari 19 kota dan kabupaten di Sumbar, SMAN 1 Payakumbuh berada diurutan ke-6. Urutan pertama milik SMAN 1 Padang, disusul SMAN 1 Tanah Datar dan SMAN 1 Bukittinggi ditempat II dan III. SMAN 1 Akabiluru Limapuluh Kota berada di urutan 12.
Kepala SMAN 1 Payakumbuh Drs. Delfizal, M.Pd bersama Kadisdik H. Hasan Basri Sy, S.Pd, juga menerima trofi dan penghargaan dari Sekdaprov Sumbar H. Ali Asmar. Walikota Riza Falepi sukses mewujudkan visinya dalam meningkatkan mutu pendidikan, menjelang empat tahun kepemimpinannya bersama Wawako H. Suwandel Muchtar, September mendatang.
“Saya senang dan lega, janji politik jelang Pilkada yang tertuang dalam RPJMD Payakumbuh 2012-2017, menjadi yang terbaik di Sumatera Barat untuk urusan pendidikan sudah tercapai, ” tegas Riza.

Selain pendidikan bermutu, pendidikan berakhlak mulia, Walikota Riza Falepi dengan dukungan DPRD

juga fokus membangun fisik seluruh sekolah di Payakumbuh. Malahan selama kepemimpinan Riza Falepi, juga dibangun tiga sekolah baru, yaitu SMPN 10 di Kapalo Koto dan SMAN 5 yang disiapkan untuk boarding school di Balai Panjang, keduanya di Payakumbuh Selatan. Kemudian SMKN 4 di Parik Muko Aie, Kecamatan Latina.
Tahun ajaran 2016/2017, SMAN 5 akan menerima 2 lokal siswa boarding school, selain 4 lokal reguler. Mantan Kepala SMAN 1 Payakumbuh Resnulius, M.Pd, dipercaya walikota untuk menggenjot prestasi SMAN 5 Boarding School itu. Kemudian, SMKN 4, satu-satunya SMKN IT di Sumatera Barat, dengan 3 jurusan, yaitu Teknik Komputer Jaringan, Multi Media dan Teknik Perangkat Lunak. Tahun ajaran ini, SMKN 4 menerima 6 lokal siswa baru.

“Payakumbuh sudah menjadi tujuan pendidikan di Sumatera Barat, karena mutu dan fisik sekolahnya yang terus

membaik dari tahun ke tahun,” tambah Kadisdik Hasan.
Salah satu indikatornya dalam mengantarkan Payakumbuh sebagai pengelola pendidikan terbaik, dinilai dari tingkat kelulusan dan jumlah siswa SLTA yang diterima di perguruan tinggi. Selain hasil nilai UN sekolah atau individu siswanya pada setiap jurusan. Selain itu, komptensi guru juga ikut memberikan kontribusi tinggi dalam pengelolaan pendidikan terbaik.
Data yang diterima di Dinas Pendidika Payakumbuh, tahun ajaran 2014/2015, dari 3.445 yang lulus UN, 1.440 (40%) diterima kuliah di 12 perguruan tinggi negeri nasional. Di antaranya, di ITB (15 orang), IPB (26), Unpad (14), Undip (7), UGM (26), UI (14), USU (9), UNRI (5), Unand (271) dan UNP (162). Rinciannya, dari 1.427 yang lulus pada SMA

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/Gon2S2gUTz01fN3

Ini Lima Daerah dengan Pendidikan Tidak Layak, Termasuk Aceh

  • October 15, 2019

Ini Lima Daerah dengan Pendidikan Tidak Layak, Termasuk Aceh

Ini Lima Daerah dengan Pendidikan Tidak Layak, Termasuk Aceh

Sebagai negara yang berkembang, Indonesia masih terus membenahi diri demi mewujudkan

sistem pendidikan yang lebih berkualitas.

Selama masa perjalanannya, usaha dalam membenahi sistem pendidikan menjadi tugas bersama masyarakat dan pemerintah.

Meski jarang terdengar, tetapi beberapa wilayah terpencil di Indonesia masih memiliki angka pendidikan yang rendah. Tidak hanya itu, minimnya dukungan tenaga pengajar membuat beberapa daerah berikut memiliki kualitas pendidikan yang masih jauh dari harapan.

Dimana saja?

Papua
Pulau paling timur Indonesia ini, memang seringkali masuk dalam daerah tertinggal.

Tidak terkecuali dari segi pendidikan, di Papua stimulasi wajib sekolah masih jarang terlihat. Salah satu contoh keberadaan PAUD, yang jarang sekali keberadaanya. Banyaknya sekolah hanya menggunakan tenda seadanya.

Nusa Tenggara Barat
Masih dari daerah timur Indonesia, NTB juga mengalami hal yang sama dalam dunia pendidikan. Terdapat 417.991 warganya mengalami buta aksara.

Nusa Tenggara Timur
Provinsi yang terkenal dengan taman nasional Komodonya tersebut, memiliki 550 pulau.

Tidak sedikit anak harus mengarungi lautan untuk sampai ke sekolah. Belum lagi, 44,63 persen dari 80 ribu guru hanya berijazah SMA. Alhasil transformasi kemajuan pendidikan belum benar­benar berkembang di daerah ini.

Banten
Meski letaknya enggak terlalu jauh dari Ibukota, provinsi yang baru lahir ini masih memiliki banyak PR dalam dunia pendidikan. Banten merupakan salah satu provinsi dengan angka pengangguran yang tinggi. Di Banten hampir 90 persen masyarakat usia 19­24 tahun tidak melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/O1LUuC66i1A7j6q

Peresmian Pojok Kreasi dan Taman Bacaan Bhayangkari Polres Bengkalis.

  • October 11, 2019

Peresmian Pojok Kreasi dan Taman Bacaan Bhayangkari Polres Bengkalis.

Peresmian Pojok Kreasi dan Taman Bacaan Bhayangkari Polres Bengkalis.

Jumat (24/2/17) pukul 14.00 Wib bertempat di asrama Polri Polres Bengkalis

dilaksanakan kegiatan peresmian Pojok Kreasi dan taman bacaan anak-anak Polri Polres Bengkalis, adapun rangkaian kegiatan adalah :

Dengan rangkaian acara sambutan dari ketua Bhayangkari cabang Bengkali

s : Ny. Fitri Hadi Wicaksono. Sambutan Kapolres Bengkalis selaku pembina Bhayangkari cabang Bengkalis, AKBP. Hadi Wicaksono, S.I.K. Pembukaan tirai papan nama Pojok Kreasi dan taman bacaan, Pengguntingan pita dan selanjutnya doa bersama.

Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono SIK saat di konfirmasi mengharapkan kepada

seluruh personil polres bengkalis yg tinggal di asrama untuk dapat mengajak anak-anaknya rajin membaca dan dengan telah diresmikan nya Pojok Kreasi dan Taman Bacaan anak-anak ini, dapat mengajak anak anak utk menuangkan kreasi mereka dgn membaca di taman bacaan ini dan juga utk menambah wawasan kpd anak anak kita. Ujar kapolres.**

 

Baca Juga :

Jambore Al Azhar se-Indonesia Diikuti 465 Anggota Pramuka

  • October 11, 2019

Jambore Al Azhar se-Indonesia Diikuti 465 Anggota Pramuka

Jambore Al Azhar se-Indonesia Diikuti 465 Anggota Pramuka

Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar mengadakan Jambore Al Azhar ke-7

yang diikuti perwakilan SD Islam Al Azhar se Indonesia, bertema “Mandiri, Kreatif dan Berkarakter”, mulai tanggal 16-18 Februari 2017, di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Kegiatan resmi dibuka pada kamis, 16 Februari 2016.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault yang hadir saat pembukaan mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Jambore Al Azhar se Indonesia VII. Dia mengatakan senang bisa bertemu dan berkumpul bersama anggota Pramuka dan Guru Al Azhar.

“Perkemahan itu kegiatan luar ruangan yang paling menyenangkan,

melatih kemandirian, kreatifitas dan memperkuat karakter anak-anak kita. Terima kasih kepada para Guru, Pembina Pramuka, orangtua siswa dan semua pihak yang mendukung kegiatan ini. Kita akan segera wafat, di tangan anak-anak inilah kita titipkan perjuangan menuju kejayaan Indonesia”, ujar Kak Adhyaksa dalam rilisnya diterima keredaksian, Kamis (16/2/2017).

Sedangkan Kabid Jamiyah dan P3 Al Azhar, Kak H Gunanto M.Pd selaku ketua panitia menuturkan, Jambore VII Al Azhar sama halnya dengan Jambore pada umumnya, hanya saja yang sedikit membedakan ada karakter khusus bernuansa keagamaan. Misalnya, bagaimana menjaga kebersihan, kerapihan dan keindahan sesuai ajaran agama, kemudian melakukan kegiatan sosial mengunjungi panti sosial untuk memberikan bantuan sembako dan pakaian layak.

“Kita ingin membentuk kemandiran siswa melalui metode kepramukaan bernuansa keagamaan,

ada tiga hal yang ingin dicapai yaitu mengenalkan siswa cinta pada Allah, cinta pada alam dan cinta pada masyarakat.” ucap Kak Gunanto.

Menurut Kak Gunanto, metode kepramukaan yang diikuti siswa selama Jambore Al Azhar diantaranya membuat tenda, pionering, pentas seni, wide game, beragam lomba, kunjungan ke Saka Bahari dan kunjungan ke Saka Dirgantara Halim Perdana Kusuma.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/NORoL0c1gC57kE8

40 Guru TPA/TPQ Ikuti Peningkatan Kompetensi

  • October 11, 2019

40 Guru TPA/TPQ Ikuti Peningkatan Kompetensi

40 Guru TPA TPQ Ikuti Peningkatan Kompetensi

Sebanyak 40 guru TPA/TPQ dari delapan kecamatan se-Kabupaten Bengkalis

, Senin (20/3/2017) mendapat pelatihan peningkatan kompetensi, yang ditaja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah.

Pelatihan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkab Bengkalis dalam meningkatkan kompetensi guru ngaji. Karena dalam membangun mental spiritual, guru ngaji berperan sebagai pahlawan peletak dasar pengetahuan dan pendidikan agama islam sejak usia dini. Demikian disampaikan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Heri Indra Putra, di Gedung Daerah Laksamana Raja Dilaut.

“Untuk melaksanakan kegiatan belajar Al Qur’an, sejak zaman Rasulullah SAW.

, sampai sekarang, tidak terlepas dari peran seorang guru ngaji. Bahkan Rasulullah SAW yang bergelar orang Arab paling fashih bacaannya pun ketika belajar membaca Al Qur’an berguru pada malaikat Jibril. Begitulah pentingnya seorang guru untuk membimbing supaya terhindar dari kesalahan,” jelasnya.

Heri juga mengatakan untuk mempelajari Al Qur’an, keberadaan guru ngaji mutlak diperlukan, karena Al Qur’an bukan hanya persoalan huruf yang hanya dibaca, tapi, juga menyangkut tajwid, makhraj, tafsir, takwil ataupun yang lain.

Dikatakan Heri, pelatihan yang diadakan setahun sekali ini, bermaksud untuk meningkatkan ilmu

pengetahuan guru, karena kalau gurunya tidak mempunyai kompetensi bagus bagaimana dia bisa menularkan secara baik kepada murid-muridnya. Ini juga merupakan komitmen Pemkab Bengkalis dalam membumikan Al Qur’an, sehingga lima atau sepuluh tahun kedepan, tidak ada lagi masyarakat di Negeri Junjungan ini yang tidak bisa mengaji, melalui peran guru mengaji inilah misi Pemkab Bengkalis akan terwujud.

Senada dengan Heri indra Putra, Ketua penyelenggara kegiatan, Suwarto mengatakan, diselenggarakannya kegiatan tersebut agar guru-guru TPA/TPQ di Kabupaten Bengkalis memiliki kualitas dalam menyampaikan bahan ajarannya kepada peserta didik, sehingga pada masa yang akan datang generasi Bengkalis memiliki kualitas ilmu agama yang mumpuni.*

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/TLfc5mdS05P3c3

Teori Permintaan (Demand)

  • October 8, 2019

Teori Permintaan (Demand)

Teori Permintaan (Demand)

Dalam ilmu ekonomi, istilah permintaan menunjukan jumlah barang dan jasa yang akan dibeli konsumen pada periode waktu dan keadaan tertentu.
Permintaan pasar merupakan penjumlahan dari permintaan individual. Oleh karena itu, agar dapat memahami permintaan pasar tersebut terlebih dahulu harus memahami sifat dari permintaan individual. (Arsyad, 2008).
Pada tingkat individual, permintaan ditentukan oleh dua faktor yaitu:
1. Nilai dari cara mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa.
2. Kemampuan untuk mendapatkan barang dan jasa.
Kedua faktor tersebut merupakan prasyarat bagi permintaan efektif individual.
Suatu hasrat saja tanpa didukung daya beli (purchasing power) hanyalah keinginan dan bukan permintaan. (Arsyad, 2008).
Skedul permintaan (demand schedule) yaitu sebuah tabel yang memperlihatkan hubungan antara harga barang dengan kuantitas yang diminta. (Mankiw, 2002

Kurva permintaan memperlihatkan bagaimana perubahan kuantitas barang yang diminta ketika harganya berubah. Karena harga yang lebih rendah meningkatkan kuantitas yang diminta, maka kurva permintaan memiliki kemiringan negatif. (Mankiw, 2002).
Kurva permintaan dapat diartikan sebagai berikut: sebuah grafik yang memuat hubungan antara harga sebuah barang dengan kuantitas yang diminta. (Mankiw, 2002).
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah sebagai berikut:
1. Harga Barang Tersebut.
Harga suatu barang mempengaruhi jumlah barang yang diminta (dibeli). Hubungan antara harga dan permintaan barang itu adalah berbanding terbalik. Semakin murah harga maka jumlah barang yang diminta akan semakin banyak.
2. Harga Barang Substitusi.
Barang substitusi adalah barang lain atau pengganti yang jenis atau tujuannya adalah sama. Jadi apabila terjadi kenaikan harga barang substitusi maka mengakibatkan kenaikan pada permintaan atas barang itu.
3. Pendapatan
Bila pendapatan seseorang meningkat, berarti orang itu memiliki kemampuan yang lebih besar untuk membeli barang, yang akhirnya menyebabkan permintaan akan barang menjadi meningkat.
4. Ekspektasi harga di masa yang akan datang.
Bila semua masyarakat beranggapan bahwa di masa yang akan datang akan terjadi kenaikan harga pada suatu barang, maka permintaan akan barang tersebut akan semakin meningkat.
5. Jumlah konsumen.
Apabila jumlah konsumen atau pembeli betanbah, maka semakin banyak permintaan akan barang tersebut.
6. Selera (trend).
Bila suatu barang menjadi mode atau trend di kalangnan masyarakat, maka permintaan atas barang tersebut meningkat dengan pesat. (Samuelson, 2003)

Baca Juga : 

Manfaat Relationship Marketing

  • October 8, 2019

Manfaat Relationship Marketing

Manfaat Relationship Marketing

Menurut Kotler dan Amstrong (1996, pp. 579-582) suatu relationship marketing mengandung tiga manfaat, yaitu manfaat ekonomis, sosial, dan status, yang secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Manfaat ekonomis
Pendekatan pertama untuk membangun suatu hubungan nilai dengan pelanggan adalah menambah manfaat-manfaat keuangan atau ekonomis manfaat ekonomis dapat berupa penghematan biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan, potongan-potongan khusus.

2. Manfaat sosial
Meskipun pendekatan dengan menambah manfaat ekonomis seperti di atas dapat membangun preferensi konsumen, namun hal ini dapat mudah ditiru oleh para pesaing satu badan usaha dengan yang lainnya hampir sama dalam pendekatannya. Sehingga dalam pendekatan ini, badan usaha kita harus berusaha meningkatkan hubungan social mereka yaitu dengan memberikan perhatian kepada para pelanggan dengan mempelajari kebutuhan dan keinginan pelanggan secara individual.

3. Status
Pendekatan ketiga utnuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan adalah menambah status. Maksudnya, bahwa badan usaha-badan usaha memberikan pendekatan atau program yang terstruktur yang dapat menarik minat konsumen untuk mau terlibat menjadi anggota kartu keanggotaan

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Dimensi Relationship marketing

  • October 8, 2019

Dimensi Relationship marketing

Dimensi Relationship marketing
Dimensi Relationship marketing

Menurut Tandjung (2004) empat dimensi relationship marketing adalah:

1. Bonding
Ketergantungan antara kedua belah pihak harus cukup kuat, sehingga hubungan keduanya dapat bertahan lama. Seorang pelanggan bila merasa tidak memiliki ketergantungan yang kuat terhadap penjual, maka kemungkinan pelanggan tersebut akan sering berganti pemasok.

2. Empathy
Seorang penjual harus memiliki kepedulian (empathy) kepada pelanggan, artinya seorang penjualan hendaknya peduli terhadap permasalahan yang dihadapai pelanggan dan memperhatikan sudut pandang pelanggan dalam mengatasi suatu masalah.

3. Reciprocity
Hubungan jangka panjang haruslah saling memberi dan menerima. Artinya, baik penjual maupun pelanggan sama-sama mendapat keuntungan. Pelanggan yang menginginkan diskon besar, tentunya harus mengimbangi dengan pembayaran tunai.

4. Trust
Trust lebih dari sekedar believe, meskipun kedua kata tersebut memiliki arti yang hampir sama. Masing-masing pihak bila memiliki komitmen yang kuat, maka akan menciptakan rasa sangat percaya (trust) dan memperkuat hubungan.

Komponen Relationship Marketing
Lima Komponen Relationship Marketing Menurut Parasuraman,Berry, dan Zeithmal (1991):

1. Core service performance
Merupakan kemampuan yang dimiliki oleh pemasar untuk memberikan
kinerja inti layanan kepada pelanggan sebagai dasar membangun hubungan jangka panjang antara organisasi dengan pelanggan. Kinerja suatu layanan sangat diharapkan pelanggan untuk memenuhi harapannya. Pelanggan yang harapannya terpenuhi melalui kinerja layanan yang diberikan perusahaan, maka pelanggan akan puas, dan pada akhirnya menjadi loyal.

2. Recognition.
Perusahaan mengenal dan memperhatikan setiap kontribusi yang diberikan oleh anggota. Itulah sebabnya, perusahaan hendaknya memberikan penghargaan kepada para anggota atas kontribusi positif yang diberikan anggota.
Sekecil apapun kontribusi yang diberikan pelanggan kepada perusahaan hendaknya dihargai, karena hal itu merupakan apresiasi perusahaan kepada pelanggan dan sekaligus memanjakan pelanggan agar loyal kepada perusahaan.

3. Enhancement of member interdependence
Pengembangan keterkaitan pelanggan merupakan aktivitas relationship marketing yang memfasilitasi pelanggan untuk dapat meningkatkan keterkaitan antara pelanggan dengan perusahaan, perusahaan dengan pemasok, sehingga menimbulkan pertukaran nilai bagi perusahaan. Perusahaan hendaknya dapat menarik pelanggan-pelanggan baru, baik pelanggan potensial maupun pelanggan dari perusahaan pesaing. Itulah sebabnya, perusahaan harus mempertinggi kepuasan pelanggan, agar pelanggan merasa diperhatikan, sangat dibutuhkan, yang pada akhirnya akan bersedia dengan senang hati mempromosikan usaha perusahaan kepada rekan-rekan pelanggan yang lain.

4. Dissemination of organizational knowledge
Desiminasi (penghamburan) pengetahuan perusahaan kepada pelanggan dapat menciptakan kedekatan perusahaan dengan pelanggan maupun pemasok, sehingga dapat mensosialisasikan akan nilai, tujuan, dan budaya perusahaan. Penghamburan di sini dapat berarti perusahaan dengan senang hati memberikan pengetahuan, pengalaman, dan saran yang baik kepada setiap pelanggan atau anggota organisasi.

5. Reliance on external membership requirements
Kepercayaan pada keanggotaan luar yang dikehendaki perusahaan. Hal ini tentunya menuntut perusahaan untuk memberikan layanan yang terbaik kepada anggota intern terlebih dahulu, agar dapat menarik anggota lain (baru) seperti yang dikehendaki. Perusahaan hendaknya dapat memuaskan harapan para anggotanya, karena para anggota yang puas akan dengan senang hati mempromosikan usaha perusahaan kepada teman-temannya yang lain.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Jaring Peserta Didik Berprestasi

  • October 3, 2019

Jaring Peserta Didik Berprestasi

Jaring Peserta Didik Berprestasi

Untuk tahun ajaran 2015-2016, Yayasan Pendidikan Al Ma’soem

menyediakan beasiswa bagi para calon peserta didik yang akan masuk SMP. ’’Kami akan melakukan penjaringan kepada minimal 100 calon peserta didik SMP dengan melakukan uji tes kompetensi,” ungkap Ketua Panitia Seleksi Asep Dedi Suhendri S.E, yang didampingi Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru Al Ma’some Ayi Mi’rajul Mu’minin, kemarin (16/6).

Adapun pendaftaran seleksi penerima beasiswa tersebut dimulai sejak 15 Juni-4 Juli 2015. Sedangkan pelaksanaan ujian pada 7 Juli 2015, dan pengumuman kelulusan pada 11 Juli 2015.

Dari jumlah minimal 100 peserta tes uji kompetensi, yang akan menerima

beasiswa hanya 8 orang yang meraih nilai tes tertinggi. Mereka akan dibebaskan dari biaya SPP bulanan selama 3 tahun dan digratiskan dari Dana Pengembangan Pendidikan. ’’Bila dihitung dengan nominal, besar beasiswa yang akan mereka terima mencapai 30.950.000 rupiah,” tutur Asep.

Program penjaringan ini hanya diadakan di tingkat SMP, dan belum dilakukan di tingkat SMA. ’’Insya Allah program ini bersifat permanen, sebagai bentuk apresiasi Al Ma’soem untuk peserta didik yang memiliki kemampuan akademik,” tuturnya pula.

Adapun uji tes tersebut meliputi mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional,

yaitu mata pelajaran matematika, IPA, dan bahasa Inggris. ’’Sampai kini, para calon yang akan mengikuti tes sudah mencapai 50 calon peserta didik. Kami akan melakukan tes tersebut bila calon peserta sudah mencapai jumlah minimal 100 siswa,” tukasnya.

SMP Al Ma’soem dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang banyak diminati oleh masyarakat sekitarnya. ’’Tahun kemarin saja, SMP Al Masoem memiliki total 900 peserta didik, sedangkan kapasitas untuk calon peserta didik baru akan menampung sampai 300 peserta didik,” pungkasnya

 

Baca Juga :